Aku Tidak Mau Dimadu? (Pilih Aku Atau Dia)

Aku Tidak Mau Dimadu? (Pilih Aku Atau Dia)
Mengabulkan Keinginan...


__ADS_3

Untuk pertama kalinya Ayumi bersikap tegas dalam hidupnya, mungkin jika saja dirinya tidak sedang mengandung Ayumi akan terus selalu mengalah pada semuanya.


Tapi kali ini berbeda, ada yang harus iya lindung karena untuk pertama kalinya Ayumi merasakan gerakan dari dalam perutnya di saat Bianca mendorong pundak nya.


Plakkk


Untuk pertama kalinya Ayumi melayangkan tamparan tangannya pada seseorang yang sudah benar benar menguji kesabarannya.


" jangan pikir karena aku diam selama ini, kamu bisa semakin semena mena padaku " ucap Ayumi dengan tatapan tajamnya pada Bianca.


" selama ini aku diam karena memikirkan Revan jika saja aku melaporkan mu dengan pasal perbuatan tidak menyenangkan dan juga fitnah " ucap Ayumi berapi api.


" kalo kamu sangat menginginkan mas Rafael, baik akan aku kabulkan saat ini juga "


Setelah mengucapkan itu Ayumi mengambil handphone nya dan menghubungi seseorang yang selalu mendengar setiap keluh kesahnya selama ini dan selalu memberikan solusi dari setiap masalah yang sedang di hadapi.


" halo Bu.. Ayumi sekarang sudah sangat yakin dan tolong langsung di proses saat ini juga " ucap Ayumi sambil menatap Bianca.


" ...."


". baik Ayumi tunggu kabar selanjutnya " ucap Ayumi yang langsung menutup sambungan telepon nya sambil menatap Kaka kelasnya yang sudah menyelamatkan dirinya dan juga janin yang iya kandung.


" kak.. bisa bantu Ayumi " ucap Ayumi pada Narendra yang masih diam terpaku menatap Ayumi yang seperti seekor induk ayam yang sedang melindungi anaknya.


" bantu Ayumi untuk melaporkan dia ke kantor polisi dan Ayumi ingin membuat klarifikasi atas berita yang sudah terlanjur beredar luas " ucap Ayumi masih dengan napas yang menggebu.


" agar mereka tau siapa yang merebut siapa dan siapa yang menjadi benalu bagi rumah tangga siapa " ucap Ayumi begitu serius.


Bianca yang terlalu tinggi menjunjung ego pun memilih pergi dari pada harus meminta maaf pada ayumi, sedang Ica dan Narendra masih terpesona dengan Ayumi yang kini sangat terpancar aura keibuannya.


Setelah Bianca tidak lagi terlihat, Ayumi pun kembali duduk di kursinya sedangkan Narendra memilih dudukdi sebelah Ayumi sedangkan Ica pergi untuk membuatkan coklat panas untuk mereka bertiga.


" mi.. memang tadi sia yang kamu telepon ?" tanya Narendra penasaran.


" kakak ngga perlu tau, Ayumi tidak ingin kakak sampai terlibat masalah Ayumi dan dua orang yang ngga punya hati itu " ucap Ayumi yang tidak ingin urusan rumah tangganya di campuri Narendra.

__ADS_1


huhhh Narendra hanya bisa menghela nafasnya, mencoba mengerti jika Ayumi memiliki privasi masing masing.


" tapi kak.. apa kakak serius akan melaporkan wanita itu pada kepolisian ?" tanya Ica memastikan karena iya juga sama emosinya seperti Ayumi.


" entah lah.. kakak memikirkan nasib Revan jika sampai ibunya masuk penjara " ucap Ayumi yang masih memikirkan Revan selama ini.


" kalo menurut kakak sih ngga usah lapor polisi dulu, kita buat video klarifikasi terhadap kebohongan yang sempat di percaya semua orang "


" iya, karena hukuman penjara jauh lebih ringan dari hukuman dari sosial bahkan jauh lebih sakit dari hakim masyarakat " ucap Narendra yakin


" iya kak benar kita harus beritahu kejadian yang sebenarnya pada masyarakat jika yang jadi korban yang sebenarnya adalah kakak " ucap ica


" tapi kenapa kakak bisa datang di saat yang tepat ?" tanya Ayumi untuk mengalihkan obrolan nya pada yang lain.


