
Semenjak kedatangan Michela ke toko Ayumi dan setelah meminta maaf pada Narendra hubungan Ayumi dan narendra semakin harmonis dan tak terasa waktu berlalu begitu cepat.
Dan tiga hari dari sekarang adalah hari pernikahan Rafael dan Namira setelah perkenalan selama tiga bulan seperti yang di inginkan Namira waktu itu.
" Ra.. besok ikut sama mas ya.. " pinta Rafael pada Namira yang sudah bisa menerima kehadiran dirinya meski belum ada ucapan cinta atau apapun dari keduanya.
" kemana memang ?" tanya Namira saat keduanya sedang berada di ruang tamu rumah Namira, Namira duduk di kursi roda karena sampai saat ini Namira masih belum bisa menggerakkan kakinya.
" ke rumah mantan istri mas, sekalian mas mau melihat Al dan Ay meski mas tidak bisa menggendong nya tapi bagi mas melihat wajah Al dan Ay dan melihat mereka tumbuh sehat dan baik sudah lebih dari cukup buat mas " ucap Rafael
Namira merasa iba atas apa yang harus Rafael jalani, meski semuanya memang salah Rafael tapi tetap saja bagi Namira kehilangan hak sebagai seorang ayah adalah hukuman yang terlalu kejam yang di berikan mantan istrinya Rafael padanya.
" tapi apa mas ngga malu mengajak Namira bertemu mantan istri mas ?" tanya Namira yang masih merasa insecure pada dirinya sendiri.
" Ra... kamu tau .." ucap Rafael sambil memegang tangan Namira dan berlutut di hadapannya Rafael melanjutkan ucapannya.
" jika kamu berbicara seperti itu mas jadi merasa bersalah atas semua yang kamu alami " ucap Rafael yang hingga saat ini masih merasa bersalah telah mengakibatkan Namira seperti ini.
" maaf... bukan maksud Namira seperti itu, Namira hanya takut mas merasa rendah diri apalagi yang akan kita datangi mantan istri mas yang mungkin jauh lebih sempurna dari Namira " ucap Namira lagi.
" mas tidak akan pernah malu membawa kamu kemanapun dan Ayumi tidak pernah memandang rendah pada siapapun sekalipun dia membenci orang itu " ucap Rafael yang masih terlihat jelas penyesalan dalam dirinya atas apa yang di lakukannya pada Ayumi dulu.
" baik lah.. Namira mau ikut " ucap Namira setelah merasa cukup yakin jika Rafael tidak mempermasalahkan kondisinya.
Dan di sinilah Rafael dan Namira berada, di depan rumah Ayumi dan Narendra yang letaknya tidak terlalu jauh dari rumah papa Satya.
" mas apa mba ayumi ada di rumah ?" tanya Namira saat melihat rumah yang mereka datang terlihat sepi.
" sebentar mas telpon pak Narendra dulu " ucap Rafael sambil mencoba menghubungi Narendra.
Ya Narendra kini menjadi jembatan untuk Rafael agar selalu tau kondisi anak anaknya tapi tanpa sepengetahuan Ayumi karena hingga detik ini Rafael masih belum berani menemui Ayumi dan anak anaknya.
" halo .. pak Narendra ? ini saya Rafael, apa bapak ada di rumah ?" tanya Rafael lewat sambungan telepon nya dan berharap Ayumi dan anak anak nya ada di rumah.
" maaf pak Rafael.. kami semua saat ini berada di rumah papa Satya " ucap Narendra yang sebenarnya.
__ADS_1
" oh.. apa sedang ada acara ?" tanya Rafael.
" oh tidak, hanya saja Al dan Ay ingin bermain bersama Oma dan opa nya " ucap Narendra lagi.
" oh.. kalo begitu saya ke rumah papa Satya dan saya harap papa Satya masih mau menerima kehadiran saya di sana " ucap Rafael.
" baik lah saya tunggu " ucap Narendra yang sedang berkumpul bersama keluarga besar Ayumi.
" siapa By ?" tanya Ayumi yang dari tadi sedang bermain bersama Al dan ay.
" nanti juga kamu akan tau " ucap Narendra yang tidak ingin merusak mood istrinya yang sering berubah ubah.
Tapi bukannya bisa menerima apa yang di sampaikan suaminya, Ayumi malah berkaca kaca tanpa alasan yang jelas.
