Aku Tidak Mau Dimadu? (Pilih Aku Atau Dia)

Aku Tidak Mau Dimadu? (Pilih Aku Atau Dia)
Lempar Batu Sembunyi Tangan..


__ADS_3

Rafael yang penasaran kenapa Ayumi sampai bertindak seperti itu pun memilih menemui Ayumi di rumah kedua orang tuanya. Tanpa banyak bicara Rafael mengambil kunci mobil dan bersiap pergi ke rumah Ayumi.


" yah ..Bu.. El tinggal dulu ya, El mau ketemu sama Ayumi " ucap Rafael tanpa mendengar jawaban ayah dan ibunya.


" mas .." Bianca menghentikan Rafael yang akan pergi tanpa bicara padanya lebih dulu.


" tunggu di rumah, ada yang harus mas urus dulu " ucap Rafael sambil melepaskan tangan Bianca yang masih memeganginya.


" tapi kamu mau kemana mas ?" tanya Bianca yang sangat takut di tinggal oleh Rafael.


" mas mau ketemu Ayumi " ucap Rafael sambil meninggalkan Bianca yang malah termenung saat mendengar jika Rafael akan menemui Ayumi


" bi ikut " ucap Bianca yang malah ikut menaiki mobil Rafael


" kamu di rumah saja, bereskan barang yang akan kita bawa " ucap Rafael yang kini menatap tajam Bianca.


" ya Rafael benar bawa barang yang kamu bawa saat memasuki rumah ini, dan Rafael akan kembali tinggal bersama kami " ucap ayah Candra yang tidak rela memiliki menantu seperti Bianca.


Rafael pun meninggalkan rumahnya menuju rumah kedua orangtuanya Ayumi karena iya yakin jika Ayumi ada sana.


Hampir satu jam setengah Rafael mengemudikan mobilnya menuju rumah papa dan mama Ayumi dengan hati yang was was, bagaimana jika nanti Ayumi menolak untuk bertemu dengan nya.


" semoga Ayumi mau menemui ku " ucap Rafael yang baru saja turun dari mobilnya saat sudah berada di halaman rumah Ayumi.


Rafael berjalan menuju rumah Ayumi dan langsung mengetuk pintu nya berharap Ayumi ada di sana.


tok tok tok


Rafael masih mengetuk pintunya rumah papa Satya, dan tak lama papa Satya pun membuka pintu rumahnya tapi tak mengijinkan Rafael masuk ke rumah nya.


" pah.. " Rafael yang ingin menyalami papa Satya pun harus bisa menerima saat papa Satya menolak uluran tangannya.


" pah.. ada Ayumi ?" tanya Rafael langsung, papa Satya yang tau tujuan Rafael datang ke rumahnya pun hanya bisa tersenyum sinis menatap Rafael.

__ADS_1


" untuk apa ?" tanya papa Satya yang tak ingin anaknya di sakiti lagi oleh orang lain.


" ada yang mau Rafael tanyakan pada Ayumi " ucap Rafael sambil melihat ke arah dalam rumah berharap bisa melihat Ayumi di dalam rumah.


" jika yang ingin kamu tanyakan ini ada sangkut pautnya dengan rumah, tidak usah bertemu Ayumi papa bisa menjawabnya " ucap papa Satya sambil duduk di kursi yang tersedia di teras rumahnya.


" iya Rafael ingin menanyakan kenapa Ayumi menjual rumah itu, padahal Ayumi tau jika rumah itu Rafael tempati " ucap Rafael yang masih belum merasa bersalah.


" kamu itu lucu El.. " ucap papa Satya sambil tersenyum mentertawakan kebodohan Rafael.


" rumah itu kamu berikan sebagai mahar pada Ayumi, dan rumah itu sudah melalui banyak perubahan bahkan rombakan dengan uang hasil usaha Ayumi sendiri hingga bisa jadi semegah itu " ucap papa Satya.


" jadi sudah sewajarnya Ayumi bebas melakukan apapun pada rumah nya sendiri, karena itu hak dia " ucap papa Satya.


deggg


Baru kali ini papa Satya berbicara setajam itu padanya, ya dulu saat Rafael memberikan rumah itu untuk Ayumi sebagai mahar hanya berupa rumah biasa satu lantai, dan memang sangat jelas jauh perbedaannya pada saat itu dan sekarang.


