
#Happy reading all
Terimakasih sudah bersedia mampir dan memberi like, komen, rate serta votenya untuk novel ini..
.
.
.
lanjut...
Disisi lain,,
"Pantes saja Dana makin aneh saja..!"gumam Raka sambil tersenyum senang, karena berhasil menggoda calon kakak iparnya itu..
"Tunggu..!! Apa katanya tadi..?" Ucap Raka kemudian, ketika menyadari sesuatu dari ucapan Ana..
"Clara...." ucap Raka cukup keras, begitu menyadari jika saat ini Ana sedang bersama Clara, pujaan hatinya yang begitu Raka rindukan..
"Siall..!! Kenapa aku tidak menanyakan dia dimana dari awal..? Kan aku bisa tau dimana Clara tinggal saat ini..!" Ucap Raka sambil mengacak-acak rambutnya frustasi..
"Benar-benar bodoh kau Raka.." gumamnya kemudian
Sebenarnya Raka menghubungi Ana karena Dana yang memintanya untuk mencari tau keberadaan Ana saat ini, Dana menganca. akan melarang Ana untuk menemui dirinya suatu saat nanti. Jika begitu bagaimana Raka bisa dekat dengan Clara..?, tentu saja Raka hanya bisa menuruti semua yang Dana ucapkan tanpa membantah sedikit pun, tentu saja karena takut..!!
"Huh menyebalkan sekali..!!" Ucap Raka pada akhirnya..
Harusnya dia tidak perlu pura-pura tunduk dihadapan Dana jika dia bisa mendapatkan alamat Clara tadi..
"Sepertinya aku harus bertindak sendiri, untuk sementara waktu..!! ya semoga saja aku bisa menemukan keberadaan gadis ku itu." Ucap Raka dalam hati dengan seringai di wajahnya
. . . . . . . .
Setelah mematikan sambungan telepon dari Raka, ana begitu kesal sekarang. Dia menunjukan wajah cemberutnya di depan Clara, membuat Clara menatapnya Ana dengan begitu penasaran..
__ADS_1
"Kenapa dia jadi gampang sessian ya sekarang..!! Dana benar-benar telah membuat sahabat ku yang lemah lembut dan ceria ini gampang marah dan cemberut sekarang. Huh semoga saja suatu saat nanti aku tidak akan berubah menjadi sama seperti Ana saat ini..!" Gumam Clara yang masih terus memperhatikan Ana yang masih saja menunjukan wajah cemberutnya membuat Clara bingung..
"Na kamu tau kan kalau nanti malam tim sepakbola nasional kita akan bermain..!" Ucap Clara memberitahu Ana dengan tatapan berbinar, sekaligus berusaha mengalihkan perhatian Ana yang membuatnya kesal jika lama-lama melihat Ana cemberut seperti tadi..
"Benarkah itu..?, kenapa aku bisa tidak tau ya?" Tanya Ana kemudian dengan wajah yang sekarang berubah menjadi berbinar-binar, tentu saja wajah cemberut yang sangat jelek yang di perlihatkan tadi sudah lenyap bagaikan ditelan bumi..
"Iya nanti malam, mulainya sekitar jam setengah delapan. Sepertinya nanti malam mereka akan melawan tim C dari negara tetangga..!" Ucap Clara lagi dengan cukup antusias sekarang, karena dia pun sangat merindukan tim favoritnya tersebut..
"Wah😍 ya udah deh, kalau begitu aku mau nginep aja deh disini, biar kita bisa nonton bareng, okey.. boleh kan? Biar lebih seru jika nontonnya sama-sama..!" Ajak Ana dengan sangat Senang..
"Boleh deh...!!, sebaiknya kita lupakan saja sejenak laki-laki yang lebih sering bikin kita menjadi kesal kayak mereka itu.."ucap Clara meyakinkan berusaha meyakinkan Ana dengan penuturannya..
"Tapi aku takut kalau Dana ngamuk gimana ra..? Bisa langsung sakit telinga aku mendengar dia mengoceh terus.!" Ucap Ana dengan nada kecewa dan takut, jika semua itu benar-benar terjadi...
"Sudah lah sekali-kali tidak akan terjadi apa-apa, percaya saja padaku..!" Ucap Clara dengan penuh keyakinan dan semangat yang membara tentunya...
