
Ayumi tidak pernah menyangka jika Rafael akan kembali melanggar kepercayaan nya lagi, dan melukai hatinya dengan ingin membawa pergi baby Al dari pelukan nya.
" mas, Ayumi mohon jangan bawa baby Al, dia membutuhkan ibunya " ucap Ayumi yang berjalan semakin mendekat kearah Rafael.
" NGGA " ucap Rafael masih berusaha membawa baby Al dari ruangan Ayumi.
" mas kan tetap membawa baby Al jik tidak bisa mendapatkan keduanya " ucap Rafael yang masih ingin terus mengusik Ayumi sekalian membalas Papa Satya.
" dulu mas pernah menanyakan tentang harta kita selama kita menikah, mas ingat " ucap Ayumi sambil terus mendekat ke arah Bu Silvi yang menggendong baby Al.
" mas tau, Ayumi ngga pernah berpikir untuk menguasai harta bersama kita " ucap Ayumi sambil membelai rambut baby Al dalam gendongan ibu mertuanya.
" tapi jika mas menginginkan itu semua termasuk uang hasil penjualan rumah kita pun akan Ayumi berikan asal mas tidak jadi membawa baby Al " ucap Ayumi bernegosiasi.
" Ayumi tau jika mungkin mas sedang membutuhkan uang itu dan Ayumi pun akan membujuk papa untuk tidak kembali mengusik mas dan ayah ibu " ucap Ayumi lagi menambahkan.
Tanpa Rafael dan ibu Silvi sadari baby Al kini sudah berada di dalam gendongan Ayumi, tapi tidak ada yang menyadari jika sedari tadi darah segar menetes dari tangan Ayumi dimana letak jarum infus yang masih terpasang.
Ayumi mundur perlahan, sampai tubuhnya menabrak Narendra yang dengan sigap menahan tubuhnya yang menggendong baby Al.
" mas akan mendapatkan itu semua, tapi mas harus menunggu dua hari agar semuanya bisa di siapkan oleh pengacara Ayumi " ucap Ayumi.
" tunggu " Rafael yang baru menyadari jika baby Al sesudah beralih ke Ayumi kembali pun langsung menatap ibunya yang tadi masih menggendong baby Al.
" kapan kamu mengambil baby Al ?" tanya Rafael karena tidak menyadari kapan baby Al berpindah tangan.
Ayumi yang tau jika Rafael berusaha mendekati nya lagi pun langsung mendekap erat baby Al agar tidak bisa di ambil oleh Rafael lagi.
Papa Satya yang tidak ingin Rafael kembali mengambil cucu nya lagi pun langsung mengalihkan perhatian semuanya.
" Candra aku ingin minta maaf jika apa yang aku lakukan melukai kamu dan juga persahabatan kita, tapi menurutku itu sepadan dengan apa yang di alami Ayumi selama ini " ucap papa Satya pada sahabatnya.
__ADS_1
" aku paham dan aku menerima apa yang kamu lakukan pada keluarga ku " ucap Candra.
" tapi yah, papa Satya juga sudah membuat El di pecat dari kantor " ucap Rafael yang tidak ingin semudah itu memaafkan papa Satya.
" saya hanya membuka apa yang selama ini kamu tutupi, dan jika memang kamu sampai di pecat itu semua karena salah kamu sendiri" ucap papa Satya.
" kak tolong " Ayumi menyerahkan baby Al pada Narendra sebelum dirinya hampir saja terjatuh namun dengan sigap mama Aisyah menangkap tubuh putrinya yang mungkin masih sangat lemah.
" maaf tapi sebaiknya kalian pulang saja, agar Ayumi tidak merasa stress" ucap mama Aisyah yang sangat mengkhawatirkan putrinya meski Ayumi masih sadarkan diri.
" jika memang semuanya sudah siap tolong kabari mas " ucap Rafael saat mengingat uang yang akan iya dapatkan sebelum dirinya pergi dari sana.
Papa Satya malah tersenyum sangat lebar saat Rafael mengingat kembali uang yang Ayumi janjikan untuk menukarnya dengan sejumlah uang.
