Anak Genius: Mendadak Jadi Mommy

Anak Genius: Mendadak Jadi Mommy
Bab 73


__ADS_3

"Sayang ..." Arkan memanggil istrinya dengan nada lembut dan manja.


"Apa? Jangan memintaku untuk memakai saringan tahu itu!" Rose menatap tajam suaminya.


Arkan mengulas senyum, kemudian meletakkan kado tersebut di atas meja. "Aku tidak akan menyuruhmu memakai pakaian ini, karena percuma," jawab Arkan lalu mendudukkan diri di samping istrinya.


Rose menggeser duduknya menjaga jarak dari Arkan, "percuma? Maksudnya?" tanya Rose seraya menyilangkan kedua tangannya di depan dada, menatap waspada pada suaminya yang bisa kapan saja menerkamnya.


Arkan mencondongkan setengah badannya ke arah Rose yang semakin menjauhinya, kemudian salah satu tangannya menarik pinggang istrinya sangat kuat, mengikis jarak di antara mereka, kini tubuh mereka saling berdekatan. "Aku tidak membutuhkan kedua benda itu, karena aku lebih suka melihatmu tanpa busana," bisik Arkan tepat di telinga Rose dengan sensual dan penuh kelembutan.


GLEK!


Rose menelan ludahnya dengan kasar, kedua manik matanya bergerak secara tak beraturan ketika rasa gugup dan takut semakin mengepungnya. Tubuh Rose seolah tersengat aliran listrik ketika Arkan mulai menyentuh tangannya, mengelusnya dengan penuh kelembutan lalu tangan kekar itu perlahan semakin naik hingga berhenti di tengkuknya.

__ADS_1


Tanpa basa-basi Arkan menarik tengkuk itu lalu melabuhkan ciuman lembut di permukaan bibir Rose yang sudah menjadi candunya.


Rose awalnya sangat terkejut, akan tetapi dia meyakinkan diri kalau semuanya akan baik-baik saja. Tubuhnya sudah menjadi milik suaminya seutuhnya. Maka dari itu ia memejamkan matanya, menikmati pagutan lembut dari suaminya, tak berselang lama ia pun menggerakkan bibirnya, membalas setiap pagutan dan lumattan yang di berikan oleh suaminya.


Suara decapan dan cecapan terdengar memenuhi ruangan tersebut. Deru nafas semakin memburu di sela ciuman panas mereka. Gairah keduanya telah memuncak, tubuh keduanya terasa panas, dan seolah ada dorongan untuk melakukan lebih dari sekedar ciuman.


Arkan menarik istrinya hingga duduk seperti bayi koala di atas pangkuannya, kemudian dia berdiri menggendong Rose menuju tempat tidur. Rose terpekik ketika tubuhnya terasa melayang, dengan cepat dia melingkarkan kedua kakinya di pinggang suaminya sangat erat, agar tidak terjatuh.


"Iya," jawab Rose seraya mengatur nafasnya yang memburu. Dadanya naik turun tak beraturan, kedua mata indahnya menatap sayu suaminya bertanda kalau dia sangat bergairah.


"Aku udah nggak tahan," bisik Arkan lalu merebahkan istrinya di atas tempat tidur dengan hati-hati dan penuh kelembutan. Tanpa menunggu jawaban istrinya, Arkan langsung menarik tali jubah mandi yang di kenakan oleh istrinya.


Jubah mandi itu kini terbuka, memperlihatkan tubuh sexy nan indah milik istrinya yang ternyata tidak memakai apa pun. Dua bukit kembar dan lembah indah terpampang nyata dan sangat menyejukkan pandangannya, membuat sisi liar Arkan semakin memberontak.

__ADS_1


"Ahh ...," desaah  Rose seraya memejamkan mata ketika Arkan mengungkung tubuhnya lalu mencplok pucuk dadanya dengan rakus dan secara bergantian.


"Jangan di gigit," pinta Rose ketika merasa sedikit ngilu di area pucuk dadanya.


"Maaf." Arkan terlalu bersemangat, hingga membuatnya menjadi gemas dan tak sadar menggigit milik istrinya. Sebagai permintaan maafnya, dia memberikan kenikmatan surga dunia pada istrinya itu. Arkan  membuka kedua kaki istrinya dengan lebar, kemudian menenggelamkan wajahnya di sela paha istrinya.


"Ahhh."


***


Ah .... nanti lanjut lagi, emak otornya mau nyuci dulu🤣


Jangan lupa tekan like, vote dan ramaikan dengan komentar kalian yak🤣

__ADS_1


__ADS_2