Antara Cinta Dan Hobby

Antara Cinta Dan Hobby
Alasan Raka..!


__ADS_3

**happy reading


Terimakasih sudah mampir


.


.


.


Lanjut**...


"Untuk apa dia kesini..!! Sepertinya aku tidak ada kerjaan bersama dengannya saat ini. Awas saja jika dia berniat menggodaku lagi..." pikir Dana saat melihat orang tersebut semakin dekat dan saat ini sudah mendaratnya pantatnya di kursi depan meja Dana...


"Hey sobat..!!!" Ucap orang tersebut sambil tersenyum menggoda kearah Dana...


Dana mengabaikan keberadaan orang tersebut dengan memfokuskan dirinya lagi pada pekerjaannya karena malas jika harus berdebat atau di goda lagi oleh Raka. Ya..!! Orang tersebut adalah Raka ....


"Hey kenapa kau senang sekali mengabaikanku..!! Aku tau pekerjaamu tidak sepenting itu sampai-sampai kau mengabaikan diriku seakan-akan kau akan mati di tangan atasan kita jika kau tidak menyelesaikan pekerjaanmu itu sesegera mungkin.." ucap Raka sinis masih setia memperhatikan tingkah Dana yang cuek padanya..


"Huh memang dasarnya kepala batu, mau di apakan juga tetap saja kepala batu.." ucap Raka dalam hati...


"Hey jika kau tetap mengabaikan diriku maka aku akan memberi foto ini kepada mama, agar mama meminta kau agar segera menikahi gadis itu...!!!" Ucap Raka kemudian menunjukan foto melalui ponselnya..


Foto itu adalah foto hasil memergoki Dana sedang berbicara dengan Ana dikampus B beberapa waktu lalu, hanya saja posisi Raka mengambil foto itu seakan menguatkan posisinya untuk mengancam Dana.


Didalam foto tersebut terlihat Ana yang sedang berdiri dihadapan Dana dengan sangat dekat, bahkan posisi mereka seperti akan berciuman saja, di tempat umum seperti itu. Padahal yang sebenarnya Ana sedang berpamitan untuk segera pulang..!!. Itu lah hebatnya seorang Raka...


Dana yang melihat foto dirinya diponsel Raka begitu merasa kesal. Dana hendak merebut ponsel tersebut tetapi tentu saja tidak berhasil karena Raka sudah lebih dulu mengamankannya.


"Hey hey..!! Lanjutkan saja pekerjaanmu itu, jangan pedulikan ocehanku yang tidak penting ini.."ucap Raka penuh penekanan, membuat dana semakin kesal saja..

__ADS_1


"Apa yang kau inginkan..? Tolong jangan terlalu ikut campur urusanku..!!.." ucap Dana ketus menatap Raka dengan sorot mata yang tajam.


"Satu orang saja sudah membuat ku pusing apalagi ditambah orang ini lagi.." ucap Dana dalam hati, tiba-tiba kepalanya terasa pusing saat bayangan kerumitan hidupnya ditambah lagi..


"Santai..!! Aku tidak akan ikut campur urusanmu, mau dengan siapa dan bagaimana pun kau mendapatnya, karena aku tau kau sudah cukup pusing dengan permintaan mama bukan..?" Tanya Raka dengan senyuman penuh arti, membuat Dana mengerutkan dahinya..


"Darimana dia tau..? Atau jangan-jangan..!! Sial.."ucap Dana dalam hati ketika menyadari sesuatu, kini dia benar-benar tidak mampu menahan emosi lagi. Dana hendak menghajar Raka namun terhenti ketika mendengar ucapan Raka selanjutnya..


"Tenanglah kawan..!! Kendalikan emosimu itu, jika kau mudah emosi begini bagaimana kau akan mengendalikan gadis itu. Ingat kebanyakan wanita tidak suka cowo kasar.!! Mungkin saja kemaren dia masih bisa menuruti semua keinginanmu, tapi apa yang akan terjadi lusa, besok, atau bahkan nanti saja tidak ada yang tau...!" Ucap Raka tegas menasehati dana, kali ini kata-katanya sangat serius tidak ada selipan candaan disana..


Dana yang mendengar ucapan Raka hanya diam saja, dia membenarkan ucapan itu. Apalagi akhir-akhir ini Ana terlihat semakin berani dengannya, jadi tidak masalah jika dia harus mendengar semua ucapan raka kali ini..


Raka terus saja mengoceh didepan dana selakyaknya seorang ibu yang sedang menasehati anaknya. Sementara Dana tetap setia mendengar ocehan Raka walaupun masih terus melanjutkan pekerjaannya, tetapi kini fokusnya sudah teralihkan ke Raka, hingga pada akhirnya...


"Apa kau paham..." kalimat terakhir yang keluar dari mulut Raka, benar-benar membuat Dana berhenti beraktivitas. Kini dia menatap Raka dengan serius..


