Aku Tidak Mau Dimadu? (Pilih Aku Atau Dia)

Aku Tidak Mau Dimadu? (Pilih Aku Atau Dia)
Rencana Bianca


__ADS_3

Narendra benar benar mencarikan soto mie Bogor untuk Ayumi tapi iya tidak memikirkan cara memberikan makanan ini setelah iya mendapatkan nya.


" ah nanti saja di pikirkan alasannya saat bertemu dengan Ayumi nanti " ucap Narendra yang kini sudah memajukan mobilnya ke arah rumah Ayumi sesuai alamat yang di berikan Ica padanya.


Narendra baru saja menghentikan mobilnya tepat di halaman rumah Ayumi, terbersit dalam hatinya rasa kurang percaya diri untuk bisa bertemu dengan Ayumi, tapi saat melihat soto mie dan perjuangannya mendapatkan itu membuat tekad Narendra kembali menyala.


Melihat handphone yang berada di atas dashboard mobil membuat Narendra mendapatkan ide bagaimana cara untuk bisa bertemu dengan Ayumi.


Sedangkan Ayumi yang dari tadi membayangkan bagaimana enaknya soto mie semakin menginginkan hingga membuat Ayumi tidak bisa memejamkan matanya.


Ting... bunyi notifikasi handphone Ayumi membuyarkan lamunan Ayumi tentang soto mie.


" kak Narendra ? mau apa ?" tanya Ayumi pada dirinya sendiri saat melihat nama Narendra muncul di handphone nya.


" umi.. tiba tiba aku ingin membelikan mu soto Bogor, kamu turun ya aku ada di depan rumah " bunyi pesan Narendra pada Ayumi.


Tanpa pikir panjang Ayumi langsung keluar dari kamarnya menuju lantai bawah dan mencari keberadaan Narendra di halaman rumahnya.


tin tin tin


Narendra membunyikan klakson mobilnya agar Ayumi tau dimana posisinya.


" kak .. " Ayumi benar benar tidak percaya jika Narendra ada di hadapannya sambil menyodorkan soto mi yang dari tadi ada di bayangan ayumi.


" buat kamu sama si kecil " ucap narendra tanpa membuka mobilnya seolah hanya ingin memberikan makanan yang iya bawa saja pada Ayumi.


" kok kakak tau kalau Ayumi lagi mau ini " ucap Ayumi sambil mengangkat soto yang sudah berpindah tangan padanya.


" entah lah, Kaka pulang dulu ya '


"jaga diri sama kesehatan kamu dan si kecil " ucap narendra yang sudah menyalakan mobilnya.


Ayumi hanya bisa menatap kepergian narendra yang benar benar menjaga batasannya dengan dirinya.

__ADS_1


" semoga kakak mendapatkan istri yang kelak bisa mencintai Kaka tanpa memandang apa yang kakak punya " ucap Ayumi yang sedikit banyak tau tentang perjalanan cinta Narendra yang sampai sekarang masih belum menikah meski usianya sudah masuk kepala tiga.


Ayumi pun mulai menikmati apa yang di bawakan Narendra yang ternyata sesuai dengan yang iya bayangkan.


" kamu harus kuat sayang.. meski bukan ayah mu sendiri yang mengabulkan semua keinginan mu tapi setidaknya ada orang baik yang masih perhatian pada kita


Pagi pun menyapa setiap insan yang masih bernyawa di muka bumi ini tak terkecuali Rafael yang baru saja membuka matanya setelah cahaya matahari menembus sela sela jendela kamar Bianca.


" mas sudah bangun " ucap Bianca yang baru saja meletakan kopi hitam favorit Rafael.


" hemm .. " ucap Rafael yang malah kembali memejamkan matanya,


" mas bangun .. kita harus mencari cara untuk bisa mengambil apa yang memang menjadi hak mas " ucap Bianca yang terus mencoba membangunkan Rafael.


" kamu saja yang pikirkan, mas hany menjalankan apa yang kamu rencanakan " setelah mengucapkan itu Rafael malah menyembunyikan wajahnya ke dalam perut Bianca.


" mas yakin akan melakukan apapun yang Bianca rencanakan ?" tanya Bianca sambil membelai rambut Rafael.


" hemm " Bianca tersenyum penuh misteri setelah mendengar jawaban dari Rafael yang memasrahkan semuanya padanya.


