Anak Genius: Mendadak Jadi Mommy

Anak Genius: Mendadak Jadi Mommy
Bab 58


__ADS_3

Setelah selesai menyuapi Mika dan memastikan calon anak sambungnya itu minum semua obat, Rose berpamitan berangkat ke bengkel pada Allegra dan Gerry.


"Harusnya kamu sudah ambil cuti loh, dan besok kalian fitting baju pernikahan ke butik langgananku," ucap Allegra pada Rose.


"Iya, Nyonya. Nanti saya akan mengajukkan cuti ke boss," jawab Rose patuh, kemudian segera berlalu dari sana karena sebentar lagi bengkel akan buka, dia harus bergegas.


Allegra tersenyum sambil menatap punggung Rose yang semakin menjauh dari pandangan. "Syukurlah kalau Arkan dan Rose sekarang sudah saling menyayangi dan saling mencintai," gumam Allegra pada dirinya sendiri.


Sementara itu Arkan telah sampai di kantor, wajah pria tersebut sangat kusut seperti baju yang belum di strika.


"Bambang, ke ruanganku sekarang!" titah Arkan sembari memencet tombol intercom.


Tak lama kemudian pintu ruangan di ketuk, lalu terbuka dari luar memperlihatkan Bams yang hari berpenampilan seperti koboi. Arkan melihat penampilan asisstennya menjadi jengah sendiri, dia bertambah semakin kusut.


"Bams, Boss. Bukan, Bambang!" protes Bams seraya melangkah maju sambil memegang tablet Iphone. Wajah Bams tampak cemberut seraya mendudukkan diri di kursi yang tersedia tepat di depan meja kerja Arkan. Dia melepaskan topi koboi-nya seraya menghela nafas panjang.


"Terserah aku dong! Mau nyebut kamu apa aja, lagi pula nama kamu 'kan memang Bambang! Pakai di plesetin menjadi Bams, biar apa coba!" kesal Arkan seraya menatap sengit pada asisstennya itu.


"Hari ini kamu cosplay menjadi koboi, besok jadi apa lagi kamu? Ingat ya, BAMBANG, perusahaan ini mempunyai aturan dalam berpakaian, jadi kau harus mematuhinya!" lanjut Arkan, meluapkan kekesalannya, dan sengaja mengeja nama BAMBANG dengan penuh penekanan agar asistennya paham.

__ADS_1


"Pak, saya berpakaian seperti ini karena aku sedang menjalan missi dari Anda, yaitu memata-matai Nyonya Park," jelas Bams dengan nada kesal.


"Sebelum aku memberimu missi, tingkah dan cara berpakaianmu sudah aneh! Untung saja otakmu encer, jika tidak, aku pasti akan menendangmu!" balas Arkan menatap tajam Bams.


"Sekarang bacakan agendaku, dan sekaligus berikan informasi yang kau dapatkan tentang Nyonya Park!" lanjut Arkan mempersilahkan Bams untuk membacakan agendanya.


Bams mengangguk lalu membacakan agenda harian boss-nya lalu berlanjut menjelaskan informasi tetang Nyonya Park.


"Kemarin Nyonya Park menemui seorang dektektif, dan aku menemukan sebuah kejutan yang luar biasa, ternyata selama beberapa hari ini dia telah menyewa orang untuk mengawasi Rose dari kejauhan," jelas Bams dengan detail.


Arkan menghembuskan nafasnya dengan kasar, kemudian menyuruh Bams keluar dari ruangannya.


"Tidak!" jawab Arkan dengan tegas, dan mengusir Bams lagi agar segera keluar dari ruangannya.


*


*


Di sisi lain, Rose telah sampai di bengkel menggunakan motor matic-nya. Dia melihat Hendra dengan perasaan bersalah. Setelah memarkirkan motornya, Rose segera masuk ke dalam bengkel yang baru buka itu, lalu menghampiri Hendra yang sedang menggeser ban mobil.

__ADS_1


"Hen, maaf soal tadi malam," ucap Rose menatap wajah Hendra yang babak belur.


Hendra menegakkan setengah badannya yang tadinya membungkuk, kemudian menatap Rose sambil tersenyum tipis.


"Nggak apa-apa, aku juga salah dalam hal ini. Aku dengan nggak tahu dirinya mengungkapkan perasaanku padamu di depan Arkan yang notabennya adalah calon suamimu. Wajar kalau dia marah, dan memukulku, itu bertanda kalau dia sangat mencintaimu," jawab Hendra sangat bijak. Tadi, malam dia merenungi semua perbuatan, di tambah lagi Agus terus ceramah panjang kali lebar dan akhirnya membuatnya tersadar kalau dirinya salah.


"Aku doakan semoga kamu selalu bahagia dengan Arkan, tapi jika dia membuatmu menangis dengan senang hati aku siap menampung keluh kesahmu," lanjut Hendra, tersenyum tipis menatap Rose.


Rose menjadi terharu dengan perkataan Hendra yang sangat tulus, kemudian dia memeluk Hendra sambil terus mengucapkan 'maaf' dan 'terima kasih' pada temannya itu.


CEKREK


Pada saat Hendra dan Rose saling berpelukan ada seseorang yang memotret keduanya dari kejauhan.


"Kita masih berteman 'kan, Rose?" tanya Hendra membalas pelukan Rose seraya mengusap punggung wanita itu beberapa kali.


"Tentu," jawab Rose tersenyum seraya melepaskan pelukan tersebut.


***

__ADS_1


Jangan lupa like, komentar, vote dan berikan gift seikhlasnya❤


__ADS_2