
Adalah hal yang wajar jika kita akan merasa bahagia saat orang yang kita ajak untuk mengikat hubungan dalam lamaran malah langsung mengajak kita untuk menikah.
Sama halnya dengan Narendra yang merasa sangat bahagia saat Ayumi menginginkan dirinya langsung menikahinya tanpa bertunangan lebih dulu.
" kamu yakin sayang " tanya mama Aisyah yang masih berada di sisi Ayumi.
" yakin mah, selama kak Narendra mau menerima kekurangan dan kelebihan Ayumi bahkan menerima Ayumi yang mungkin tidak bisa langsung melayaninya seperti pengantin pada umumnya "
Ayumi mengucapkan itu semua sambil memalingkan wajahnya ke sisi lain menghindari tatapan semua orang yang ada di sana.
Mungkin niat Ayumi meminta Narendra untuk menikahi nya yang seolah menjadikan Narendra sebagai pelampiasan Ayumi pada rafael tapi sejatinya Ayumi hanya ingin melindungi anak anaknya dari ancaman Rafael kelak.
" kamu yakin sayang ?" tanya Narendra yang tidak ingin Ayumi mengajaknya menikah karena emosi.
" Ayumi sangat yakin " ucap Ayumi yang kini sudah menatap Narendra.
" baiklah minggu depan Kaka akan membawa kedua orang tua Kaka untuk meminang kamu sekaligus menikah kan kita saat itu juga " ucap Narendra berusaha percaya jika Ayumi benar benar siap menerima diri nya.
Setelah menentukan semuanya Narendra pun kembali pamit pada papa dan mama Ayumi dan tak lupa pada Ayumi tentunya.
Tapi tidak dengan Rafael yang memilih memisahkan diri dari ayah dan ibunya, setelah pulang dari rumah sakit, Rafael pun melajukan mobilnya tak tentu arah.
Tapi entah kenapa kini rafael malah berhenti di depan rumah Bianca wanita yang sudah lebih dari tiga bulan tidak iya temui bahkan dirinya sendiri yang melarang Bianca untuk mengusiknya.
" kamu sedang apa bi... semoga kamu dan Revan baik baik saja " gumam Rafael yang masih di dalam mobil.
Tapi siapa sangka jika Revan mengenali mobilnya Rafael yang memang masih terlihat jelas dari rumah Bianca.
" Bun... ayah pulang ' ucap Revan memberitahu pada bianca yang saat ini sedang membereskan meja makan.
" Revan ayah ngga mungkin pulang !!" ucap Bianca yang masih belajar melupakan Rafael dalam hatinya.
Tapi Revan menarik paksa tangan Bianca agar mengikuti dirinya menuju ke luar rumah dan melihat jika memang ada ayah Rafael di sana.
__ADS_1
Dan benar saja Bianca yang masih mengenali mobil rafael pun kini merasa yakin jika memang Rafael ada di depan rumahnya, tapi kenapa Rafael seolah enggan untuk turun.
" Revan salah itu bukan mobil ayah " ucap Bianca yang tidak ingin Revan terlalu berharap jika laki laki yang iya pikir ayahnya kini telah kembali.
" bukan ya .. " ucap Revan sedih, Bianca Yang tidak tega pun memeluk erat Revan tapi matanya masih menatap ke arah mobil Rafael dan berharap Rafael mau turun dan menyapa setidaknya untuk Revan.
Rafael yang melihat bagaimana Revan saat melihat nya dan kembali masuk ke dalam lalu menarik Bianca dan menunjuk ke arahnya, bisa Rafael pastikan jika Revan mengenali mobil nya.
" maafkan ayah Van " ucap Rafael sambil mengemudi kan mobilnya meninggalkan rumah Bianca dan jug Revan.
" kembali lah mas, Bi masih disini " ucap Bianca yang hanya bisa mengucapkan semua itu dalam hati.
Tapi baru saja beberapa rumah Rafael pun kembali memundurkan mobilnya dan berhenti tepat di depan rumah Bianca, Revan yang melihat mobil itu kembali dan tak lama Rafael turun dari sana pun langsung melepaskan pelukan Bianca dan berlari ke arah Rafael.
