Anak Genius: Mendadak Jadi Mommy

Anak Genius: Mendadak Jadi Mommy
Bab 81


__ADS_3

"Hei! Kenapa ucapanmu begitu pedas sekali! Aku tadi hanya bercanda, seharusnya kau tidak semarah ini!" Willia berkomentar seraya melipat kedua tangannya di depan dada, menatap tidak suka pada Rose.


Rose tidak menggubris ucapan wanit itu, dia langsung melenggang pergi meninggalkan suaminya, namun niatnya terhenti saat Arkan mencekal pergelangan tangannya.


"Lepas!" Rose menyentak tangan Arkan yang mencekal pergelangan tangan kanannya. Pandangannya begitu tajam menunjukkan bahwa dirinya sangat marah pada suaminya, dan juga Willia.


Bagaimana dia tidak marah jika perempuan bernama Willia itu seolah meremehkan dan juga memandang rendah dirinya.


"Sayang, jangan marah. Willia hanya bercanda." Arkan berkata lembut pada istrinya, terdengar begitu membela Willia yang sudah jelas bersalah.


Mendengar perkataan suaminya, tentu saja membuat Rose semakin marah.


"Kau membelanya? Oke, kalau begitu pergi dengannya, dan lepaskan aku! Bukankah kau menikahiku karena wajahku mirip dengan mendiang istrimu itu!" balas Rose, menatap Arkan tajam dan penuh kekecewaan. Sungguh tidak disangka bayangan bulan madu yang seharusnya semanis madu tapi ternyata sangat pahit dan getir.


Arkan menggeleng pelan, tidak membenarkan ucapan istrinya, "jangan seperti anak kecil, Rose! Aku minta maaf kalau melukai hatimu. Tapi, satu hal yang perlu kau tahu bahwa aku menikahimu karena aku sangat mencintaimu, bukan karena hal yang lain!" ucap Arkan penuh ketegasan, menatap istrinya dengan serius.

__ADS_1


Bibir Rose mengulas senyum, puas rasanya mendengar perkataan suaminya. Dia berjalan mendekati Arkan lalu melabuhkan ciuman lembut di permukaan bibir suaminya. Dia sengaja mencium suaminya dan menunjukkan kemesraannya di hadapan Willia agar wanita itu sadar dan tahu diri.


Willia mendengus dan memalingkan wajahnya dengan kesal saat melihat adegan live di depan matanya.


Arkan terkejut saat mendapatkan door prize dari istrinya. Tentu hal tersebut tidak dia sia-siakan. Ia langsung membalas ciuman istrinya dengan lembut dan penuh cinta. Akhirnya mereka berciuman dengan durasi yang cukup lama, tanpa mempedulikan area sekitar di mana banyak orang lalu lalang di area lobby tersebut.


Rose melepaskan tautan bibir mereka setelah merasa pasokan udara di paru-parunya menipis. Arkan tersenyum seraya mengusap bibir istrinya yang basah dengan salah satu ibu jarinya. Kening mereka beradu, dan saling melempar senyum kebahagiaan.


"Ehem!!" Willia berdehem keras hingga membuat perhatian pengantin baru itu teralihkan padanya.


"Oh, kau masih ada di sini? Aku kira sudah pergi!" ucap Rose dengan nada sinis, seraya menatap sengit pada wanita tersebut.


"Terserah aku dong! Aku mau bercinta dengan suamiku di sini juga bukan urusanmu! Kenapa kau jadi sewot dan marah? Oh ... Atau jangan-jangan kau menyukai suamiku ya?!" Rose berkata sangat tajam dan tepat sasaran hingga menusuk ke relung hati Willia.


Willia seketika itu langsung kicep dan tak bisa berkata-kata. "Arkan, sudah waktunya ke Villa, aku sudah menyiapkan semuanya." Willia mengalihkan pembicaraan, seraya tersenyum lembut pada Arkan sekaligus untuk menutupi perasaannya.

__ADS_1


Arkan menghela nafas kasar sebelum menjawab ucapan Willia. "Maaf, Willia. Sepertinya aku batal menginap di Villamu."


"Wah! Nggak bisa gini dong!" protes Willia tidak terima dengan keputusan Arkan.


Rose tersenyum penuh kemenangan seraya memeluk tangan suaminya dengan mesra. "Ayo, kita cari hotel saja, aku akan memanjakan si Jangkrik," bisik Rose dengan sensual.


Arkan mengerutkan kening, menatap istrinya dengan raut bingung, "Jangkrik?"


"Iya, adik kecilmu aku namai Jangkrik," jawab Rose sambil tersenyum lebar.


"Astaga, apa nggak ada nama yang lebih bagus!?" protes Arkan tidak terima, seraya berjalan menggandeng tangan istrinya, meninggalkan Willia.


"Aku rasa itu nama yang pas, karena jangkrik itu suka masuk ke sarang di mana pun dan kapanpun dia mau," jawab Rose sambil terkikik geli. Sedangkan Arkan membuang nafas kasar, pasrah saja kalau miliknya yang panjang, besar, dan berurat di namai Jangkrik oleh istrinya. Tidak sesuai dengan visualnya.🤣🤣


***

__ADS_1


Jangkrik tenan🤣🤣


Jangan lupa like, dan komentarnya ya❤❤


__ADS_2