
Perasaan Rose kini terasa lega setelah bertemu dengan Tuan Park. Arkan menatap Rose lalu menggenggam tangan wanita itu dengan erat, mengajaknya keluar dari restoran karena hari sudah gelap.
"Bagaimana?" tanya Arkan ketika mereka sudah masuk dan duduk di dalam mobil.
"Lega," jawab Rose tersenyum.
"Kamu nggak dendam?" tanya Arkan lagi, sangat penasaran.
Rose menggeleng pelan sebagai jawaban, "dendam sih nggak, tapi lebih ke kecewa," ucap Rose jujur.
"Iya, kalau rasa kecewa pasti ada dan tidak bisa di pungkiri, karena Tuan Park sudah mengabaikan Ibu dan kamu selama 20 tahun," jawab Arkan prihatin, lalu melajukan mobil mewahnya. "Mau ke mana lagi? Hari ini aku free menjadi sopirmu," gurau Arkan, agar calon istrinya ini tidak terpaku dengan masalah ini.
Rose terkekeh mendengar gurauan Arkan, kemudian mengambil ponselnya yang sejak tadi bergetar dari dalam tasnya.
"Siapa yang menghubungimu?" tanya Arkan, menatap curiga saat melihat Rose mesam-mesem sambil menatap layar ponsel.
"Hendra ingin bertemu," jawab Rose seraya memperlihatkan layar ponselnya pada Arkan, di mana pesan Whatsapp Hendra terpampang jelas di layar ponselnya.
"Dia mengajakmu bertemu di angkringan?" Arkan mengerutkan alis, karena sebenarnya dia tidak tahu dan tidak paham apa itu 'angkringan'.
"Iya, boleh 'kan?" tanya Rose seraya tersenyum lalu mengerucutkan bibir, dan memasang wajah imut dan menggemaskan, merayu Arkan agar mengizinkannya bertemu dengan Hendra.
"Boleh, tapi ada syaratnya!" Arkan tersenyum miring saat sebuah ide licik melintas di otaknya.
"Apa? Jangan aneh-aneh syaratnya!" Rose memperingatkan Arkan sembari menunjuk wajah tampan itu.
Arkan menghentikan mobilnya ketika rambu lalu lintas berwarna merah, bertanda kalau semua pengendara di jalan raya harus berhenti.
__ADS_1
"Sini!" Arkan menggerakkan ujung jarinya, bertanda kalau Rose harus mendekat ke arahnya.
"Apa?" Rose tidak mau mendekat ke arah Arkan, karena dia curiga kalau pria itu pasti akan memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan.
"Kau mau bertemu dengan temanmu apa nggak?!" kesal Arkan lalu memaksa Rose agar mendekat ke arahnya, setelah calon istrinya mendekat, Arkan dengan cepat mencaplok bibir Rose dengan gemas, mellumat dan memagut bibir manis itu atas bawah bergantian. Meski mendapatkan penolakan dari Rose, tapi Arkan dengan mudah membuat calon istrinya itu terbuai. Maklum kalau duda sudah banyak pengalamannya. Modus aja terusss🤣
"Emh ..." Rose memekik tertahan, seraya mendorong pudak Arkan, agar pria itu menghentikan ciuman buas itu.
Arkan melepaskan ciuman tersebut dengan paksa saat rambu lalu lintas berubah warna hijau, yang artinya semua pengendara di jalan raya harus melanjutkan laju kendaraan.
Arkan tersenyum puas, seraya mengusap permukaan bibirnya yang basah dengan ibu jarinya sambil melirik Rose yang terlihat seperti ikan yang terdampar di daratan.
Hosshhh ... Hoshh ...
Rose meraup oksigen dengan rakus untuk memenuhi paru-parunya yang mengering karena ciuman dadakan itu membuatnya lupa bernafas.
"Kau mengataiku wedus lagi! Sepertinya kau harus mendapatkan hukuman!" ancam Arkan terdengar tidak maibn-main.
"Memang artinya wedus itu apa?" tanya Rose menatap sinis pada Arkan.
"Kambing! Aku tahu artinya dari Bams," jawab Arkan kesal.
"Oh, ternyata asisten anehmu itu orang jawa ya," ucap Rose sambil tertawa pelan, lalu segera mempoutkan bibirnya ketika melihat lirikan tajam calon suaminya ini.
"Aku minta maaf deh, karena nggak sopan sama kamu," rayu Rose agar tidak mendapatkan hukuman dari Arkan.
"Aku maafkan, tapi jangan harap kau lolos dari hukumanmu!" balas Arkan menyeringai licik.
__ADS_1
"Licik!" umpat Rose, memanyunkan bibirnya sebal.
"Itu bibir pengen di cium lagi?" goda Arkan seraya menatap Rose yang memanyunkan bibirnya 5 centi.
"Diam!" balas Rose sangat jengkel.
"Oke ... oke ... sekarang katakan kepadaku, di mana angkringan itu berada?" tanya Arkan seraya mencolek dagu Rose, menggoda Rose ternyata sangat asyik, apalagi kalau melihat wajah cantik itu mberengut, membuatnya sangat puas dan gemas pada calon istrinya ini.
"Dekat kontrakan aku," jawab Rose judes.
Arkan tersenyum dan mengangguk lalu menambah laju kecepatan mobilnya agar cepat sampai tujuan.
"Habis dari angkringan, aku mampir ke kontrakanmu ya," ucap Arkan, modus lagi.
Rose melirik sengit pada calon suaminya ini, sembari berkata, "nggak!!!!"
****
Author : Sabar Arkan, tinggal menghitung hari, kalian sah kok.🤣
Arkan: Kelamaan nge-drama lu thor. Langsung sat-set apa!!! Udah nggak tahan ini!
Author: Nggak tahan apa?🧐
Arkan: Anu ... nggak usah sok volos deh🙄
🤣🤣
__ADS_1