Papa dan mama Ayumi hanya geleng geleng kepala melihat tingkah manja dan perasa yang Ayumi tampilkan akhir akhir ini.
" ren sebaiknya kamu bawa Ayumi ke dokter kandungan, mama yakin jika ayumi saat ini sedang mengandung lagi " ucap mama Aisyah yang memang melihat perubahan dalam diri Ayumi putrinya.
" untuk apa mah, bahkan Ayumi merasa baik baik saja " ucap Ayumi yang memang kurang peka terhadap perubahan pada dirinya.
tok tok tok..
" itu dia mereka sudah datang " ucap Narendra sambil beranjak dari duduknya.
Ayumi dan kedua orang tua nya pun sedikit heran dengan tamu yang di maksud menantunya Narendra.
Tak lama terdengar suara derap langkah beberapa orang memasuki ruang keluarga di rumah papa satya.
" mi.. " suara Narendra mengalihkan semua perhatian semua yang ada di sana tak terkecuali di kembar Al dan Ay terlebih pada sosok wanita yang di dorong di kursi roda.
" By...??" berbagai pertanyaan muncul dalam benak Ayumi tapi tidak dengan orang tua Ayumi yang memang tau semua hal tentang Rafael dan wanita yang duduk di kursi roda dari Candra sahabat nya.
" iya umi .. ini Rafael dan calon istrinya " ucap Narendra setelah kembali berada di samping ayumi.
" lalu.." ucap Ayumi yang masih belum paham tujuan dari kedatangan mantan suaminya itu.
__ADS_1
"silahkan pak Rafael " ucap Narendra yang malah mempersilahkan Rafael untuk menyampaikan tujuannya datang ke rumah kedua orang Ayumi.
" ay... apa kabar.." ucap Rafael yang memang loss kontak dengan Ayumi sedangkan Ayumi hanya mengangguk tanpa mengeluarkan suara.
" ay.. aku hanya ingin meminta maaf atas semua kesalahan yang pernah aku perbuat selama ini "ucap Rafael yang terlihat penuh sesal.
" mas tau sebanyak apapun mas minta maaf tidak akan bisa mengobati rasa sakit yang pernah mas torehkan padamu " ucap Rafael lagi.
" Ayumi sudah memaafkan mas... Ayumi sudah berdamai dengan masa lalu karena tidak ada gunanya menyimpan semua luka yang pernah Ayumi rasakan selama ini " ucap Ayumi dengan senyum tulusnya.
Setelah mendengar Ayumi yang sudah memaafkan dirinya Rafael merasa pun lega dan tak lama mata Rafael menatap si kembar yang tengah asik bermain tanpa terusik dengan kehadiran dirinya.
Ayumi tau jika Rafael sedang menatap putra putri nya yang hanya sekali di sentuhnya.
" mba.. boleh saya berkenalan dengan anak anak mba " tanya Namira seolah memberi jalan kepada Rafael agar bisa dekat dengan anak anaknya.
Ayumi paham jika wanita yang duduk di kursi roda itu hany ingin membantu Rafael agar dekat dengan Rafael.
" Al.. Ay.. sini sayang.. " ucap Ayumi pada anak kembar nya, Al dan Ay pun langsung mendekati umi mereka.
" Al.. " Narendra menarik putra kecil nya agar bisa dekat dengan Rafale yang kebetulan dekat dengan nya.
" Al.. Ay . .. salim sama ayah Rafael " ucap Narendra yang menjadi penengah, Al dan Ay hanya mengikuti apa yang di perintahkan ayahnya.
Tapi Rafael langsung memeluk putra dan putrinya penuh rasa haru dan sesal terlebih pada putrinya yang baru kali ini bisa iya sentuh untuk pertama kalinya.
" makasih Ayumi.... sudah mengijinkan mas memeluk mereka " Rafael mengucapkan itu sambil memeluk anak anaknya dan air matanya pun menetes di pelupuk matanya .
✍️✍️✍️ menyimpan luka sama saja merusak hati yang kita miliki meski tidak akan mudah untuk memaafkan tapi setelah maaf itu terucap kedamaian hati yang akan kita dapat...
maaf lahir batin🙏🙏
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha lebih semangat lagi.
__ADS_1
Love you moreeeee 😍😍🌹