"Ada sesuatu yang dia inginkan...! Mana mungkin dia mau menghabiskan tenaganya untuk mengoceh seperti itu, itu bukan sosok raka yang aku kenal..?" Batin Dana tentu dengan tatapan penuh selidik..


Dana mengerti semua yang diucapkan oleh Raka, dia paham mungkin kelakuannya pada kurang baik, tapi dari mana dia tau...?


"Aku harus bisa mengetahui apa sebenarnya yang orang ini inginkan..?" Dana terus berfikir dengan kemungkinan yang akan terjadi dari semua tindakan Raka ini...


"Huuuiuhhhhhh,," Dana menghembusan nafasnya dengan kasar..


"Okey baiklah aku mengerti dengan semua hal yang kau ucapkan tadi, aku tau sikapku dengan ana memang aneh..." ucap Dana menggantung kalimatnya..


"Namun yang belum aku mengerti saat ini adalah....!!! Apa tujuanmu melakukan semua ini..? Aku tau itu bukan hanya sekedar bentuk perhatianmu padaku Raka..!!" Ucap Dana penuh penekanan membuat raka sedikit terkesiap, dan mengalihkan pandangannya dari tatapan dana yang serasa menusuk hingga ke jantungnya..


"Baiklah mungkin ini saatnya dia tau.." batin Raka


"Baiklah-baiklah, berhenti menatapku seperti itu..! Kau sangat menyeramkan dengan tatapan itu kau tau..? Kau seperti preman yang tidak punya uang, sungguh menakutkan.." ucap Dana kemudian, namun Raka tetap tidak mengubah ekspresinya...

__ADS_1


"Tidak usah basa-basi..!! Cepat katakan dengan jelas..!!" Suara Dana mulai meninggi, emosinya benar-benar sedang dipermainkan oleh Raka saat ini....


"Baiklah, aku akan ceritakan semuanya sedetail mungkin agar kau mengerti dengan jelas.." ucap Raka dengan cepat...


"Begini.......huuhhh" Raka menghembuskan nafasnya terlebih dahulu,..


"Aku yakin sekarang kau pasti sudah tau kenapa mama secara tiba-tiba memintamu membawa kekasihmu secepat mungkin..!! Aku tau kau tidak bodoh, sehingga hal seperti ini saja kau tidak mengerti...! Iya itu semua karena diriku.." ucap Raka agak takut, siapa yang tau jika nanti secara tiba-tiba Dana akan menghajarnya... namun diluar dugaan Dana diam saja itu artinya dia memang sudah mengetahuinya...


"Tapi kau jangan berfikir buruk dulu tentang niatku itu..! Aku memang punya niat lain tapi niat ku itu juga demi kebaikan dirimu, kau tau..? Bukankah semua yang mama katakan itu benar, sehingga kamu menurut dengan ucapannya begitu mudah...? Ayolah.. mungkin dengan begini kau bisa menemukan jodohmu, ingat usiamu sudah tidak muda lagi...? Siapa tau gadis itu memang benar-benar jodommu.." ucap Raka panjang kali lebar kali tinggi


Dana masih setia dengan kebisuannya,,,


"Dan mama mengatakan kau bersedia bukan dengan permintaannya..?" Tanya Raka kemudian karena melihat tingkah dana yang hanya diam saja..


"Apa tujuan lain dari rencanamu itu..?" Tanya Dana mengabaikan pertanyaan yang raka ucapkan dan malah mengajukan pertanyaan yang membuat raka tak berkutik


"Gawat..!! Apakah aku harus mengatakannya sekarang..? Apa yang akan dia lakukan nanti..?" Ucap Raka dalam hati bingung dengan situasi yang sedang dihadapinya sekarang..


"Kenapa kau diam saja cepat jawab pertanyaanku.." ucap Dana dengan suara penuh penekanan


"Itu... anuuuu...emzz, itu aku..akuu.....aku hanya ingin.." ucapan Raka terputus-putus, bingung apakah harus jujur atau tidak, hal itu membuat Dana memelototkan matanya kembali...


"Cepat katakan..! Bukankah ini tidak lebih penting dari yang kau katakan tadi..? Lalu kenapa kau bersikap seakan-akan alasan yang sebenarnya bukanlah yang kau ucapkan tadi..? Cepat katakan sekarang..!" Kali ini kekesalan yang Dana rasakan sudah besar, sehingga dia sangat kesulitan menaham emosi...


"Katakan atau..." kalimat Dana terputus karena raka sudah terlebih dahulu menjawab pertanyaan Dana dengan mantap..


"Clara....!" Ucap Raka singkat dan jelas....


Bersambung.......


#author mau mengucapkan terimakasih untuk kalian yang sudah dan selalui bersedia mendukung author yang minim ilmu ini๐Ÿ˜Š

__ADS_1


Thank you guys, jangan lupa like, komen dan vote


See you๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜


__ADS_2