Anak Genius: Mendadak Jadi Mommy

Anak Genius: Mendadak Jadi Mommy
Bab 78


__ADS_3

Semua orang telah berkumpul di restoran, termasuk pengantin baru dan Tuan Park yang tiba-tiba datang pada pagi itu dan bergabung bersama mereka.


"Ayah, kenapa di sini? Nggak di cari sama Nyonya Park?" tanya Rose menatap pria paruh baya yang duduk berdampingan dengan ayah mertuanya.


"Ayah ke sini ingin melihat kamu. Jadi mana mungkin dia marah," jawab Tuan Park sembari tersenyum, namun kedua matanya melirik Ibu Sita.


"Masa sih?" Rose menatap Tuan Park penuh selidik, begitu pula dengan Arkan melakukan hal yang sama. "Seperti yang pernah aku katakan kepada Ayah, jangan pernah mendekati ibu lagi, karena kalian sudah tidak mempunyai hubungan apa pun, selain itu aku juga tidak ingin ibu mendapatkan masalah karena Ayah." Rose memberikan ulitamatum kepada Tuan Park yang kini tampak rikuh.


Rose tidak akan memberikan kesepatan pada Tuan Park untuk mendekati ibunya.


"I-iya, ayah janji tidak akan mendekati ibumu," jawab Tuan Park dengan terpaksa. Padahal niatnya datang ke hotel karena ingin melihat Ibu Sita.


"Sudah, kalian jangan membahas hal yang tidak penting di hadapan makanan yang sudah terjadi di atas meja, pamali." Ibu Sita menyahut dengan nada sopan dan tersenyum ramah pada kedua besannya.

__ADS_1


"Ayo, kita sarapan bersama." Jika Gerry sudah bersuara maka semua orang di meja makan harus diam dan fokus pada makanannya masing-masing.


*


*


Selesai sarapan bersama.  Rose meminta pada ibunya agar secepatnya pulang ke kampung halaman.


"Bu, sebaiknya segera pulang ke Jawa. Aku tidak ingin ibu mendapatkan masalah," ucap Rose seraya memeluk ibunya sangat erat. Ibu Sita saat ini berada di dalam kamar hotel anak dan menantunya.


Rose mengurai pelukan tersebut, dia tersenyum lembut pada ibunya, "terima kasih, Bu. Aku sangat menyayangi kanjeng ratu. Jaga diri dan jaga kesehatan ya, jangan jangan lupa bahagia." Rose menggoda ibunya yang sudah berkaca-kaca.


Ibu Sita tertawa pelan, perasaan haru di dalam dada beralih menjadi bahagia saat mendengar candaan putrinya. "Ibu akan selalu bahagia jika melihatmu bahagia juga," ucap Ibu Sita seraya menangkup wajah putrinya.

__ADS_1


"Tadi malam bagaimana? Lancar?" bisik Ibu Sita seraya melirik ke arah tempat tidur yang rapi dan bersih, kemudian beralih melirik Arkan yang sedang asyik menemani Mika bermain ponsel.


"Ibu!" Rose cemberut, dan wajahnya merona malu seperti kepiting rebus.


Ibu Sita tertawa geli melihat putrinya merajuk, "ini ibu ada ramuan mujarab, ibu membelinya khusus buat kamu.  Jangan lupa di seduh dan diminum setiap mau tidur, biar kamu badan kamu tetap kuat dan fress," ucap Ibu Sita dengan nada pelan sambil menahan tawa lalu memberikan satu bungkus ramuan tersebut pada putrinya.


"Ibu, aku nggak mau minum kayak gini. Udah kayak nenek-nenek saja!" tolak Rose, akan tetapi Ibu Sita memaksanya agar tetap menerima ramuan mujarab itu.


"Wes yo! Iki ramuan Kuda Binal dari Mbah Semprong! Harganya mahal loh, jadi kamu harus menerimanya, dan meminumnya!"


****


Ramuan kuda binal weh 🤣

__ADS_1


Jangan lupa jejak cintanya ya,


😘


__ADS_2