Anak Genius: Mendadak Jadi Mommy

Anak Genius: Mendadak Jadi Mommy
Bab 76


__ADS_3

Pagi yang indah untuk pasangan pengantin baru yang tadi malam habis melakukan ritual belah melon segar. Arkan dan Rose berpelukan di bawah selimut tebal yang menutupi tubuh keduanya yang masih polos.


"Ugh!" Rose melenguh sekaligus mendesis sakit ketika menggerakan badannya. Pangkal pahanya masih terasa nyeri dan perih membuatnya membuka mata dengan paksa. "Kenapa rasanya masih sakit ya?" gumam Rose sembari meringis sakit, lalu menatap suaminya yang masih terpejam sambil memeluknya erat.


Rose terdiam sejenak sambil menatap wajah suaminya yang terlihat sangat tampan jika di lihat dari dekat. Bibir Rose melengkung indah, seraya mengulurkan salah satu tangannya untuk menyentuh wajah Arkan. Dia menyentuh hidung mancung Arkan lalu beralih mengusap bibir tebal itu yang tadi malam mencumbunya tanpa henti dan memberikannya kenikmatan tiada terkira.


"Bibir ini ..." gumam Rose menatap bibir tebal suaminya dengan lekat. Dia mengusap bibir itu dengan ibu jarinya.


"Kenapa dengan bibirku?" tanya Arkan masih memejamkan mata, seraya menangkap tangan istrinya yang sejak tadi menari-nari di wajahnya. Tidur nyenyaknya terganggu karena ulah istrinya yang nakal ini.


"Eh, kamu sudah bangun?" Rose terkejut seraya menarik tangannya dari genggaman suaminya.


"Heum ... aku terbangun karena tanganmu tidak mau diam. Tanggung jawab!" Arkan membuka kedua matanya pelan. Hal yang dapat dia lihat saat pertama kali membuka mata adalah wajah cantik istrinya yang terlihat merona malu. Tidak menyangka dan tidak mengira jika Rose yang biasanya bersikap bar-bar kini terlihat seperti anak kucing yang sangat menggemaskan.

__ADS_1


"Maaf, maafkan aku. Tidak bermaksud untuk ..." ucapan Rose terhenti bersamaan dengan wajahnya tampak terkejut saat Arkan menarik tangannya dan mengarahkan ke benda kenyal tapi keras. "Apa ini?!" Kedua mata Rose membola sempurna saat menatap ke bawah sana, ternyata tanganya saat ini menggenggam benda pusaka milik suaminya yang besar, panjang, dan berurat. Bahkan tangannya saja tidak muat untuk mencakup benda tersebut.


"Dia yang tadi malam membuatmu merasakan surga dunia," bisik Arkan seraya menarik pinggang istrinya, hingga tubuh keduanya saling merapat tanpa jarak sama sekali.


Dua gunung kembar istrinya menempel di dadanya, membuat gairahnya pada pagi itu semakin memuncak. "Satu ronde boleh nggak?" bisik Arkan  dengan sensual tepat di depan bibir manis istrinya.


"Tapi, masih sakit," jawab Rose jujur.


"Aku janji akan pelan-pelan," bujuk Arkan yang sudah tidak kuat menahan gairahnya. Di tambah lagi so botak sudah menganggukkan kepalanya berulang kali sambil meneteskan air liur, bertanda kalau sudah tidak sabar bertemu soulmate-nya.


"Yeah!" Arkan bersorak di dalam hati, kemudian tanpa membuang waktu dia langsung menindih istrinya seraya mencaplok pucuk gunung kembar milik Rose dengan rakusnya. Dan pagi hari itu di awali dengan adegan panas dan romantis. Suara desahaan dan lenguhan saling bersahutan menandakan kalau keduanya saling menikmati penyatuan tersebut yang membuat keduanya semakin candu.


Tapi, kenikmatan yang mereka rasakan harus terjeda ketika mendengar suara ketukan pintu dibareng dengan suara teriakan Mika dari luar kamar hotel.

__ADS_1


"Daddy, Mommy!" teriak Mika berulang kali.


Arkan dan Rose yang sedang enak-enak pun saling pandang karena panik, "gimana, lanjut nggak?" tanya Arkan pada istrinya.


"Ada Mika," jawab Rose, seraya mendorong dada bidang suaminya.


"Biarkan saja, tanggung. Ada Mama, Papa, dan Ibu yang mengurusnya." Arkan kembali memompa tubuh istrinya dengan cepat, membuat Rose kembali mendesaah tidak karuan.


"Daddy!!!!" teriak Mika sambil menggedor pintu sangat kuat.


"Dua menit lagi," bisik Arkan sambil terus bergerak cepat untuk menuntaskan hasratnya. Sedangkan Rose hanya bisa pasrah saat suaminya masih bergerak naik turun di atasnya.


***

__ADS_1


Panik nggak ... panik nggak?😂


__ADS_2