
“Mika, jangan muda percaya dengan orang yang baru kamu kenal. Kamu ‘kan dengan Rose baru saling mengenal, dan bisa jadi dia mempunyai niat jahat pada Mika dan keluarga Mika.” Nyonya Park tidak berhenti untuk terus menghasut Mika. Dia yakin kalau terus menerus mendoktrin pikiran Mika dengan ucapan buruk tentang Rose, maka gadis kecil itu lambat laun akan terpengaruh juga.
Mika meletakkan boneka barbie di atas kasur, lalu menatap Nyonya Park dengan lekat. “Oma, Mommy Rose, Oma Ale, dan Opa Gerry, begitu pula dengan Daddy selalu mengajarkan aku untuk selalu berpikir positif dan tidak boleh berpikiran buruk pada orang lain. Karena mempunyai pikiran buruk kepada orang lain termasuk sifatnya setan, apakah Oma bagian dari para setan itu?” jelas Mika dengan segala kecerdasannya, sekaligus bertanya dengan kepolosannya, membuat Nyonya Park mati kutu dan geram dengan pertanyaan Mika.
“Pertanyaanmu ini sungguh tidak sopan, Mika. Siapa yang mengajarinya? Pasti Rose ya?!” tanya Nyonya Park dengan nada tidak suka, dan semakin geram pada cucunya sendiri.
“Mommy Rose tidak pernah mengajariku tentang hal buruk Oma. Justru sebaliknya, Mommy Rose selalu mengajariku tentang kebaikan,” jawaban Mika membuat Nyonya Park mati kutu, dan akhirnya keluar dari kamar tersebut dengan langkah kesal dan penuh emosi.
“Sial! Sial!” geram Nyonya Park, seraya menghentakkan kedua kakinya dengan kesal seraya mengepalkan kedua tangannya sangat erat, dia berjalan menuruni anak tangga dengan perasaan emosi. Tapi, dia harus menyembunyikan dan menahan emosinya saat Allegra memanggilnya dari ruang tamu.
“Nyonya Park, bisa ke sini sebentar!” seru Allegra pada besannya seraya mengayunkan tangan kanannya.
“Iya, Ale, ada apa?” Nyonya Park tersenyum palsu, berjalan menghampiri Allegra yang tidak sendirian di ruang tamu. Ada dua orang perwakilan dari WO yang akan menyiapkan pernikahan Arkan dan Rose.
Nyonya Park mendudukkan diri di samping Allegra yang memegang sebuah album desain dan dekorasi wedding.
__ADS_1
“Aku ingin meminta pendapatmu. Dekorasi dan desain mana yang bagus untuk pernikahan Arkan dan Rose?” tanya Allegra seraya membuka satu persatu, memperlihatkan foto dekorasi dan desain pernikahan yang mempunyai tema berbeda-beda di setiap halamannya.
Nyonya Park menyipitkan kedua mata, lalu menggelengkan kepala, “aku juga bingung, karena semuanya bagus-bagus,” jawab Nyonya Park penuh kebohongan. Karena dia malas dan tidak ikhlas jika Arkan menikah dengan Rose. Malahan dia sangat berharap pernikahan tersebut gagal.
“Ah, kita mempunyai pemikiran yang sama. Bagaimana kalau kita tanya kepada Mika saja?” usul Allegra pada besannya.
“Ide yang bagus!” sahut Nyonya Park tersenyum paksa.
Allegra memerintahkan salah satu pelayannya untuk memanggil Mika ke ruang tamu.
Beberapa menit kemudian, Mika sudah bergabung di tengah-tengah dua wanita paruh baya itu sambil memilih konsep pernikahan untuk ayah dan calon mommy-nya.
Allegra mengangguk dan tersenyum, “pilihan cucu Oma memang tidak ada duanya.” Allegra mencium pipi Mika dengan gemas, sedangkan Nyonya Park memutar kedua matanya dengan malas.
*
__ADS_1
*
“Rose, sejak tadi pria itu ada di sini? Apakah mobilnya sudah kamu perbaiki?” tanya Hendra seraya melirik seorang pria berpakaian serba hitam dan terus menatap Rose yang sedang memeriksa mesin mobil customer lain.
Rose mendongak, menatap pria yang di maksud oleh Hendra, “sudah, mobilnya sudah selesai aku perbaiki dari dua jam yang lalu. Mungkin dia sedang bersantai. Biarkan saja, lagi pula dia tidak membuat kerusuhan,” jawab Rose, kembali fokus pada pekerjaannya.
“Rose, nanti pulang aku antar ya!” ucap Dani—bossnya yang tiba-tiba berdiri di belakang Rose.
Rose menoleh, menatap sengit pada Dani. “Nggak, makasih! Aku sudah di jemput tunanganku!” jawab Rose seraya memperlihatkan cincin tunangan yang melingkar di jari manisnya.
Dani mengangguk, lalu kembali ke ruangannya, tanpa memaksa Rose.
Rose mengerutkan alisnya, tidak biasanya Dani bersikap pasrah seperti ini. Biasanya pria itu akan selalu memaksanya, bahkan mengancamnya. Mungkin karena dia cincin tunangan yang di pakai.
Rose menjadi bernafas lega, ada untungnya juga ‘kan dia memakai cincin tersebut.
__ADS_1
***
tekan tombol like ya setelah membaca