Antara Cinta Dan Hobby

Antara Cinta Dan Hobby
Egois..!


__ADS_3

#Hay guyss happy new year 2021


Author ucapkan terimakasih untuk kalian-kalian yang sudah bersedia untuk selalu hadir di novel ini. Author sadar novel ini masih banyak sekali kekurangannya, author harap kedepannya bisa lebih baik lagi😊😁


Sukses untuk kita semua...


Love you guys😍😘


.


.


.


lanjut..


"Tentu saja..!! Orang tuaku akan menjadi mertuamu. Baiklah aku akan mencoba mempercepat waktunya, jika kau memang sudah tidak sabar..?" Ucap Dana dengan senyum tipis, menggoda Ana..


"Tidak..tidak..itu tidak perlu..!!" Ucap Ana cepat....


"Baiklah memang seperti itu seharusnya,,,!! Bersiaplah agar kau tidak mempermalukan diriku nanti..!" Pinta dana kepada Ana..


Ana yang mendengar permintaan Dana tersebut hanya terdiam, dia juga bingung harus mengatakan apa..


. . . . .


Saat ini Ana sudah berada di dalam kamarnya,,,


Banyak hal yang Ana pikirkan setelah percakapan mereka direstoran tadi..


"Apa yang harus aku lakukan sekarang?"


"Kenapa semuanya menjadi semakin rumit seperti ini?"


"Menikah?dengan dana? Si manusia aneh itu?"


"Apa jadinya diriku nanti jika aku menikah dengan manusia seperti itu?"


"Bagaimana keluarganya nanti? Apakah mereka akan bersikap baik padaku?"


"Oh tuhan..!! Bahkan skripsiku pun belum selesai, bagaimana mungkin aku akan menikah..?"


"Bagaimana dengan mama dan papa nanti? Setelah tau jika ada yang ingin menikahi ku..?"


Dan masih banyak hal lagi yang Ana pikirkan,


"Sungguh semua ini membuatku pusing" ucapnya dengan nafas beratnya..


"Berikan petunjukmu padaku..tuhan..?" Ucap Ana sambil memejamkan matanya..


Entah sudah berapa lama dia memikirkan hal itu, detik demi detik pun berlalu, hingga tanpa dia sadari dia terlelap dalam tidurnya. Mungkin terlalu lelah memikirkan semua kemungkinan yang akan terjadi nanti...

__ADS_1


. . . . .


Hari-hari telah berlalu, malam ini adalah hari dimana Dana akan mengajaknya menemui keluarganya. Layaknya seorang gadis yang memang ingin bertemu calon keluarga barunya, dia pun merasakan hal yang sama. Detak jantungnya seakan berlomba-lomba berdetak lebih cepat padahal waktunya masih beberapa jam lagi...


Drt drt drt..


Ada panggilan whatsapp yang masuk ke ponsel Ana, beberapa hari ini dia sengaja hanya menggunakan mode dering saja pada notifikasi whatsappnya. Hal ini karena akhir-akhir ini dia sedang sibuk-sibuknya dengan permasalahan tugas akhirnya dengan sang dosen pembimbing.


Alasan lainnya, tentu saja agar dia punya banyak alasan untuk tidak menerima panggilan Dana, yang selalu saja membuatnya semakin pusing. Untung saja akhir-akhir ini Dana bersikap sedikit lebih baik, sehingga dia mau mengerti penjelasan Ana. Entahlah mungkin juga dia ingin agar Ana lebih dokus memperaiapkan diri untuk bertemu keluarganya...


"Halo.." jawab Ana singkat


"Na sombong banget kamu, akhir-akhir ini kamu jarang memberi kabar padaku..?" Ucap seseorang dari seberang sana..


"Hehe maaf ra..!! Aku benar-benar sibuk. Kau tau skripsiku banyak sekali yang harus direvisi dan.." ucap Ana terhenti ketika melihat ada notifikasi chat whatsapp yang masuk...


"Sayang..., dengan siapa kau melakukan panggilan..! Kenapa aku tidak bisa melakukan panggilan..?" Itu adalah isi chat whatsapp yang Ana baca, tentu saja itu dari sang kekasih dadakannya...


"Huuuuhhh" Ana menghembuskan nafasnya dengan kasar. Dia hanya membaca pesan melalui notifikasi yang dia lihat, dia belum berniat untuk membuka chat tersebut...


"Ada apa na? Apa kamu sedang dalam masalah..?" Tanya Clara serius..