"Ya iya lah kau yakin kan yang ngerasain aku bukan dirimu ra!!" batin Ana pada akhirnya
"Ya udah deh.." ucap Ana pada akhirnya, karena merasa sayang juga jika melewatkan pertandingan yang luar biasa itu..
Beberapa jam berlalu Ana dan Clara saat ini sedang fokus menonton pertandingan sepakbola dari tim kesayangannya..
"Ayo sayang tendang, issstt kok malah keluar lapangan sih..? ." Ucap Ana mengomentari pemain kesayangannya, yang membuatnya kesal kali ini..
"Nah bagus lemparannya..!! Yok sayang, terus bawa aja bolanya terus lari yang kenceng.. ayoo dikit lagi.... cepet.. awas ada lawan di depan.. giring dikit.. yaaa bagus seperti itu....!! Ayo tinggal kiper ayooo dikit lagi... hiss jangan sampai lepas sayang.. ayo.... ya tendang, cepet tendang....?" Ucap Ana dengan sedikit berteriak membuat suasana di kamar Clara menjadi ramai padahal mereka hanya berdua. Setelah mengucapkan itu Ana terdiam melihat pergerakan pemain kesayangannya itu sambil membuka mulutnya agak lebar karena pemain tersebut mengambil ancang-ancang untuk menendang bola dan..
Gol gol gol gol gol gol...
Teriak Ana dan Clara bersamaan dengan suara yang menggelegar, hingga...
Tok tok tok..
Mendengar ini Clara bergegas membuka pintu kamarnya, dan betapa terkejutnya dia ternyata teman-teman kosnya berkumpul di sana..
"He he he maaf kalian pasti terganggu ya..? Janji deh nanti gak teriak lagi..!" Ucap Clara meyakinkan. Sementara teman-teman kosnya tersebut hanya diam mengerutkan dahinya dan saling pandang satu sama lain..
__ADS_1
"Hey kami kesini mau ikut nonton..!" Ucap salah satu dari mereka, dan tanpa menunggu izin pemilik kamar mereka langsung saja masuk kedalam..
"Ta..tapi..." ucap Clara tapi belum sempat melanjutkan ucapannya dia binggung karena merka semua sudah duduk sambil menatap layar televisi. Melihat itu Clara hanya menggeleng-gelengkan kepalanya heran..
"Hey ra, kenapa kau masih berdiri disana cepat kesini..!" Ajak teman-temannya..
Pada akhirnya mereka menonton sepakbola bersama dengan dengan suasana yang cukup damai dan menyenangkan apalagi tim favorit mereka yang menang dengan skor dua kosong.
Semestara itu disisi lain..
"Dia kemana sih dari tadi tidak bisa dihubungi..?" Ucap seseorang, karena merasa sangat kesal. Nomor tujuannya tidak bisa dihubungi..
"Apa dia kesal padaku, hingga mematikan poselnya seperti ini..?" Tanyanya dalam hati..
Orang tersebut adalah Dana. Berbeda dengan Ana yang sedang menikmati kebebasannya, Dana justru resah dan gelisah karena ponsel Ana tak kunjung bisa dihubungi..
"Apa ini..!! Berani sekali dia melakukan ini padaku..? Awas saja aku pasti akan menghukumnya besok..!" Ucapnya kemudian...
Dengan rasa kesal dihatinya dia bangun dari ranjangnya dan duduk disopa tepat di depan televisi dengan memainkan ponselnya sebentar. Namun karena bosan dia melihat-lihat sekelilingnya untuk mencari benda yang bisa menghidupkan televisi, apalagi kalau bukan remot televisinya.
Setelah menemukan apa yang dia cari, langsung saja Dana menekan tombol on dan hiduplah televisi tersebut dan menunjukan sebuah acara yang Dana sukai...
Sepakbola..
"Apa-apaan ini..?"
#Bersambung......
Halo guy ayo dukung juga author di novel ini ya..!! Jangan lupa, like, komen dan vote..
Satu like dan komen kalian benar-benar membuat jiwa menulis author bangkit...
Vote dari kalian benar-benar membuat author merasa dihargai...
#Sukses untuk kita semua
__ADS_1
Terimakasih