Rafael membuka matanya saat mendengar kata rumah Ayumi, bahkan seingatnya iya bisa memasuki rumah itu adalah sekitar sepuluh hari yang lalu. Pernah terbersit dalam ingatan nya di mana Rafael Merindukan kenangan manisnya bersama Ayumi dulu tapi kini hanya tinggal kenangan.


" untuk apa ke rumah itu ?" tanya Rafael yang masih belum tau tujuan Bianca mengajaknya datang kerumah dirinya dan Ayumi.


" bi hanya ingin tau seberapa besar rumah yang mas tempati bernama Ayumi, jadi bi bisa menwarkan harga yang bagus nanti pada orang yang akan membeli rumah itu ?"


Rafael menatap tak percaya akan jalan pikiran Bianca yang akan menjual barang yang jelas jelas harta yang di beri.


" tapi rumah itu adalah Mahar yang mas berikan pada Ayumi dulu " ucap Rafael yang belum setuju dengan apa yang di rencanakan Bianca pun berusaha mencegahnya.


" lalu apa harta yang lain yang kalian miliki selain rumah itu ?" tanya Bianca yang mulai mengorek harta yang di milik Rafael dan Bianca.


" mobil mas sama mobil Ayumi, lalu tabungan masa depan mas dan Ayumi yang ATM sama buku tabungannya di pegang oleh Ayumi " ucap Rafael tanpa menaruh curiga sedikitpun saat Bianca mulai mengorek apa saja harta yang dimiliki oleh nya.

__ADS_1


" kalo ruko yang Ayumi tempati, itu milik siapa?" tanya Bianca


" ruko itu milik Ayumi sendiri, bahkan Yumi membeli secara Ayumi "


" lalu apa yang mas punya selain ular sanca kebanggan mas itu " ucap Bianca yang mulai kesal karena ternyata Rafael jauh dari yang iya bayangkan.


" mas punya kamu, apa itu belum cukup ? toh mas masih kerja dan jabatan mas juga lumayan tinggi jadi mas jamin kamu tidak akan kekurangan sesuatu " ucap Rafael sambil duduk di samping Bianca.


Bianca hanya bisa pura pura tersenyum meski sebenarnya hatinya sedang memikirkan cara agar apa yang di miliki Ayumi bisa iya dapatkan bagaimana pun caranya.


Tapi iya tiba tiba saja mengingat jika Ayumi sedang mengandung dan mungkin dengan alasan itu bisa iya jadikan senjata untuk bisa mendapatkan harta Rafael yang di miliki oleh Ayumi.


" sayang .. jadi lihat rumah Ayumi ? siapa tau Ayumi hari ini ada di rumahnya " ucap Rafael yang beranjak ke kamar mandi untuk bersiap pergi.


" ok bi akan bersiap dan bi harap Ayumi ada di rumahnya " ucap Bianca yang langsung berganti pakaian yang sangat cocok untuk iya pakai agar bisa mengintimidasi kepercayaan diri Ayumi.


Setelah lebih dari satu jam bersiap dan juga sarapan pagi, Bianca dan rafael kini bersiap untuk menuju rumah Rafael dan Ayumi dulu. hanya butuh waktu empat puluh menit kini Rafael sudah menghentikan mobilnya di depan rumah nya dulu bersama Ayumi.


Rafael termenung melihat rumah yang dulu di penuhi dengan cinta dah kenangannya bersama Ayumi, bahkan tiga bulan lalu rumah ini masih terasa hangat karena Ayumi yang masih belum mengetahui hubungannya dengan Bianca.


" ayo mas turun, seperti nya pintu rumah itu terbuka dan bi harap Ayumi ada di rumah " ucap Bianca yang bersiap untuk turun.


" tunggu " Rafael menghentikan Bianca yang ingin turun dari mobilnya karena melihat Ayumi yang baru saja keluar dari rumah mereka bersama dengan kedua orang tuanya.


" ayo mas turun, mumpung Ayumi ada di sana karena ada yang mau bi sampaikan sama Ayumi " ucap Bianca yang langsung turun setelah mengucapkan itu pada Rafael.


" AYUMI....


✍️✍️✍️ kira kira apa yang akan di sampaikan Bianca pada Ayumi..🤔🤔


Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha lebih semangat lagi.

__ADS_1


Love you moreeeee 😍😍🌹


__ADS_2