" apa Uang itu jauh lebih penting dari pada baby Al ? " tanya papa Satya yang merasa lucu karena Rafael mudah terbujuk dengan uang
degg
" ya untuk saat ini yang itu jauh lebih penting dari pada baby Al, karena saya percaya suatu saat baby Al dan ay sendiri yang akan mencari saya ayah kandungnya " ucap Rafael jumawa di hadapan Narendra.
" baik lah kami pamit " ucap ayah Candra yang tidak ingin Rafael semakin memperkeruh suasana dengan ucapannya yang terus memancing amarah Satya.
" baik lah kita lihat nanti apa Al dan Ay akan mencari ayahnya atau tidak apalagi saat tau ayahnya dengan sadar lebih memilih uang dari pada mereka " ucap papa Satya sambil melipat tangan di dada setelah baby Ay tertidur di tempat tidur samping Ayumi.
" ayo El " ucap Bu Silvi yang kini mulai paham apa yang d takutkan suaminya sambil menarik tangan Rafael agar mau keluar dari ruangan Ayumi.
Setelah keluarga rafael pergi papa dan mama Satya menatap Ayumi yang kini sedang memejamkan matanya tapi ada cairan bening yang menetes di sudut mata Ayumi.
" kamu harus kuat sayang .. ada papa dan mama yang akan selalu mensupport kamu dan juga melindungi baby Al dan Ay " ucap mama Aisyah sambil duduk di dekat tempat tidur Ayumi.
" jangan lupa ada kakak yang akan menjadi ayah sambung mereka yang akan selalu menyayangi dan menjaga mereka sebaik dan semampu kakak " ucap Narendra yang tentunya membuat Ayumi membuka matanya dan menghapus air mata yang masih saja menetes.
__ADS_1
" ya Tuhan mama baru sadar jika kamu melepas selang infus dengan paksa " ucap mama Aisyah panik.
" biar saya panggilkan suster " ucap Narendra tapi langsung di tahan oleh Ayumi yang memegang lengan Narendra.
" Ayumi hanya ingin pulang, Ayumi ingin istirahat di rumah saja " ucap Ayumi, papa mama dan Narendra pun saling tatap lalu tak lama papa Satya pun tersenyum dan mengangguk.
" ok papa akan minta dokter memeriksa kamu jika kamu memang bisa pulang maka kita kan pulang " ucap papa Satya agar Rafael tidak bisa bertingkah seenaknya.
" tapi sayang apa kamu benar benar akan memberikan semua uang yang kamu simpan untuk anak anak kamu ? bahkan uang hasil jual rumah yang sebenarnya hak kamu ?" tanya mama Aisyah memastikan.
" biarkan saja mah, dari situ Ayumi tau seberapa penting anak anak Ayumi di mata mas Rafael dan sebesar apa rasa sayang mas Rafael untuk anak anaknya " ucap Ayumi meski sebenarnya hatinya sangat terluka saat mengatakan itu semua.
" tapi Ayumi juga akan membuat surat perjanjian saat nanti Ayumi menyerahkan semuanya " ucap Ayumi sambil memaksakan diri untuk tersenyum.
Dan benar saja sesuai ucapan papa Satya setelah menunggu visit Dok dan dokter menyatakan jika Ayumi bisa beristirahat di rumah, kini mereka semua sudah berada di rumah papa Satya hampir pukul sepuluh malam.
" om Tante, Rendra pulang dulu ya " ucap Narendra saat sudah mengantarkan Ayumi sampai di kamarnya.
" baik lah, salam sama papa dan mama dan jika mereka berkenan seminggu lagi mereka bisa datang lagi untuk melanjutkan rencana pertunangan kalian " ucap papa Satya.
Sedangkan Ayumi yang mendengar itu semua langsung bersuara yang tentunya membuat semua yang ad di sana menatap pada Ayumi.
" Ayumi ingin langsung menikah...
✍️✍️✍️ Kira kira apa tujuan Ayumi ingin langsung di nikahi oleh Narendra?? dan apa isi surat perjanjian yang akan Ayumi berikan sebagai syarat Rafael mendapatkan semuanya..🤔🤔
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha lebih semangat lagi.
Love you moreeeee 😍😍🌹
__ADS_1