Antara Cinta Dan Hobby

Antara Cinta Dan Hobby
Aneh..?


__ADS_3

Oalah oke na, oh iya nanti kalau sudah sampai kosan kabarin aku mau kesana kangen rusuhin tempat tidurmu dan bantal guling kamu itu" perintah clara dengan semngat


"Santai, iiiiiii...yyyy..." belum sempat ana menjawab tiba-tiba ada yang mencoleknya dari belakang hingga membuatnya kaget dan mematikan ponselnya otomatis


"Kaa...kaa... kamuuu...." ucapnya namun belum selesai dia berbicara tangannya sudah ditarik oleh laki-laki tersebut


"Maaf sebelumnya ada apa ya anda menarik saya, apa maksud anda melakukan semua ini" tanya ana namun laki-laki tersebut masih saja diam dan terus menarik ana keluar area gedung kampus, tepatnya ke taman belakang kampus dengan keadaaan yang tidak terlalu ramai namun juga tidak sepi..


"Duduklah" ujar laki-laki itu yang akhirnya mengeluarkan suaranya, sambil menunjuk kursi kosong dengan telunjuk jari tanganya membuat ana mengikuti kemana arah telunjuk itu, sudah memberinya petunjuk...


kemudian ana bergegas untuk duduk di tempat tersebut, entahlah rasanya begitu melelahkan ditarik-tarik seperti tadi. Setelah pada posisi yang nyaman ana lalu menatap laki-laki tersebut dengan intens dari ujung kaki hingga ke ujung kepala.


"Katakan" kata ana membuyarkan lamunan laki-laki tersebut, entahlah laki-laki ini selalu terlihat melamun tidak jelas seperti sekarang..


Lagi-lagi mulut lelaki itu seakan terkunci enggan untuk mengeluarkan suaranya sedikit pun..


"Jika tidak ada yang ingin kau bicarakan aku pergi" ucap ana kemudian berdiri dan hendak meninggalkan lelaki itu namun dengan segera lelaki itu menarik tangannya dan meminta ana kembali duduk seperti posisi awal mereka


"Duduklah ada yang ingin aku bicarakan, ini sangat penting jadi kamu harus mendengarnya" akhirnya ada kalimat yang keluar dari mulut seorang dana setelah cukup lama terdiam bergulat debgan pikirannya sendiri.


"Oke cepat katakan aku tidak punya banyak waktu untuk hal-hal bodoh yang tidak penting" ucap ana cepat dan lugas membuat dana menatapnya intens. entah apa yang dana pikirkan sekarang


"Oke baiklah" dana menghembuskan nafasnya dengan kasar sebelum akhirnya melanjutkan kalimatnya


"Begini aku hanya ingin mengatakan maaf padamu, maaf karena pertemuan kita beberapa waktu lalu mungkin membuatmu tidak nyaman, maaf karena sebagai lelaki aku tidak perhatiaan walau hanya sedikit saja kepada mu waktu itu" ucap dana berhenti sejenak untuk menarik nafas karena sepertinya paru-parunya sedang membutuhkan stok oksigen yang sangat banyak setelah mengucapkan kata maaf dari mulutnya tentu saja ini adalah momen yang sangat langka baginya..

__ADS_1


"Dan maaf atas sikap aku selama ini yang terkesan semena-mena kepada kamu ana, apalagi saat itu kita belum mengenai. Heheheheh bahkan sekarang pun kita tidak saling mengenal aku hanya tau namamu itu pun karena temanmu memanggilmu dengan jelas sehingga aku mendengarnya dan langsung tau nama kamu" lanjut dana dengan senyum getirnya mengingat kelakuan konyolnya saat pertemuan mereka beberapa waktu lalu


Sementara ana hanya terdiam mendengarkan kata demi kata yang keluar dari mulut dana, yang terlihat tidak nyaman dengan kata-katanya sendiri


"aneh sekali" batin ana namun masih memasang telinganya dengan baik


"Okey lebih baik kita kenalan dulu, aku dana. Dana prasetyo" ucapnya lagi dengan mengulurkan tangannya kepada ana


"Ana, emz cukup tau namaku ana itu aja " jawab ana singkat sambil membalas uluran tangan dana


"Emmzz baiknya" balas dana dengan santai dan masih memperhatikan dana dengan lekat entahlah dia hanya merasa nyaman memandangi wajah ana walaupun wajahnya terlihat biasa saja namun cukup menarik baginya..


"Mimpi apa kamu semalam kenapa es batu sepertimu mau minta maaff..!!! Apa kau pikir dirimu salah tidak kau benar waktu itu aku yang salah jadi jangan terlalu dipikirkan" ucap ana meyakinkan dana entahlah dia merasa ada yang aneh dengan laki-laki tersebut,


"aneh sekali tidah seperti orang yang dia lihat beberapa waktu lalu" ucapnya dalam hati


"Baiklah jika kau memaksa, sebenarnya aku tidak pernah dendam deng kamu. Jadi lupakan saja okey" ucap ana berusaha meyakinkan dana


"Jika begitu terimakasih, bolehkah sekarang kita berteman" ajak dana dengan sedikit lembut dan terlihat cahaya kecil diwajahnya


"Apa teman!!! Kau ini aneh sekali. Baiklah-baiklah sepertinya tidak ada salahnya kami berteman" pikir ana dalam hati


"Tentu saja boleh, jika itu yang kamu inginkan" ucapnya santai dengan senyum manisnya yang menggoda


"Okey bolehkan aku meminta nomor whatsapp km agar kita lebih mudah berkomunikasi kedepannya" pinta dana kembali ke nada datarnya

__ADS_1


"Emmmm boleh deh" jawab ana kemudian mereka saling bertukar kontak masing-mansing


Setelah selesai mereka kembali mengobrol entahlah apa yang terjadi pada dana sehingga sikapnya berubah seratus delapan puluh derajat sungguh menakjubkan (wk wk wk wk wk)


"Owh iya abis ini kamu mau kemana" tanya dana kemudian karena ia mulai penasaran dengan kegiatan ana selama ini


"Owh aku mau pulang ke kosan, owh iya aku duluan ya ada urusan penting soalnya" alasan ana agar bisa pergi dari laki-laki itu dengan cepat


"Emzz baiklah, nanti kabarin ya kalau udah sampai di kosan ya?" pintanya pada ana


"Aneh sekali orang ini" batin ana lagi


"Oh itu iya" ucapnya kemudian dan segera meninggalkan dana seorang diri.


Sementara itu dari kejauan seorang laki-laki memandangi mereka dengan melipat kedua tangannya, bahkan dia sempat mengambil foto ana dan dana sebelum ana berpamitan pulang


"Siapa tau suatu saat nanti berguna" batinnya ketika mengambil foto tersebut


Kemudian dia melangkah pelan, langkah demi langkah sangat pelan dia tentu ingin memberi kejutan luar biasa pada si kepala batu tersebut yang beberapa menit yang lalu terlihat begitu hangat


"Hm hm hm" ketika sudah tiba dibelakang dana ia memberi kode agar dana membalikan badannya


Dan benar saja dana reflek membalikan badannya


"Kau...!! Kenapa kau ada disini......"

__ADS_1


#jangan lupa tinggalkan jejak, author akan sangat berterimakasih😊☺


see you guys


__ADS_2