
Hay-hay guys
.
Selamat hari raya natal untuk para reader yang merayakannya..๐๐
.
.
Selamat membaca dan semoga terhibur๐
.
.
"Ah sial aku benar-benar terjebak sekarang.. " kata ana dalam hati. Dia benar-benar seperti orang yang harus siap ketika akan menerima hukuman apa saja dan kapan saja tergantung situasi hati seorang Dana..
"Ba..ba..ik..lah" ucap Ana sangat pelan..
"Bagus.." ucap Dana santai
"Bagus memang inilah yang aku inginkan,, mulai sekarang bersiap-siaplah gadis bodoh" ucap Dana kemudian didalam hati.....
Setelah percakapan yang begitu mendebarkan bagi seorang Ana selesai, Dana langsung meminta Ana untuk naik ke motornya...
Diperjalanan mereka masih saja tetap terdiam, Ana yang takut dengan situasi hati seorang dana, dan Dana yang tak mungkin merendahkan harga dirinya dengan mengajak Ana berbicara terlebih dahulu..
Beberapa saat pun berlalu dengan keheningan...
Hingga...
"Eh eh eh, ini bukan arah jalan pulang ke kosan aku" teriak Ana dengan kencang ditelinga Dana, membuat Dana sedikit terkejut..
"Hehh, tak bisa kah kau pelankan suaramu itu? Kau itu sedang berbicara di depan telingaku..!!" Ucap Dana datar, membuat ana menyadari kesalahannya..
"Baiklah.." ucap Ana singkat...
"Ya tuhan aku benar-benar tidak tau dengan apa yang harus aku lakukan saat ini, aku benar-benar takut dia akan berbuat yang tidak-tidak kepadaku..?" Pikir Ana dalam hati sambil sesekali memejamkan matanya...
Hal itu tidak lepas dari pengawasan seorang Dana yang tentu saja memiliki kewaspadaan yang cukup tinggi, sehingga mampu menebak isi dari pikiran seseorang. Apalagi pikiran gadis bodoh seperti Ana, yang begitu terlihat jelas dari wajahnya...
"Tenang saja selama kau menurut kepadaku, aku tidak akan melakukan hal itu padamu...!" Ucap Dana menjawab semua kekhawatiran Ana..
__ADS_1
"Memangnya sekarang kau akan membawa aku kemana..?? Kau sudah berjanji tidak akan melakukan apapun kepadaku selama aku menurut padamu bukan? Lalu ini apa..!!" Ucap Ana penuh kekhawatiran karena takut dengan kelakuan Dana..
Dana yang merasa jika Ana merasa sangat ketakutan pun merasa sedikit kasihan, namun tak apa toh dia hanya ingin mengenal ana lebih jauh.. agar nanti saat diperlukan semuanya akan menjadi lebih mudah..
"Kau diamlah dan menurut saja padaku, jika aku mengatakan tidak maka tidak..!! Sekarang kau hanya perlu diam saja dan menurut, suaramu itu membuatku pusing..!! Apa kau mengerti..?" Tanya Dana kemudian
"I..yyyaaa" jawab Ana mulai menguasai dirinya lagi setelah mendengar penuturan Dana barusan..
Setelah percakapan itu, tidak ada lagi percakapan-percakapan selanjutnya..
Hingga...
"Loh....!! Apa maksudnya mengajak aku ketempat yang seperti ini..?" Ucap Ana di dalam hati, ketika motor Dana sudah memasuki suatu area yang memang menjadi tujuan Dana kali ini..
"Ayo turun..!!" Ucap Dana dengan suara tegasnya, ketika mereka sudah sampai diparkiran tempat tersebut..
"Untuk apa kita ketempat seperti ini..!! Apa maksud semua ini? Apa kau ingin menambah hutangku?" Tanya Ana penasaran
"Ha ha ha, rupanya kau sudah paham denganku..!! Padahal kita baru jadiin beberapa menit yang lalu.." ucap Dana dengan senyum seringai diwajahnya..
"Apa katanya jadian yang benar saja..!! Yang ada dia memaksaku untuk menjadi kekasihnya" gerutu Ana dengan sangat pelan, agar Dana tidak mendengarnya..
"Kenapa kau diam saja ayo masuk..!!" Titah Dana cepat, Ana bergegas mengikuti langkah Dana dibelakangnya. Tentu dia tidak ingin diperlakukan seperti tadi,,,
"Tunggu disini sebentar, jangan kemana-mana..! Jangan sampai kau menyusahkan ku nanti.." Titah Dana tegas, kemudian meninggalkan ana sendirian..
