
Bianca kini tau kenapa Rafael berubah seolah tidak tertarik lagi padanya, ada wanita lain yang membuat Rafael penasaran.
" jadi dia yang membuat kamu berubah dingin padaku mas ? tanya Bianca sambil menarik maira agar tidak bisa keluar dari ruangan Rafael.
" BI CUKUP " bentak Rafael dan menarik maira agar berada di dekatnya.
" lepas El " maira melepaskan tangan Rafael yang masih memegang tangannya.
" aku tidak peduli apa yang kalian ributkan, dan sebaiknya kalian selesaikan secara dewasa " setelah mengucapkan itu maira pun berlalu keluar dari ruangan Rafael dan membiarkan Bianca ada di sana.
" mas, benar kan kamu ninggalin aku karena dia ?" tanya ulang Bianca sambil menatap wajah Rafael.
" tidak semuanya karena maira, tapi ada sikap yang mas ngga suka dari kamu yang membuat mas harus melepaskan kamu bahkan sebelum ada ikatan yang resmi di antara kita " ucap Rafael sambil mendudukkan diri di kursinya lagi.
" sikap mana ?" tanya Bianca yang masih belum percaya dengan apa yang menjadi dasar alasan Rafael meninggalkan nya.
" kalo gara gara Bianca yang membicarakan masalah uang, itu semua karena bi kesal dengan mas yang masih terus mencari alasan untuk tidak menikahi bi "
" sebenarnya jika memang mas berniat menikahi bi lagi kita bisa melakukan nikah siri seperti sebelumnya, tapi tidak mas memilih hubungan tanpa status dengan bi " ucap Bianca yang sudah tidak bisa menahan air matanya.
" hubungan tanpa status ini memudahkan mas untuk kapan saja meninggalkan bi, tapi sangat merugikan untuk bi " ucap Bianca yang kini sudah terduduk menahan sesak di dadanya.
" bi sadar jika niat awal bi ingin bisa menguasai mas dan bisa meninggalkan Ayumi agar bi bisa menjadi istri satu satunya untuk mas itu salah " ucap Bianca yang masih berurai air mata.
" bi juga sadar jika selama cara bi untuk mendekati mas juga salah "
Rafael yang tidak tega melihat Bianca yang sudah berlinang air mata pun mendekati Bianca dan menghapus air mata yang masih mengalir di pipinya.
" tapi apa kah setelah kebersamaan kita selama ini tidak bisa membuat mas mencintai bi, seperti mas yang begitu mencintai Ayumi " ucap Bianca yang merenggangkan pelukan Rafael.
" apa memang sudah tidak ada kesempatan untuk kita agar bisa bersama ?" ucap Bianca yang kini kembali menatap Rafael yang dari tadi hanya menjadi pendengar setia.
" mas akan menikahi kamu tapi kamu harus mengijinkan jika mas kelak akan menikahi maira " Bianca yang mendengar apa yang di sampaikan Rafael pun menatap penuh kecewa.
" kenapa ?" tanya Bianca yang tak ingin kembali di madu.
__ADS_1
" apa tidak cukup dua tahun bi berbagi mas dengan Ayumi dan kini setelah Ayumi mau melepaskan mas, kini datang lagi maira yang akan membuat perhatian mas terbagi " ucap Bianca.
" karena mas yakin jika maira juga mempunyai anak hasil hubungan kami dulu " ucap Rafael tanpa rasa malu mengakui kebejatan nya.
" baik lah, tapi bi ingin mas menikahi bi secepatnya " ucap bi sambil menghapus air mata nya, biarlah soal maira iya pikirkan nanti yang terpenting Rafael masih mau menikahi nya lagi.
Jika kalian pikir apa kelebihan rafael, jawabnya tidak ada Rafael hanyalah laki laki biasa yang memiliki kekayaan yang standar dengan penghasilan yang lumayan tinggi sehingga untuk menghidupi dua istri masih mampu Rafael lakukan.
Tapi Bianca melihat jika Rafael adalah laki laki yang di takdirkan tuhan untuknya baik dan buruknya Rafael iya akan tetap menerimanya.
