Anak Genius: Mendadak Jadi Mommy

Anak Genius: Mendadak Jadi Mommy
Bab 74


__ADS_3

"Aku ingin tidur sama Mommy dan Daddy," rengek Mika pada kedua oma dan opanya di dalam kamar hotel. Gadis kecil berusia 7 tahun itu sejak tadi terus merengek, akan tetapi Allegra dan Gery saling berkerja sama untuk mengalihkan perhatian cucu kesayangannya itu.


"Mika katanya mau punya adek bayi," ucap Allegra pada cucunya.


"Mau banget, Oma. Tapi aku ingin tidur sama Daddy dan Mommy," jawab Mika sambil menangis.


"Kalau Mika mau punya adek  harus tidur sama Opa dan Oma, soalnya Daddy dan Mommy sekarang lagi mengadon adik bayi untuk Mika," jelas Gerry akan tetapi dirinya langsung mendapatkan timpukan bantal dari istrinya.


"Papa!  Bicaranya yang benar!" omel Allegra seraya menatap tajam suaminya.


"Aku 'kan bicara apa adanya, Ma." Gerry tidak mau di salahkan.


Mika mengusap air matanya seraya menatap oma dan opanya secara bergantian, "jadi Daddy dan Mommy sekarang sedang membuat adonan adik bayi? Apakah cara membuatnya pakai tepung dan telur? Sama seperti saat Oma membuat kue di dapur?" tanya Mika dengan kepolosanya. Kedua matanya yang bulat menatap penasaran pada oma dan opanya.


"Jelaskan!" Allegra menatap suaminya tajam.

__ADS_1


"He he he." Gerry tertawa pelan sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal, bingung karena tidak tahu harus menjelaskan seperti apa. Sepertinya Gerry lupa kalau cucunya itu sangat cerdas dan mmepunyai rasa penasaran sangat tinggi.


"Kenapa diam?" tanya Allegra dengan nada sewot pada suaminya.


"Opa dan Oma kenapa malah bertengkar?" Mika cemberut menatap kedua orang itu dengan tatapan aneh. "Masa kalian bingung sih menjelaskan cara membuat bayi?" lanjut Mika masih sangat penasaran.


Allegra tersenyum meringis seraya menatap sengit suaminya, lalu ia menghela nafas panjang sebelum menjelaskan kepada cucunya ini. "Sayang, membuat bayi kurang lebih seperti membuat kue di dapur. Cuma bedanya, membuat adonan bayi harus tenang, dan membutuhkan konsentrasi yang tinggi, jadi harus fokus dan tidak boleh di ganggu oleh siapa pun. Maka dari itu, Mika harus tetap di sini bersama Oma dan Opa," jelas Allegra dengan pelan, lembut dan hati-hati saat berbicara dengan cucunya yang sangat pandai.


"Oh, begitu ya." Mika menganggukkan kepalanya berulang kali, bertanda kalau dia paham dengan semua penjalasan omanya.


"Sekarang ayo kita tidur. Karena besok pagi kita akan  mengantar Mommy dan Daddy ke Bandara," ucap Gerry pada cucunya.


"Papa!! Astaga!!" Allegra benar-benar marah pada suaminya.


"Maaf, Ma," jawab Gerry seraya meringis, menatap cucunya yang sekarang histeris sambil guling-guling di atas tempat tidur.

__ADS_1


"Mika sayang. Mommy dan Daddy bukannya tidak mau mengajak Mika, tapi karena jantung Mika belum sepenuhnya pulih maka anak cantik dan manis ini belum boleh melakukan perjalanan jauh." Allegra dengan penuh kesabaran menjelaskan pada cucunya agar kembali tenang.


"Tapi, ..."


"Sudah jangan menangis lagi. Opa janji akan membelikan Mika es krim dan coklat yang banyak," bujuk Gerry pada cucunya ini. Sebisa mungkin mereka menahan Mika agar tidak pergi pergi ke kamar hotel pengantin baru, bisa kacau semuanya jika hal itu terjadi.


Mendengar bujukan dari Opanya, Mika langsung berhenti menangis, wajah gadis kecil itu langsung berbinar terang seperti matahari yang pagi yang baru terbit menyinari bumi,  "belikan es krim dan coklat yang banyak. Tapi, jangan sampai Mommy tahu," ucap Mika seraya mengacungkan jari telunjuknya.


"Oke, Tuan Putri," jawab Gerry seraya mengaitkan jari kelingkingnya pada kelingking Mika. Begitu pula dengan Allegra melakukan hal yang sama.


Mika tersenyum senang lalu merebahkan diri di atas tempat tidur, tak berselang lama memejamkan kedua matanya.


*


*

__ADS_1


Hampir aja ada perusuh😂


Jangan lupa like dan komentarnya


__ADS_2