"Manusia itu memang benar-benar tidak bisa dibantah sedikit pun, entah sampai kapan aku bisa menurut dengannya seperti orang bodoh begini" ucap Ana pelan sambil memperhatikan Dana yang melangkah semakin menjauh dari dirinya..
Beberapa saat kemudian...
"Ini tiket mu, ayo kita masuk..!!" Ucap Dana sambil menyerahkan tiket masuk ke suatu tempat, Tepatnya tempat wahani bermain dikota itu. Ana dengan sigap mengambil tiket tersebut dari tangan Dana
"Terimakasih tiketnya.." ucap Ana kemudian..
"Hemmm, tunggu sebentar..!! Ada yang harus kita perjelas sekarang..." ucap Dana memotong kalimatnya..
"Bukankah kita sudah menjadi sepasang kekasih beberapa waktu lalu..!! Jadi mulai sekarang kau harus memanggilku sayang...!" Ucap Dana santai kepada Ana, tentu saja ana terkejut dibuatnya..
"Ap..pp..aaa" ucap Ana cukup keras
"Orang ini benar-benar ngelunjak lama-lama, aku yakin setelah ini akan ada banyak aturan-aturan aneh.. Ana bersabarlah setidaknya untuk saat ini" ucapnya di dalam hati..
Dana mengerutkan keningnya karena tinggak Ana yang terlalu berlebihan menurutnya...
__ADS_1
"Kenapa? Apa kau tidak mau? Sudah berani melawan sekarang?, ahh mungkin aku sudah terlalu baik tadi,, jadi..." ucap Dana dengan penuh penekanan diakhir kalimatnya..
"Oke-oke baiklah, aku akan memanggilmu sesuai dengan keinginanmu..!" Ucap Ana pasrah
"Bagus...!! Coba kau katakan sekarang, aku ingin mendengarnya" ucap Dana kembali
"Iyaa s..aay..aaanngg" Ucap Ana terbata, dia benar-benar harus belajar untuk ini..
"Bagus kau harus segera terbiasa dengan panggilan itu....!! Jadi jika kau lupa memanggilku sayang maka aku akan mencatat kesalahanmu dan memasukan itu ke daftar hutangmu..!!" Ucap Dana datar tanpa memperdulikan bagaimana reaksi Ana setelah mendengar ucapannya tersebut..
"Apa..? Tidak bisa seperti itu..!! Aku merasa sangat dirugikan jika setiap kesalahanku dianggap hutang, kapan lunasnya hutangku" ucap Ana dengan pelan, takut dengan reaksi Dana
"Owh jadi kau tidak mau? Baiklah kita ubah saja aturannya...! Jika kau sampai lupa memanggilku sayang maka aku akan langsung mencium dirimu saat itu juga.." Ucap Dana dengan mantap
"Tidak..!!" Teriak Ana tidak terima dengan sikap Dana yang semakin menjadi-jadi..
"Tidak ada bantahan..!!" Ucap dana dengan suara beratnya dengan cukup keras, yang memberi pertanda bahwa dia tidak ingin ada penolakan. Mendengar itu tentu saja Ana merasa takut
Sesaat Ana terdiam..
Melihat tidak ada bantahan apapun lagi, Dana segera menarik tangan Ana dan menuntunnya untuk masuk ke area wahana tersebut...
"Baiklah sepertinya kau butuh beradaptasi...?, jadi aku putuskan untuk memulai aturan itu setelah kita pulang nanti dan mulai berlaku saat kau sampai di kosanmu nanti..!!" Ucap Dana dengan tegas
Ana masih saja terdiam, dia bingung harus mengatakan apa. Jadi untuk saat ini dia memilih diam saja dan mengikuti langkah kaki dana masuk ke area wahana tersebut..
Setelah menyerahkan tiket ke petugas, mereka berdua bergegas masuk dan berdiri menghadap semua wahana yang ada dedepannya..
"Aku harus bisa mengorek segala informasi tentang gadis bodoh ini sedetail mungkin, itu akan memudahkan ku suatu saat nanti" ucap Dana di dalam hati sambil mengamati wajah Ana yang terlihat sangat bahagia saat ini..
Namun tiba-tiba..
"Aaaauuuuu...., Sakit.." Ucap Ana berteriak dengan cukup keras..
#Sampai disini dulu ya guys
Jangan lupa like, komen dan votenya ya..
Terimakasih
.
.
__ADS_1
See you