Antara Cinta Dan Hobby

Antara Cinta Dan Hobby
Perdebatan kecil..!


__ADS_3

#Happy reading all


Terimakasih kasih sudah mampir ke karya author ini๐Ÿ˜๐Ÿ˜Š...


Semoga sedikit menghibur dan maafkan author kalau masih suka ada typo๐Ÿ˜‰....


.


.


.Lanjut kuy..


Mendengar itu Dana bergegas menuju kamar Raka, setelah sampai di depan pintu Dana langsung membuka pintu tersebut karena kebetulan sekali Raka tidak menguncinya..


"Tumben sudah tidur..? " gumam Dana yang melihat Raka tertidur dengan posisi miring membelakangi dirinya saat ini..


"Tunggu..!! Ada apa dikamar ini...?" Ucap Dana syok. Bagaimana dirinya tidak terkejut, Dana melihat beberapa tetesan darah dilantai yang sudah sedikit mengering..!


"Kenapa bisa ada darah dilantai sampai seperti ini?" Tanya Dana dalam hati, Dana begitu bingung dengan yang terjadi dikamar Raka tersebut..


Melihat itu akhirnya Dana bergegas mendekati Raka yang terlihat sedang tertidur tersebut. Semakin mendekat ke tempat Raka berbaring, Dana merasakan ada yang aneh, dan benar saja dugaannya..


"Hey ka..! Apa yang terjadi padamu? Kenapa badan mu panas begini ka? Dan kenapa dengan tangan mu ini, kenapa kau bisa terluka begini..?" Ucap Dana melayangkan berbagai pertanyaan kepada Raka yang saat ini terlihat merintih kesakitan...


Kemudian dengan segera Dana bergegas membawa Raka pergi kerumah sakit.....


. . . . . . .


"Bagaimana keadaan teman saya dok?" Tanya Dana penasaran kepada dokter yang bertugas menangani Raka, dokter pun langsung menjelaskan bagaimana keadaan Raka saat ini dan meminta agar Raka di rawat saja, sampai kondisinya pulih.


Setelah mengatakan hal itu, dokter pun izin untuk meninggalkan Dana..

__ADS_1


Setelah selesai berbincang dengan dokter Dana bergegas masuk ke kamar rawat inap milik Raka. Melihat Raka yang terbaring lemah seperti ini membuat jiwa Dana bergejolak, dia memang sering kesal dengan Raka karena sering sekali Raka menggoda dirinya. Namun tak bisa dipungkiri godaan itulah yang membuat Dana mengambil keputusan untuk mendekati Ana, sehingga Dana merasa sangat sedih melihat Raka yang seperti ini tentu saja itu tidak dia tunjukan kepada siapapun.


Pada akhirnya Dana memutuskan untuk menginap disana, dia tidak menghubungi keluarga Raka maupun keluarganya. Dia tidak ingin mereka semua hawatir apalagi sepertinya Raka sengaja melakukan tindakan tersebut.


Dana terus larut dalam pikirannya, kenapa Raka bisa bertindak sebodoh itu..? Apakah telah terjadi sesuatu yang telah mengganggu hatinya? Bukankah jika seseorang patah hati dia bisa melakukan hal apa saja..?


Dana terus memikirkan kemungkinan -kemungkinan alasan Raka melakukan itu, hingga dia merasa lelah dengan rasa kantuk yang luar biasa, perlahan matanya mulai terpejam....


Hingga...! Belum sampai terlelap tiba-tiba Dana terbangun karena ingat akan sesuatu hal...!


"Apakah Raka sudah mengetahui tentang Clara..? Dan apakah Raka sudah tau Jika Clara sudah menjadi kekasih dari saudaranya sendiri? Mungkinkan karena hal itu Raka sampai bertindak untuk melakukan hal bodoh begini?" Gumam Dana lagi sambil memperhatikan keadaan wajah Raka yang telihat agak pucat dengan tangan yang masih bengkak


"Cuih..!! Dia benar-benar terlihat sangat lemah.." ucap Dana lagi, kemudian merebahkan lagi badannya di sofa yang memang disediakan disana..