Narendra pun mengingat pertemuan yang terjadi hanya sepuluh menit itu dengan Rafael.


" pak saya ingin minta tolong " ucap rafael langsung saat mereka bertemu di halaman parkir kantor Rafael.


" katakan " tanya Narendra yang tiba tiba saja mengkhawatirkan Ayumi.


" saya titip Ayumi, mungkin ini sudah terlambat untuk saya bisa kembali dengan Ayumi " ucap rafael lagi.


" saya hanya bisa melindungi Ayumi dengan tetap berada di samping Bianca yang kini mulai terobsesi pada saya "


Mendengar semua yang di ucapkan Rafael, Narendra kembali diliputi rasa cemas mengingat jika baru tadi dirinya mengantarkan ayumi ke toko kuenya.


" aku harus pergi dulu " ucap narendra tanpa menjelaskan apapun pada Rafael.


Narendra tersadar dari lamunannya saat Ayumi memegang lengannya untuk menyadarkan Narendra dari lamunannya.


" kak.. kakak " ucap Ayumi yang malah mengira Narendra tertidur.


" maaf kakak tadi sedang melamun " ucap Narendra mencari alasan.


" kenapa kakak balik lagi ke sini ?" tanya Ayumi lagi karena belum mendapat jawaban dari pertanyaan nya tadi.

__ADS_1


" ngga usah memikirkan alasannya apa yang penting kakak datang di saat yang tepat " ucap Narendra lagi.


" mi.. jujur kakak ngga akan mengijinkan kamu untuk tinggal di sini sendiri setelah kejadian tadi " ucap Narendra sambil menatap Ayumi.


" kakak sadar jika kakak bukan siapa siapa kamu, tapi kakak ngga akan bisa tenang jika kamu salam ancaman wanti gila tadi " ucap Narendra lagi.


" jika kamu tidak ingin tinggal bersama orang tua kamu, kamu harus tinggal di apartemen yang Kaka kasih, kamu tinggal pilih dan tidak ada pilihan lain selain itu semua " ucap Narendra yang masih memikirkan keselamatan Ayumi dan anaknya.


" tapi kak " ayumi yang baru saja akan memberikan alasan langsung terhenti karena tatapan Narendra yang terlihat sangat tajam


" Ayumi.. kakak tidak suka di bantah dan tidak ingin kamu membantah apa yang sudah kakak pilihkan untuk kamu " ucap Narendra tegas.


" iya kak.. pak Narendra benar, semua ini demi keselamatan Kaka dan juga anak yang sedang kakak kandung " ucap Ica membantu Narendra agar Ayumi menuruti ucapannya.


" baik lah Ayumi akan pulang ke rumah papa mama " ucap Ayumi karena akan tidak baik dan bisa menimbulkan fitnah jika dirinya tinggal di apartemen Narendra.


" ya sudah kalo gitu Kaka pergi ya, jaga diri dan jika ada apa apa ataupun kamu sedang menginginkan sesuatu hubungi kakak ok " ucap Narendra sambil mengacak ngacak rambut Ayumi.


Bianca yang masih emosi pun langsung menuju rumah nya dan membanting semua yang ada di dalam kamarnya,


Bianca meluapkan semua emosi yang iya Takan saat Ayumi malah mengancamnya akan memasukkan nya ke penjara.


" awas kau Ayumi " ucap Bianca yang masih menatap pantulan dirinya di cermin.


" sebelum kau menghancurkan diriku, aku yang akan lebih dulu menghancurkan dirimu " ucap Bianca lagi dengan senyum jahat di wajahnya.


" mungkin tadi kamu masih bisa lolos, tapi tidak lain kali " ucap Bianca lagi.


Bianca pun langsung mengirim pesan pada seseorang yang selalu siap membantunya jika dirinya sedang mengalami kesusahan.


" halo.. ko, Lo bisa bantu gue " ucap Bianca dimana terakhir dirinya menghubungi temannya ini sesaat sebelum Adrian kecelakaan dan kehilangan nyawanya.


✍️✍️✍️Kira kira apa lagi yang akan di lakukan Bianca untuk meng hancurkan Ayumi, dan apa yang akan Rafael lakukan saat mengetahui semuanya 🤔🤔


Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.

__ADS_1


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha lebih semangat lagi.


Love you moreeeee 😍😍🌹


__ADS_2