Anak Genius: Mendadak Jadi Mommy

Anak Genius: Mendadak Jadi Mommy
Bab 67


__ADS_3

Rose keluar dari kamar mandi. Dia menatap kamar yang terlihat sepi. Arkan sudah tidak ada di sana, tak berselang lama pintu kontrakan di buka dari luar. Ibu Sita masuk ke dalam kontrakan sambil menentang tas belanjaannya.


"Kenapa nggak bilang kalau mau belanja? Ibu 'kan bisa menyuruhku," ucap Rose seraya mengambil alih tas belanjaan itu dari tangan ibunya, lalu meletakkannya di dekat rak piring.


Ibu Sita mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan tersebut, "Arkan pulang?"


"Iya," jawab Rose singkat, seraya berjongkok, mengeluarkan semua belanjaan ibunya.


"Kamu mengusirnya?" Ibu Sita memandang punggung putrinya dengan tatapan heran.


"Iya." Rose memberikan jawaban yang sama sepetri sebelumnya, singkat dan padat.


"Jangan bikin Ibu malu, Rose! Nanti keluarga Arkan mengira kalau Ibu nggak bisa mendidik kamu dengan baik! Turunkan egomu, dan berbaikan padanya." Ibu Sita dengan bijak memberikan nasehat pada putri semata wayangnya.


Rose menghela nafas panjang, kemudian dia balik badan, duduk menghadap ibunya, "ibu berbicara seolah-olah tidak pernah merasakan sakit hati! Coba kalau Ibu berada di posisiku pasti akan melakukan hal yang sama 'kan?!" jawab Rose membalas perkataan ibunya.


"Kamu keras kepala banget sih! Ibu nggak mau tahu pokoknya kamu harus berbaikan pada Arkan!" tegas Ibu Sita pada putrinya yang sangat keras kepala itu.

__ADS_1


"Kalau begitu, apakah Ibu mau berbaikan dengan Ayah?" tanya balik Rose pada ibunya.


Ibu Sita seketika itu terdiam, seraya menatap putrinya sangat tajam. Saat di Jawa kemarin, Rose sudah bercerita kalau bertemu dengan Tuan Park. Anak semata wayangnya itu telah mengetahui jika Tuan Park adalah ayah kandungnya.


"Bicara lagi, ibu sobek mulutmu!" ancam Ibu Sita tidak main-main, dia sangat marah pada putrinya ini.


Rose menundukkan kepala, baru kali ini dia melihat kemarahan ibunya yang sangat mengerikan, "maaf, Bu," ucap Rose penuh sesal.


"Kamu sudah dewasa tentu sudah tahu mana yang benar dan mana yang tidak! Tidak perlu Ibu ajari lagi 'kan?!" balas Ibu Sita seraya menunjuk wajah putrinya dengan rasa marah yang luar biasa.


"Bu, aku 'kan sudah minta maaf," lirih Rose meneteskan air matanya. Dia sungguh menyesal karena sudah membuat ibunya murka.


Bibir Rose mengerucut seraya menepi memberikan jalan pada ibunya.


"Sulit bagi Arkan untuk melupakan mendiang istrinya. Jika dia memandangmu sebagai mendiang istrinya itu adalah hal wajar apalagi wajahmu sangat persis dengan wanita itu karena kalian masih saudara kandung. Yang terpenting saat ini kamu adalah masa depannya, dan cintanya hanya untukmu saja! Masa iya sih kamu cemburu sama orang yang sudah nggak ada di dunia ini! Secinta apa pun Arkan pada mendiang istrinya, kamu akan tetap menjadi pemenangnya, karena kamu adalah wanita satu-satunya yang berada di sisinya. Justru kamu itu harus membuat Arkan semakin bertekuk lutut padamu! Jangan sok baper dan marah seperti ini, udah kayak anak ABG yang baru kenal cinta!" omelĀ  Ibu Sita sekaligus memberikan nasehat pada putrinya.


Rose terdiam, memikirkan nasehat ibunya yang mulai merasuk ke dalam otaknya.

__ADS_1








Sementara itu. Arkan memasuki rumah mewahnya pada siang hari itu dengan lesu dan tidak bertenaga sama sekali. Pria tampan itu langsung menghempaskan dirinya di sofa ruang tamu, lalu kedua matanya menatap langit-langit ruangan tersebut.


"Arkan, kamu sudah pulang?" tanya Allegra pada putranya yang terlihat sama sekali tidak semangat. Allegra kebetulan saja akan keluar rumah karena ada beberapa hal yang harus di urus mengenai pernikahan Arkan dan Rose.


"Jangan menceramahiku, Ma! Aku lagi capek!" jawab Arkan seraya mengangkat tangan kanannya pada ibunya yang berdiri di dekat Sofa.

__ADS_1


"Idih, jangan GR! Siapa juga yang mau menceramahimu, buang-buang tenaga aja!" jawab Allegra ketus, seraya berlalu sambil menentang tas mewahnya. Penampilan wanita bule yang usianya sudah tidak muda lagi itu sangat modis, dan elegan, mungkin kalau orang di luar sana akan mengira kalau usia Allegra baru 40 tahun--lebih muda 15 tahun dari usianya yang sesungguhnya.


__ADS_2