Anak Genius: Mendadak Jadi Mommy

Anak Genius: Mendadak Jadi Mommy
Bab 61


__ADS_3

"Kamu sudah ambil cuti?" tanya Allegra pada Rose, ketika sarapan pada pagi hari itu telah selesai. di ruang makan tersisa Allegra dan Rose yang masih mengobrol, sedangkan yang lain sudah membubarkan diri.


"Sudah, Nyonya. Saya cuti 1 minggu," jawab Rose seraya beranjak dari duduknya, ingin membantu pelayan yang sedang membereskan meja makan, akan tetapi niatnya di cegah oleh Allegra.


"Hanya 1 minggu? Mana cukup, apalagi kalian nanti akan honeymoon," jelas Allegra sekaligus protes pada calon menantunya ini.


"Emh ... honeymoon?" Rose menggaruk pelipisnya yang tidak gatal, seraya tersenyum canggung. Dia tidak menyangka jika calon ibu mertuanya akan menyiapkan honeymoon-nya juga.


"Iya! Arkan juga sudah setuju kok kalau kalian nanti akan honeymoon ke Bali. Apa dia nggak ngasih  tahu kamu?" tanya Allegra.


Rose menggeleng sebagai jawaban, raut wajahnya juga tampak bingung.


"Mungkin dia lupa memberitahumu. Sekarang kamu dan Arkan harus ke butik untuk fitting baju pengantin," ucap Allegra, lalu diangguki Rose dengan patuh.


*

__ADS_1


*


"Mika di rumah sama Oma ya," bujuk Arkan pada putrinya yang meminta ikut ke butik.


"Nggak mau!" jawab Mika sambil menggeleng berulang kali seraya melipat kedua tangannya di depan dada, menatap ayahnya dengan sebal.


"Daddy janji kalau pulang nanti akan membelikan es krim dan coklat untukmu." Arkan masih berusaha membujuk putrinya.


Mendengar bujukan ayahnya, kedua mata Mika langsung berbinar. "Benar, Dad? Tapi, belikan coklat yang banyak ya," jawab Mika sangat senang dan penuh harapan.


"Iya, sayang, tapi jangan bilang sama siapa-siapa, termasuk Mommy," jawab Arkan seraya mencubit gemas pipi putrinya. Karena jika Rose tahu pasti akan marah, pasalnya calon istrinya itu tidak mau kalau gigi Mika yang putih bersih menjadi rusak karena coklat atau makanan manis lainnya.


Rose datang dari arah ruang makan menuju ruang keluarga. Wanita cantik itu berdehem pelan, membuat Arkan dan Mika kompak menoleh, lalu mengurai pelukan tersebut.


"Kita berangkat sekarang," ucap Arkan pada Rose.

__ADS_1


"Lalu Mika?" tanya Rose.


"Aku nggak ikut, Mom. Aku mau di rumah saja sama Oma dan Opa. Kalian pergi saja berdua, hari ini aku akan menjadi anak manis dan penurut." Mika menjawab penuh keriangan, lalu berjalan ke arah tangga sesekali menoleh ke belakang menatap kedua orang tuanya sambil melambaikan tangan kanan.


"Aneh, kenapa dia mendadak manis banget," ucap Rose seraya menatap Mika dengan raut bingung.


Arkan menahan senyuman lalu menggandeng tangan Rose dengan erat, "kita harus berangkat ke butik sekarang," ajak Arkan.


"Iya, tapi nggak usah pegang-pegang!" ketus Rose, seraya melepaskan tangan Arkan yang baru saja akan merengkuh pinggangnya.


"Bodo amat! Udah mau nikah ini!" Arkan tidak mempedulikan larangan Rose, dia tetap merengkuh pinggang calon istrinya itu sangat posesif.


"Dasar pemaksa!" umpat Rose.


"Iya, itulah aku!" jawab Arkan tidak mengelak, lalu berjalan menuju halaman rumah di mana mobilnya terparkir di sana. Arkan membukakan pintu mobil untuk Rose, bahkan dia memasangkan sabuk pengaman untuk calon istrinya itu. Hari ini Arkan sangat manis dan penuh perhatian, karena pria tersebut ingin menebus rasa bersalahnya karena sempat meragukan cintanya pada Rose.

__ADS_1


***


Jangan lupa tekan like, Vote dan berikan gift seikhlasnya


__ADS_2