
Pesta pernikahan telah usai, tepat jam 10 malam. Para tamu undangan satu persatu membubarkan diri meninggalkan ballroom mewah tersebut. Hanya ada beberapa petugas hotel yang sedang membersihkan area ballroom. Keluarga pengantin baru sudah beranjak menuju kamar hotel untuk beristirahat.
"Selamat, Rose. Ini kado untukmu." Hendra dan Agus berbicara dengan Rose di depan kamar hotel pengantin baru. Agus memberikan bingkisan kado berukuran tidak terlalu besar.
"Makasih. Kalian semua memang yang terbaik." Rose menerima kado tersebut dengan hati yang sangat bahagia.
"Semoga kado itu bermanfaat Rose. Kami membeli kado itu ke tokonya langsung. Kamu harus segera membukanya malam ini," sahut Hendra sambil tersenyum. Sebenarnya hatinya sedikit ngilu melihat wanita yang selama ini dia cintai dalam diam menikah dengan pria lain. Namun, dia harus ikhlas kalau semua ini sudah menjadi takdir kalau Rose bukan jodohnya.
"Aku jadi penasaran dengan isinya." Rose menggoyangkan kotak kado itu ke kiri dan ke kanan tepat di dekat telinganya, namun dia tidak mendengar apa pun dari dalam kado tersebut.
"Kami pamit ya. Kamu harus membuka kado tersebut saat di dalam kamar, dan akan lebih baik membuka kadonya di depan suamimu," ucap Agus, lalu segera menarik Hendra beranjak dari sana, menuju lift. Hendra menoleh ke belakang sambil melambaikan tangannya pada Rose yang masih berdiri di depan kamar hotel.
Rose tersenyum dan membalas lambaian tangan Hendra. Setelah kedua temannya tidak terlihat, Rose segera masuk ke dalam kamar hotel.
Aroma bunga mawar menyusup ke indra penciuman Rose ketika sudah masuk ke dalam kamar hotel tersebut. Bibirnya melengkung tipis saat melihat suaminya duduk di tepian ranjang yang di penuhi ribuan kelopak bunga mawar merah.
__ADS_1
"Sudah selesai bertemu dengan dua temanmu itu?" tanya Arkan sedikit kesal, lalu menepuk pahanya, meminta agar istrinya duduk di atas pangkuannya.
"Sudah, mereka memberikanku kado." Rose menunjukkan sebuah kado di tangannya, lalu meletakkannya di atas meja. "Aku mau mandi dulu, karena badanku lengket. Rasanya nggak nyaman kalau kita berdekatan tapi aku bau kecut," ucap Rose seraya berjalan menuju kamar mandi sambil menyingsing gaun pengantinnya yang menjuntai dan menyapu lantai.
"Aku ikut!" seru Arkan.
"Nggak boleh! Kau 'kan sudah selesai mandi," tolak Rose menatap suaminya yang sudah mengenakan jubah mandi.
"Sayang ..." rengek Arkan seperti bayi, namun sayangnya Rose tidak menggubrisnya. Wanita yang sudah resmi menjadi istrinya itu masuk ke kamar mandi tanpa mengajaknya.
"Sayang ... sini." Arkan sangat tidak sabaran, padahal Rose baru keluar dari kamar mandi.
Rose tersenyum lalu berkata, "sebentar, aku ingin membuka kado dari Hendra dan Agus," jawab Rose, sengaja mengulur waktu, karena sebenarnya saat ini jantungnya berdetak sangat cepat saat rasa gugup mulai melanda perasaannya, mengingat ini adalah pengalaman pertamanya bermalam dengan seorang pria. "Sebentar lagi aku akan memberikan mahkotaku pada suamiku. Aduh ... rasanya kok ser-seran gini jantungku," ucap Rose di dalam hati, sambil berjalan menuju sofa lalu mendudukkan diri di sana. Membuka kado pemberian kedua temannya.
Setelah kado di buka, kedua matanya terbelalak melihat isinya.
__ADS_1
"Ih ... apa-apaan sih ini!" kesal Rose seraya menangkup wajahnya yang terasa panas. Dia yakin kalau saat ini wajahnya merona merah seperti buah setrawberi yang siap di petik.
"Ada apa? Apa isi kadonya?" Arkan bertanya seraya beranjak dari duduknya, menghampiri istrinya.
"Nggak ada apa-apa. Isinya juga bukan apa-apa." Rose menjawab dengan cepat lalu segera menyambar kotak kado yang sudah terbuka itu. Bisa bahaya kalau Arkan melihatnya.
"Sayang, berikan kadonya, jika tidak ...," ucapan Arkan menggantung karena Rose segera menyerahkan kado tersebut kepadanya.
"Wah!!! Apa-apaan ini!" Arkan menatap dua benda yang tidak asing di matanya. Sebuah lingerie berwarna merah dengan bahan yang sangat transparan, dan satu lusin dur*x di dalam kotak kado tersebut. Kemudian Arkan menatap istrinya dengan tatapan mesum.
"Sayang ..." Arkan memanggil istrinya dengan nada lembut dan manja.
****
Ngebayangin jadi Rose aja udah deg-degan banget.🤣
__ADS_1