Aku Tidak Mau Dimadu? (Pilih Aku Atau Dia)

Aku Tidak Mau Dimadu? (Pilih Aku Atau Dia)
Menutup Diri


__ADS_3

Ayumi yang masih betah menikmati kesendirian nya masih memilih tinggal di lantai dua toko kue nya, bahkan untuk pertama kalinya Ayumi pun mengabaikan telepon dari kedua orang tua nya dan juga mertuanya yang memintanya datang ke rumah mereka malam ini.


Ya sebenarnya bukan hanya Rafael yang di pinta untuk datang ke rumah orang tua nya tapi Ayumi juga.


" El.. tolong jelaskan sekarang juga " ucap mama Aisyah yang sudah tidak sabar Mendengar penjelasan dari menantunya.


Rafael pun melihat video yang ternyata kejadian saat Ayumi keluar dari rumah sakit waktu itu sedangkan foto ini adalah foto saat dirinya dirinya menjemput Bianca saat dirinya akan pergi keluar kota dan juga foto dimana Rafael dan Bianca masuk kamar hotel bersama Bianca.


" bukankah malam itu kamu sudah menceraikan wanita itu " tanya mama Aisyah yang tidak bisa membayangkan bagaimana sakitnya Ayumi saat kejadian itu.


" kenapa dalam video itu kamu hanya diam tanpa ada usaha membantah atau menghentikan wanita itu ?" ucap papa Satya yang ikut kecewa dengan sikap yang di tunjukan menantunya.


" tapi pah, kejadian itu begitu cepat pikiran Rafael saat itu hany ingin menenangkan Revan dan saat akan menghentikan semuanya Ayumi sudah memilih pergi meninggalkan Rafael " ucap Rafael mencari alasan.


" Revan anak dari wanita itu ?" tanya ibu Silvy pada putranya sedangkan rafael hanya mengangguk.


" apa kamu lupa jika Ayumi juga sedang hamil anak kandung kamu !!" ucap mama Aisyah yang geram dengan tindakan yang di ambil Rafael dimana Rafael lebih mementingkan anak orang lain dari pada anak dan istrinya sendiri.


Rafael hanya bisa menunduk karena tau jika tidak ada gunanya dirinya membela diri.


" El .." papa Satya yang ingin sekali memberi pelajaran pada menantunya hanya bisa menahan semuanya dengan saling mere masukan kedua tangannya sebagai penyaluran emosi nya.


" kemarin siang papa sempat menasehati mu kan saat kita bertemu di luar kota, tapi nasihat papa hanya kamu jadikan angin lalu tanpa ada niatan dari dirimu untuk memperbaiki diri" ucap papa Satya.


" jadi mulai detik ini jangan pernah dekati anak dan calon cucu papa " setelah mengucapkan itu papa Satya pun bangkit di ikuti mama Aisyah yang ikut bangkit dari duduknya.


" pak Bu.. kita bisa bicarakan semua ini baik baik " ucap ibu Silvy mencoba menghentikan besannya yang ingin memutuskan hubungan kekerabatan mereka.


" maaf Bu Silvy tapi saya sudah sangat kecewa dengan sikap Rafael yang berani mengkhianati Ayumi dan lebih membela anak wanita lain dari pada anak dan istrinya " ucap mama Aisyah yang mulai berjalan meninggalkan Rafael dan keluarga nya.


" Rafael yakin bisa membuat Ayumi memaafkan Rafael " ucap Rafael sombong, papa dan mama Ayumi malah tersenyum mengejek dari pada tersenyum mendukung.

__ADS_1


Papa Satya pun berhenti dan berbalik menatap menantu nya yang mungkin akan menjadi mantan menantu nya.


" ternyata kamu sama sekali tidak mengenal dan memahami sifat dan watak Ayumi, istri yang kamu nikahi " setelah mengucapkan itu papa Satya pun meninggalkan rumah orang tua Rafael tanpa berpamitan seperti biasanya.


bugg


Ayah Candra yang Kecewa dengan kelakuan anaknya pun sudah tidak bisa menahan diri lagi untuk tidak menghajar putranya yang telah dengan tega menyakiti hati ayumi.


" tenang yah " ucap Bu Silvy mencoba mengehentikan suaminya yang masih ingin menghajar putra nya sendiri.