Sebagai seorang sahabat tentu saja Clara paham dengan tingkah laku Ana..!!


"Pasti saat ini ada yang sedang mengganggu pikiran ana?" Pikir Clara menunggu jawaban dari Ana..


"Tidak apa-apa kok ra! Hanya masalah kecil, kau tenang saja aku bisa menghadapi ini dengan mudah..?" Jawab Ana meyakinkan Clara, Clara yang mendengar jawaban ana tentu saja merasa tidak puas..


"Baiklah kalau kamu belum ingin menceritakan masalahmu padaku na..!! Aku siap mendengarkan kapan pun kau siap menceritakan semuanya.." ucap Clara meyakinkan Ana agar tidak menyimpan masalahnya seorang diri..


"Siap ra..!! He he he. Sudah dulu ya ada yang ingin aku kerjakan..?" Ucap Ana kemudian,


"Okey...!! Jangan lupa istirahat ya na..?" Ucap Clara mengingatkan Ana agar tidak terlalu berambisi dan mengabaikan kesehatannya..


"Siap Clara sayang..!! Aku tutup ya bye...?" Jawab Ana cepat, kemudian langsung mematikan panggilan itu...


Sesaat dia terkejut melihat pesan yang Dana kirimkan untuknya...


"Kebiasaan deh..!!.." gumam Ana sedikit kesal..


Kemudian Ana bergegas membuka isi chat yang dikirim oleh Dana..


"Kamu online kok gak balas..?"


"Kamu lagi telponan sama siapa?"


"Sayang....!!!?"


"Kamu lagi main ya dibelakang aku..!!"


"Apa kamu lupa malam ini kamu akan menemui keluargaku..?"

__ADS_1


"Baiklah sepertinya kau harus sedikit dihukum..?"


Itulah isi chat yang Dana kirimkan..!!, tidak hanya itu, masih banyak chat-chat yang lain. Namun Ana sangat malas membacanya.


"Uda hampir jam 17.00..!, mandi dulu deh" Gumam Ana kemudiam bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya...


Lima belas menit berlalu dia keluar dari kamar mandi dan langsung mendengar dering ponselnya..


Drt..drt...drt...


Langsung saja Ana menjawab panggilan tersebut, yang sudah pasti dari Dana..


"Iya sayang...?" Jawab Ana seperti biasanya..


"Apa kau begitu bahagia, setelah telvonan dengan selingkuhanmu..?" Cecar Dana langsung dengan cepat..


"Apa maksudmu..? Siapa yang selingkuh..!!" Balas ana tak kalah cepat..


"Apa kau pikir aku bodoh..? Apa kau lupa malam ini kita akan kemana...? Apa kau berniat kabur, agar tidak jadi kerumahku dan pergi dengan prian lain itu..?" Lagi-lagi Dana mengeluarkan kata-kata yang begitu membuat dada Ana seketika sesak..


Tak ada balasan yang Ana ucapkan, hanya ada suara tangisan dari sebrang sana yang didengar oleh Dana...


"Ana..!! Ana...!! Sayang...!!" Panggil Dana yang tak kunjung dijawab oleh Ana, yang terdengar justru suara tangisan ana yang semakin keras...


"Ana berhenti menangis dan jawab pertanyaanku..? Kenapa kau mengabaikan aku tadi..?" Bukannya menenangkan Ana agar berhenti menangis yang ada Dana malah semakin menuntuk jawaban dari Ana...


"Kenapa kau selalu saja menilai diriku dengan sesuka hatimu..? Tau bisakah kau mendengar penjelasanku terlebih dahulu..?" Jawab ana yang berusaha keras agar mampu menjawab pertanyaan Dana yang juga dengan pertanyaan..


"Tadi Clara menelvon ku, dia hanya menanyakan kabarku, karena sudah hampir seminggu kami tidak bertemu..!! Apa kau puas sekarang..?" Jawab ana dengan suara yang diiringi tangisan...


Mendengar itu Dana hanya diam saja. Dana benar-benar merasa bersalah atas tuduhannya tadi....


"Lalu kenapa kau tidak membalah chat whatsapp dariku..!! Kenapa kau hanya membacanya saja..?" Bukannya meminta maaf, Dana malah mencecar Ana dengan pertanyaan yang lain....


.


.


Bersambung.......


#Jangan lupa tinggalkan jejak berupa


.Like


.Komen


.dan jika berkenan sedikit vote-nya😊


Terimakasih guys..


.

__ADS_1


.


__ADS_2