Anak Genius: Mendadak Jadi Mommy

Anak Genius: Mendadak Jadi Mommy
Bab 82


__ADS_3

Ting!


Ponsel Willia bergetar pendek menandakan ada notifikasi pesan masuk. Willia yang sedang fokus menyetir mobil segera mengambil ponselnya dari dasboard mobil, melihat nama Arkan tertera di layar ponselnya membuat bibirnya melengkung tipis, namun senyuman di bibirnya langsung sirna saat melihat pesan singkat di sertai bukti transfer dari Arkan.


'Aku membayar harga sewa villamu full, anggap ini sebagai ganti rugi karena aku tidak jadi menginap di sana. Dan maaf, aku ingin menjaga perasaan istriku karena aku sangat mencintainya bukan karena wajahnya mirip dengan mendiang istriku. Aku harap kau mengerti!" 


Pesan singkat yang di kirimkan oleh Arkan begitu menusuk hati Willia. Wanita cantik itu menghela nafas panjang lalu meletakkan kembali ponselnya ke dasboard mobil. "Ternyata dia sudah move on dari mendiang istrinya. Tidak aku sangka Arkan sangat mencintai wanita itu," gumam Willia seraya mencengkram setir mobilnya dengan kuat.


Sementara itu. Di kamar hotel tempat pengantin baru menginap. Arkan menatap layar ponselnya, pesan yang di kirimkan pada Willia sudah terkirim dan di baca. Namun sepertinya wanita itu tidak berniat membalas pesannya, terlihat dari riwayat room chat terakhir yang dia lihat.


"Sayang, kenapa dari tadi menatap layar ponsel? Apakah  di layar ponsel itu ada hal yang lebih menarik dari aku?" tanya Rose seraya memeluk suaminya dari belakang, mengendus punggung Arkan dan menciuminya berulang kali. Rasanya dia sudah candu dengan aroma maskulin dan kehangatan suaminya. Rose bawaanya pengen nemplok terus.

__ADS_1


Arkan tersenyum melihat sikap istrinya, kemudian membalik badannya, menghadap istrinya yang terlihat sangat cantik. "Tidak ada hal yang menarik selain dirimu, Sayang.  Emh ... aku hanya memberikan ganti rugi pada Willia," ucap Arkan seraya menunjukkan layar ponselnya karena dia tidak ingin menyembunyikan apa pun dari istrinya.


Bibir Rose cemberut saat melihat uang yang di transfer suaminya ke rekening wanita itu. Tapi, tak berselang lama bibirnya mengembang dan wajahnya kembali ceria saat membaca pesan yang di kirim ke Willia. Pesan tersebut membuktikan kalau suaminya sangat mencintainya, dan sekaligus bukti ketegasan Arkan dalam menghadapi calon semut rang-rang yang akan mengganggu hubungan pernikahan mereka yang baru seumur jagung.


"Aku memberikan ganti rugi padanya bukan tanpa sebab, karena aku sudah booking villa-nya selama 2 minggu," jelas Arkan agar tidak terjadi kesalahpahaman yang berakhir fatal.


"Sayang sekali uang 30 juta di buang begitu saja," ucap lirih Rose seraya menundukkan pandangan.


"Terima kasih sayang. Aku nggak nyangka kalau suamiku ternyata bisa semanis ini." Rose tersenyum sembari mengalungkan kedua tangannya di leher kokoh suaminya seraya menatap Arkan dengan penuh damba.


Sedangkan Arkan menyambut pelukan istrinya dengan meraih pinggang istrinya sangat erat, hingga tubuh mereka saling menempel. "Tapi, sepertinya kau juga harus membayar ganti rugi. Karena harga sewa hotel ini lebih mahal dari pada villa milik Willia," bisik Arkan seraya memiringkan kepala lalu melabuhkan ciuman lembut di permukaan bibir istrinya.

__ADS_1


"Curang!" Rose melayangkan protes di sela ciuman tersebut.


"Apa? Aku hanya bersikap realistis! Aku hanya ingin kau membayarnya dengan ini." Arkan berbisik sensual sembari menyentuh lembah milik istrinya yang masih terbungkus dengan celana jeans.


"Aku tarik semua kata-kataku! Kau bukan suami yang manis, tapi suami tukang modus!" balas Rose sewot, menatap suaminya dengan jengkel, tapi dia tidak berbuat apa-apa saat suaminya membawanya ke tengah ranjang.


"Terserah apa katamu! Sekarang sudah waktunya si Jangkrik masuk ke sarangnya sampai puas," ucap Arkan seraya melepaskan semua kain yang menempel di tubuh mereka, kemudian mengganggahi tubuh istrinya yang sudah polos tanpa sehelai benang. Dan tak berselang lama terdengar dessahan dan lenguhan dari bibir Rose saat mendapatkan cumbuan dari suaminya.


Dan selanjutnya ...


Bayangin sendiri ya, soalnya Emak nggak mau ngintip mereka yang lagi anu ... takut bintitan 🤣

__ADS_1


__ADS_2