" ya sudah bi pulang dulu ya, dan Bianca akan menunggu mas pulang dan membawa seseorang yang bisa menikah kan kita lagi " ucap Bianca sambil mencium pipi Rafael.
" makasih mas, sudah mau memberi kesempatan untuk kita bisa kembali " bisik Bianca di telinga Rafael.
Bianca pun keluar dari ruangan Rafael dengan senyum yang mengembang sempurna, bahkan maira pun sampai tak percaya akan perubahan mood wanita di hadapan nya.
" kamu maira ?" tanya Bianca yang berhenti tepat di hadapan maira.
" iya, apa saya mengenal anda ?" tanya maira yang memang merasa tidak mengenali wanita di hadapan nya ini.
" oh.. selamat atas kehamilannya, saya harap anda tidak di tinggalkan Rafael jika tau anda sedang hamil " ucap maira yang mengingat jika iya juga pernah merasakan apa yang di sampaikan tadi.
" mas Rafael sudah tau jika saya hamil dan dia tidak keberatan dengan kehamilan saya "
ucap Bianca sambil berlalu pergi .
Maira pun hanya bisa geleng-geleng kepala melihat Bianca yang sengaja memprovokasi diri nya.
" ayo Mai kita masuk, Pak Rafael pasti sudah menunggu mu " ucap asisten lama Rafael.
" tunggu, apa wanita tadi sering datang ke sini ?" tanya Bianca sambil mengikuti atasannya.
" tidak, dan saya tidak ingin ikut campur tentang hubungan mereka "
" oh.. iya maaf " ucap Maira yang merasa tidak enak hati.
__ADS_1
Tiba tiba saja Rafael mengingat Ayumi yang mungkin semakin dekat dengan Narendra.
' sayang .. apakah sudah tidak ada lagi kesempatan untuk mas, apa memang mas harus menikahi Bianca lagi ?" tanya Rafael pada Poto Ayumi yang masih tersimpan rapi di galeri handphone nya.
Hari ini Rafael benar benar tidak bisa konsentrasi dalam bekerja, yang di pikirkan nya hanya Bianca yang masih berusaha meminta untuk mereka agar bisa kembali menikah.
Hingga waktu pun berlalu begitu cepat hingga Rafael yang sudah bisa kembali fokus pada pekerjaan nya.
" pak sudah sore, apa ada yang harus saya kerjakan " tanya Maira.
" kamu sudah selesai ?" tanya Rafael yang bangkit dari kursi kebesaraannya menuju sofa yang ada di sana.
" sudah, memang ada yang ingin bapak sampaikan pada saya ?" tanya maira yang kali sudah berdiri menghadap Rafael dengan meja sebagai penghalang.
" aku masih penasaran pada anak laki laki yang saat itu memanggil kamu dengan sebutan ibu " ucap Rafael yang sedari tadi begitu gelisah.
" sudah ku bilang jika Rama itu anak ku dan akan selamanya menjadi anakku " ucap maira yang masih berdiri di hadapan Rafael.
" jadi namanya Rama, Rafael dan maira, iya kan ?' sedangkan maira yang mendengar langsung memalingkan wajahnya tak berani menatap rafael.
" apa Rama pernah bertanya kenapa aku tidak pernah datang atau pun menemuinya ?" ucap Rafael sambil bangkit dari duduknya dan berjalan mendekati maira.
" apa dia tidak ingin bertemu ayah nya? dan apakah aku tidak bisa memeluk anakku sendiri " ucap Rafael sambil menghapus air mata maira.
" ya.. Rama selalu menanyakan ayahnya, bahkan saat aku bertemu dengan mu tanpa di sengaja pun Rama sudah bisa langsung menebak jika yang ada di hadapannya nya adalah ayahnya..
" kenapa kamu ngga bilang jika kamu hamil saat itu..
✍️✍️✍️ apakah maira akan menceritakan semuanya 🤔🤔 dan apakah Rafael akan kembali menikah dengan Bianca 🤔🤔
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha lebih semangat lagi.
Love you moreeeee 😍😍😍
__ADS_1