
Hendra menghembuskan nafas lelah ketika sudah kontrakannya. Aroma khas kamar bujangan menyambut indra penciumannya saat memasuki kamarnya, apalagi kalau bukan bau rokok bercampur apek dan pengap. Sebenarnya Hendra bukan tipe pemuda yang jorok hanya saja kontrakan dengan satu ruangan itu terlalu sempit, di tambah lagi ventilasi udara yang minim, dan dia tinggal di lantai bawah karena kontrakan yang dia tempati mempunyai dua lantai.
"Enaknya," ucap Hendra saat merebahkan diri di kasur lantai bermerk Ino*c yang berukuran tidak terlalu besar tapi cukup untuknya berguling-guling. "Oh iya ... hari i...