" lalu di mana Ayumi pah ?" tanya Rafael yang ingin meminta uangnya yang iya simpan sebagai tabungan masa depan.


" Rafael berhak menemui Ayumi pah " ucap Rafael yang malam bangun dari duduknya karena merasa di halangi saat ingin bertemu dengan Ayumi.


" HAK " bentak papa Satya sambil menatap tajam Rafael yang masih berdiri di hadapan papa Satya.


" hak apa yang kamu maksud ? hak untuk terus menyakiti dan mengkhianati Ayumi iya ?" tanya papa Satya yang tak rela Ayumi bertemu dengan Rafael.


" tapi Rafael masih suami Ayumi setidaknya sampai anak yang Ayumi kandung lahir " ucap Rafael yang menjadikan anak sebagai alasan untuk bisa terus mengikat Ayumi.


" kamu tuh benar benar lucu El " papa Satya masih bersikap santai menghadapi Rafael yang sepertinya sedang ke bakaran jenggot.


" mana ada suami yang rela istrinya di hina oleh perempuan lain apa lagi yang menghina istri kamu itu selingkuhan kamu sendiri " ucap papa Satya yang masih mengingat bagaimana Rafael yang hanya diam saja saat Bianca menghina Ayumi.


" tapi pah, izinkan Rafael menemui Ayumi sekali ini saja " ucap Rafael yang masih belum menyerah ingin bisa bertemu dengan Ayumi.

__ADS_1


" memang apa yang ingin kamu bicarakan lagi mas " tanya Ayumi yang dari tadi mendengarkan semua perdebatan antara Rafael dan papanya.


" sayang .. mas kangen " ucap Rafael yang ingin memeluk Ayumi, tapi Ayumi menghindari pelukan Rafael sehingga Rafael hanya bisa memeluk angin.


" bicara langsung saja mas " ucap Ayumi yang kini sedang berdiri di samping papanya.


" kenapa kamu menjual rumah itu sayang ?" ucap Rafael yang ingin memastikan jika yang di sampaikan papa mertua nya memang benar.


" papa tadi sudah jelaskan kan, jadi apa lagi yang ingin mas tanyakan ?" karena Ayumi tau tujuan kedatangan Rafael itu bukan hanya tentang rumah itu saja.


" apa mas ingin uang tabungan masa depan anak anak kita kelak " tanya Ayumi langsung dan secara reflex Rafael menganggukkan wajahnya.


Ayumi hanya bisa geleng-geleng kepala melihat Rafael yang seolah buta dan haus akan harta dan naf su duniawi. Kini sudah hilang Rafael yang dulu bisa Ayumi jadikan panutan dalam hidup yang bisa menjadi imam yang baik bagi dirinya.


" mas akan mengetahui nya saat anak ini lahir dan setelah kita mengurus proses perceraian kita secara resmi " ucap Ayumi.


" kenapa harus menunggu nanti untuk menyampaikan semuanya " tanya Rafael karena setidaknya iya harus menunggu sekitar lima bulan untuk menunggu anak ini lahir dan dua bulan lagi untuk proses perceraian mereka nanti.


" nanti mas juga akan tau, yang pasti Ayumi tidak akan menyentuh yang tabungan itu jika memang itu yang masih khawatir kan "


Setelah mengucapkan itu Ayumi pun masuk ke dalam rumah nya lagi tapi kembali terhenti setelah mendengar ucapan Rafael.


" apa karena anak itu bukan anak mas, jadi kamu menunda memberitahu alasannya agar kamu memiliki waktu untuk menghilangkan jejak perselingkuhan kamu juga " ucap Rafael yang mengingat ucapan Bianca dulu yang mengatakan jika mungkin saja Ayumi juga berselingkuh.


" RAFAEL SAMUDRA JAGA BICARAMU !!! bentak papa Satya yang begitu tidak terima karakter. anaknya di pertanyakan.


" JUJUR SAJA AYUMI JIKA KITA MEMANG SAMA SAMA BERSELINGKUH !!


✍️✍️✍️ Terkadang saat seseorang terpojok maka segala cara akan iya lakukan termasuk memutar balikan fakta atau mengatakan apa yang di sampaikan orang yang memang ingin semakin merusak hubungan nya.


Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha lebih semangat lagi.

__ADS_1


Love you moreeeee 😍😍🌹


__ADS_2