Anak Genius: Mendadak Jadi Mommy

Anak Genius: Mendadak Jadi Mommy
Bab 77


__ADS_3

"Kenapa kalian lama sekali!" Mika menggembungkan pipinya ketika ayahnya baru membuka pintu kamar hotel setelah menunggu hampir 10 menit. "Aku menunggu kalian sampai jamuran!" dengus gadis kecil itu sambil melirik sebal ayahnya yang terlihat berkeringat dan nafasnya ngos-ngosan, seperti habis lari maraton.


Arkan menggaruk dagunya yang tak gatal menanggapi kemarahan putrinya, lalu menoleh ke kiri dan ke kanan, "Opa, Oma, dan Mbah mana?" tanya Arkan, pasalnya putrinya sendirian di depan pintu kamar hotel.


"Mereka sudah menuju resto! Aku di suruh membangunkan Daddy dan Mommy, tapi kalian malah lama dan menyebalkan!" jawab Mika mengeluarkan kekesalannya.


"Iya, maaf. Daddy tadi habis olah raga pagi," jawab Arkan seraya menggendong putrinya yang masih cemberut marah padanya.


"Oh, pantas saja nafas Daddy terengah-engah! Apakah Mommy juga olah raga pagi?" tanya Mika menatap ayahnya penuh selidik.


Arkan mengangguk sambil tersenyum meringis, "iya, tentu Daddy olah raganya dengan Mommy." Arkan menutup pintu hotel seraya melangkah masuk ke dalam kamar menuju sofa.


"Kalian curang! Kenapa kalian tidak mengajakku olah raga pagi?!" protes Mika bertambah kesal karena merasa kedua orang tuanya tidak adil.


"Oh, karena olah raga yang kami lakukan hanya khusus untuk orang dewasa, anak kecil tidak di perkenankan ikut," jawab Arkan, pandai memberikan jawaban yang tepat agar putrinya tidak semakin marah atau pun curiga. Arkan mendudukkan putrinya di sofa sedangkan dirinya langsung berjalan menuju lemari pendingin mengambil susu kotak dan sebotol air mineral. Dia memberikan susu kotak itu kepada Mika, sedangkan dirinya langsung menenggak air mineral tersebut untuk melegakan rasa dahaga dan lelahnya karena habis bermain jungkat-jungkit bersama istrinya.

__ADS_1


"Ck ck ck. Apakah dunia orang dewasa itu rumit? Tadi malam Opa dan Oma melarangku tidur dengan Mommy dan Daddy karena kalian sedang mengadon bayi!" ucap Mika terdengar kesal.


Arkan yang masih meminum airnya pun sampai terkejut, seketika itu air di dalam mulutnya langsung menyembur keluar saat mendengar ucapan putrinya.


BYURR!!!


Arkan menatap putrinya dengan intens seraya mengusap bibirnya yang basah.  "Mengadon bayi?" Arkan mengulangi perkaatan putrinya.


"Daddy jorok! Iya, mengadon bayi," sungut Mika masih cemberut dan menatap sebal pada ayahnya. "Apakah bayinya sudah jadi? Kata Oma kalian mengandon bayi seperti membuat adonan kue di dapur," tanya Mika lagi sangat penasaran.


"Belum!" jawab Arkan salah tingkah. Bisa-bisanya orang tuanya berkata seperti itu kepada putrinya yang bawel dan cerdas ini.


Arkan memijat pelipisnya dengan ujung jarinya, dia merasa lebih baik menghadapi klien bawel dari pada harus menjawab pertanyaan Mika. "Astaga, anak ini anaknya siapa sih?" gumam Arkan mengeluh di dalam hati.


"Daddy jawab dong!" rengek Mika karena ayahnya tidak kunjung menjawab pertanyaannya.

__ADS_1


"Ah, Daddy ... itu ... emh ... apa ya?" Arkan menjadi salah tingkah dan bingung sendiri karena tidak tahu harus menjawab seperti apa. Arkan mengacak rambutnya frustrasi dibarengi dengan mendesah resah.


"Sayang, tolong ambilkan pakaianku!" seru Rose dari kamar mandi.


Arkan langsung berjalan mengambil pakaian istrinya dari dalam koper. Seruan istrinya dari dalam kamar mandi  telah menyelamatkannya dari segala pertanyaan Mika yang sangat penasaran tentang adonan adik bayi. Pasalnya pertanyaan Mika bagaikan buah simalakama. Di jawab salah dan tidak di jawab juga salah, lebih baik menghindar kan. Wk wk wk.


"Selamat ... selamat ...," gumam Arkan sambil mengusap dadanya berulang kali.


***


Anakku juga pernah bertanya seperti ini, "Mama, dulu Kakak juga kayak bayi? Kok bisa jadi bayi?"


Terus aku jawab, "iya, dulu Kakak dikandung di dalam perut Mama selama 9 bulan."


Seolah nggak puas dengan jawabanku, si bocil kembali bertanya, "terus kok bisa keluar dari perut Mama?"

__ADS_1


Di situ aku sama pusingnya  kayak Arkan, karena bingung juga menjelaskannya, dan akhirnya memilih jalur aman yaitu mengalihkan pembicaraan.🤣


Endingnya curhat ya bun, wk wk wk.🤣


__ADS_2