" ayahhhh, Revan kangen " ucap Revan yang kini sudah berhasil memeluk ayahnya pikir Revan, sedangkan Bianca menatap Revan dan Rafael penuh haru.
Bianca tau jika Revan selama ini sangat merindukan Rafael, karena hanya Rafael laki laki dewasa yang begitu dekat dengan Revan selama ini.
" hai bi " sapa Rafael sambil menggendong Revan menuju rumah Bianca.
" hai mas, terima kasih sudah mau mampir dan menjenguk Revan di sini " ucap Bianca yang entah kenapa begitu gugup di hadapan Rafael.
" sama sama, kebetulan mas lewat sini dan entah kenapa mas tiba tiba merindukan Revan " ucap Rafael mencari alasan.
" mau Bianca buatkan kopi ? atau mas mau makan malam di sini " tanya Bianca untuk menghilangkan rasa gugup yang tiba tiba hadir.
" boleh, kebetulan mas belum makan malam " ucap Rafael tapi sorot matanya malah menatap belahan pepaya Bianca yang terlihat menyembul.
" apa kamu sudah menikah lagi bi ?" tanya Rafael saat terlintas pikiran nakalnya pada Bianca.
" belum mas, bi belum merasa ada yang cocok di hati " ucap Bianca sambil menikmati Rafael yang masih terlihat asik menatap tubuh Bianca yang semakin berisi.
Sedangkan saat ini Narendra sudah duduk di hadapan kedua orang tuanya yang sedari tadi menunggu apa yang di sampaikan Narendra pada mereka.
__ADS_1
" ren sebenarnya kamu mau bicara masalah apa ?" tanya papa Arkan yang sudah lebih dari sepuluh menit menunggu Rendra untuk membuka suara.
" iya ren, jika memang tidak ada yang ingin si sampaikan ibu mau tidur ngantuk " ucap mama Alexi.
" Rendra mau langsung menikahi Ayumi " ucap Rendra dengan satu tarikan nafas.
" kamu yakin sayang ? tidak ingin menunggu Ayumi lebih segar ?" ucap mama Alexi yang sebenarnya setuju dengan hubungan Ayumi dan anaknya.
" yakin mah pah, Rendra tidak memerlukan pesta yang megah atau apapun tapi yang Rendra inginkan hanya Ayumi dan anak anaknya " ucap Rendra sangat yakin.
" baik lah jika kamu sudah yakin, kita akan datang melamar kan Ayumi untuk kamu dan setelah satu bulan kita akan menikah kan kamu dengan ayumi " ucap papa Arkan.
" tapi Ayumi ingin Rendra menikahinya satu Minggu lagi " ucap Narendra, tapi reaksi papa dan mama Rendra sungguh di luar dimana dengan sangat mudah merak menyanggupi apa yang di inginkan putranya dan juga calon menantunya.
" baik lah jika itu mau kamu, papa dan mama akan menyiapkan semuanya untuk kamu dan juga untuk Ayumi " ucap papa Arkan.
Lain lagi dengan Ayumi yang kini sedang memantapkan hatinya menerima Narendra untuk menjadi suaminya.
" ya tuhan semoga ini yang terbaik untukku dan anak anakku kedepannya " doa Ayumi sambil membelai pipi Al dan juga Ay
" dan aku berharap setelah pernikahan ku dan Kak Narendra mas rafael benar benar berhenti mengusikku dan anak anak " ucap Ayumi.
Mungkin banyak yang mengira Ayumi itu wanita lemah atau lebih tepatnya plin-plan tapi bagi Ayumi waktu Lima tahun bukanlah waktu yang sebentar dimana selama ini banyak sekali kenangan baik itu manis atau buruk.
Jadi meski Ayumi sudah banyak di sakiti dan di khianati tetap saja ada kesedihan dalam dirinya saat harus mengakhiri pernikahan nya bahkan dengan perselisihan yang masih belum selesai hingga saat ini.
✍️✍️✍️ maaf ya.. akhir akhir ini up ya ngga teratur 🙏🙏
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha lebih semangat lagi.
Love you moreeeee 😍😍🌹
__ADS_1