
"Sayang, aku sangat merindukanmu," bisik Arkan saat memeluk calon istrinya dengan sangat erat. Lalu menciumi tengkuk Rose berulang kali dengan penuh kelembutan dan harapan.
Rose yang masih terlelap merasa terusik saat merasakan ada yang memeluk dan menciumi tengkuknya. Dia segera membuka kedua mata, lalu menoleh ke belakang, jantungnya berdetak sangat cepat ketika melihat seorang pria masih menciumi tengkuknya. Rose dengan cepat membalikkan badannya, lalu menendang perut pria tersebut sangat kuat, hingga membuat pria itu terpental jauh darinya sambil berteriak kesakitan.
"Arghhh! Rose, sakit!!!" Arkan memekik sambil meringkuk dan memegangi perutnya yang terasa sangat sakit.
"Mampus!!!" umpat Rose sangat puas seraya mendudukkan diri menatap pria tersebut yang masih merintih sakit. Akan tetapi saat melihat postur badan pria tersebut, Rose membulatkan matanya dengan lebar, "Arkan!" Rose segera menghampiri Arkan dan membantu calon suaminya duduk.
"Astaga! Belum menjadi suamimu saja kau sudah melakukan KDRT padaku!" Arkan bersandar ke dinding, masih dengan memegangi perutnya yang terasa sakit, linu dan mulas. Tendangan maut dari calon istrinya sangat kuat hingga membuatnya tak berdaya.
"Maaf, tapi salahmu sendiri kau menciumi punggungku! Udah kayak kucing nyari ikan asin aja!" jawab Rose menatap sebal pada Arkan. "Tapi, kalau boleh jujur, kau pantas mendapatkan tendangan dariku!" lanjut Rose mencebikkan bibirnya. Dia masih sangat marah pada Arkan.
__ADS_1
Melihat Rose masih marah padanya, Arkan pun berusaha untuk menahan rasa sakit di perutnya, kemudian dia menegakkan posisi duduknya seraya menatap Rose sangat dalam.
"Kamu masih marah?" tanya Arkan lembut.
"Nggak tahu!" balas Rose ketus, seraya berdiri sambil menyambar selimutnya lalu melipatnya dan meletakkan di atas tempat tidur.
"Sayang, maafkan aku ya. Aku sangat mencintaimu, tidak ada bayang-bayang masa lalu lagi yang akan membuatmu terluka," ucap Arkan penuh ketulusan.
"Rose, kau mendengarkan aku 'kan?" tanya Arkan seraya berdiri sambil menahan rasa sakit di area perutnya, dia berjalan beberapa langkah mendekati Rose lalu memeluk calon istrinya dari belakang. "Berikan aku kesempatan untuk membuktikan kalau aku sangat mencintaimu," bisik Arkan lembut.
Rose tampak menghembuskan nafas kasar, lalu melepaskan kedua tangan Arkan yang melingkar di perutnya. "Kita akan tetap menikah, tapi pernikahan ini aku lakukan demi Mika!" jawaban Rose membuat hati Arkan seperti ditusuk dengan ribuan jarum tajam.
__ADS_1
"Rose, jangan seperti ini," mohon Arkan.
"Jangan memberikan harapan palsu pada seorang wanita jika hatimu masih terpaut dengan masa lalumu! Mungkin ini terdengar sangat egois, tapi aku tidak ingin kau mencintaiku karena terpaksa atau karena wajahku mirip dengan mendiang istrimu!" ucap Rose sangat tegas, kemudian dia berjalan menuju kamar mandi.
"Aku harap setelah aku keluar dari kamar mandi, kau sudah pergi dari sini!" lanjut Rose sangat dingin, ketika dia sampai di depan pintu kamar mandi.
Tubuh Arkan lemas seketika saat mendengar respons calon istrinya yang sangat dingin dan datar kepadanya. Hatinya mencelos sakit mendapatkan perlakuan seperti itu dari Rose, tapi disisi lain ia berpikir kalau dirinya pantas mendapatkan perlakukan seperti itu dari Rose.
****
Eng ing eng ... hukuman Arkan masih berlanjutš¤£
__ADS_1
Jangan lupa tekan like, komentar, vote dan berikan gift seikhlasnya