" entah apa yang di lakukan wanita itu sampai sampai Rafael bisa jadi laki laki bodoh seperti ini " ucap ayah Candra lagi dan tak lama pergi meninggalkan anak dan istrinya menuju kamarnya sendiri.


" El.. kenapa kamu tega melakukan itu El ?" tanya ibu Silvy pada putranya yang kini sudut bibir Rafael sudah mulai terlihat membiru.


" apa kamu rela jika ibu di perlakukan hal yang sama oleh ayahmu ?" ucap Bu Silvy sambil berurai air mata menyesali apa yang sudah di lakukan putranya pada istri nya yang sedang mengandung anak mereka.


" maaf Bu..' ucap Rafael sambil berlutut di hadapan ibu kandung nya, sungguh Rafael tidak bisa membayangkan apa yang akan di lakukan oleh nya jika sampai ayahnya melakukan hal yang sama.


Rafael pun bangkit dari berlutut nya sambil melihat ibunya yang sudah memasuki kamar nya bersama sang ayah.


" kenapa jadi seperti ini sih " ucap Rafael sambil mengacak acak rambutnya dan berjalan menuju kamarnya yang ada di rumah atau dan ibunya.


Sedangkan Ayumi saat ini sedang memikirkan kan tinggal dimana dirinya karena tidak mungkin selamanya dirinya akan tinggal di lantai dua toko kuenya.


' coba nanti aku cari kontrakan atau apartemen yang dekat dengan toko kue nya '


gumam Ayumi yang kini sedang merebahkan tubuhnya di atas sofa ruang kerjanya.


drrrtt drrrtt


Handphone Ayumi bergetar tanda ada telepon masuk tapi Ayumi masih enggan mengangkat telepon dari siapapun itu seolah menikmati kesendirian nya.

__ADS_1


Tapi lagi lagi getaran dari handphone nya mengusik ketenangan dirinya, mau tak mau pun Ayumi mengambil handphone nya dan melihat siapa yang mencoba menelpon nya.


" malaikat pelindung??" tanya Ayumi pada dirinya sendiri karena tidak merasa pernah menyimpan nomor dengan nama itu.


Karena penasaran ayumi pun mengangkat sambungan telepon nya dan ternyata dari orang yang selalu ingin bisa ada di saat Ayumi sedang membutuhkan.


huhhh


Ayumi pun hanya bisa menarik nafasnya tanpa ada niatan untuk membuka percakapan terlebih dahulu.


" mi.. umi..mau sampai kapan kamu seperti ini " ucap Narenda yang kini ada di parkiran toko kue Ayumi sambil melihat lantai dua toko ayumi yang masih menyala.


" mi.. kalo kamu tidak mau bicara juga aku akan masuk ke dalam dan akan menemani kamu di sana " ucap Narenda yang mulai kesal karena Ayumi masih memilih bungkam.


" tapi Ayumi yakin jika kakak tidak akan bisa masuk ke dalam sini, jangan kan menemani Ayumi Masuk nya aja kakak tidak akan bisa " ucap Ayumi yang sebenarnya hanya ingin mengerjai kakak kelasnya.


" kamu nantang kakak " ucap Narendra yang merasa bersyukur jika Ayumi mau menerima diri ya di saat dirinya sedang menutup diri dari orang orang disekelilingnya.


" terserah " ucap Ayumi yang langsung menutup kembali sambungan telepon nya, tanpa memikirkan jika nanti Narendra benar benar bisa masuk dan menemui dirinya.


Ting handphone Ayumi pun menyala tanda ada pesan masuk yang ternyata dari Narendra.


" mi.. jika Kaka berhasil masuk ke dalam kamu harus mengikuti apa yang kakak katakan dan putuskan ok " pesan yang di kirim Narendra yang baru saja di baca Ayumi.


Tapi Ayumi hanya tersenyum karena iya yakin jika Narendra tidak akan bisa masuk ke dalam sini jika kuncinya saja di bawa oleh Ica.


✍️✍️✍️ kira kira Narendra bisa ngga ya masuk ke dalam dan membujuk Ayumi agar keluar dari toko nya??


Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha lebih semangat lagi.

__ADS_1


love you moreeeee 😍😍🌹


__ADS_2