"Kau sama sekali tidak cocok dengan keadaan ini Raka, kau benar-benar terlihat sangat jelek. Rasanya aku rindu dengan tingkah konyolmu yang selalu bisa menggodaku disetiap ada kesempatan.." ucap Dana tentu saja hanya dalam hati. Kemudian Dana pun terlelap karena dia memang merasa sangat lelah...


. . . . . . .


Ya begitulah seorang ibu, jika ada sesuatu hal yang tidak diketahui tentang masalah anaknya maka dia akan merasa sangat khawatir. Oleh sebab itu dari semalam mama Dana mencoba menghubungi ponsel anaknya tetapi tidak di jawab, dan baru pagi ini lah panggilan mamanya yang ke sekian dijawab oleh sang anak..


"Kakak lagi ada urusan penting ma diluar kota, nanti siang Dana sudah balik kok ma..!" Ucap Dana menenangkan sang mama agar jangan terlalu khawatir dengan keadaannya saat ini ..


"Benarkah..!! Lalu kenapa telepon mama semalam tidak ada satu pun yang kau jawab..? Mama kan khawatir kak!, mama pikir kau sedang mencoba bermain dengan wanita-wanita malam di luar sana.." ucap sang mama dengan suara ketusnya..


"Maaf ma, setelah urusan Dana beres, Dana langsung istirahat ma..!" Jawab Dana setenang mungkin, agar sang mama tidak curiga..


"Okey baiklah kali ini mama percaya..!! Awas ya kalau kamu sampai membohongi mama..?" ucap mama membuat Dana sedikit gugup..


"Iya ma..!! Udah dulu ya ma..?" Pinta Dana dan sang mama pun mengiyakan permintaan tersebut...


"Huh.., untung saja mama sedikit percaya dengan ucapanku.." gumam Dana sambil menatap Raka yang juga belum bangun dari tidurnya, padahal jam sudah menunjukan pukul setengah delapan..

__ADS_1


. . . . .


Saat ini Dana sudah berada dikamar Raka tentu saja dengan sang pemilik kamar. Kamar tersebut sudah terlihat kembali rapi setelah semalam ada sedikit kekacauan disini karena ulah pemiliknya.


"Kamu bener-bener seneng bikin orang susah ya..?" Tanya Dana kepada Raka debgan dingin, namun entah kenapa Raka seakan-akan menjadi bisu. Dia lebi banyak diam dan juga bengong sendiri. Dana yang melihat itu perlahan mulai menggali informasi...


"Jawab kalau diajak bicara jangan diem aja, bisu lo ya..?" Tuding Dana pura-pura kesal karena Raka tak kunjung menjawab pertanyaannya..


"Lo itu aneh banget sih ka..! Kayak cewe lagi dapet aja sensi banget mukanya..! Lo anggep gw apa ka? Kalau ada masalah ngomong jangan diem-diem trus mati..!" Ucap Dana tegas diakhir kalimat. Mendengar itu Raka memelototkan matanya kesal mendengar ucapan Dana..


"Sialan lo Dan..!! Nyumpahin gw mati ya? Lagian siapa juga yang mau mati, gw juga masih sayang kali sama nyawa..!" Jawab Raka pada akhirnya. Jawaban Raka tersebut tentu malah semakin membuat Dana merasa begitu penasaran..


"Lalu..? Jelasin sama gw sekarang, kenapa lo bisa sampai kayak gini? Bagaimana jadinya kalau gw enggak datang kesini semalam? Mungkin saja sekarang lo sudah dikubur..!" Ucap Dana lagi dengan ketus..


"Sialan lo..!! Jangan ngomongin soal mati, gw belum ingin mati lagian gadis kesayangan gw aja belum gw dapetin..!" Balas Raka dengan tegas..


"Itu tau..! Lalu ada masalah apa sampai lo bisa seperti ini? Setahu gw lo bukan tipe cowo playboy yang mudah patah hati..?" Tanya Dana dengan sangat serius..


"Emzz..., anu, i-itu..!" Raka begitu bingung menjawab pertanyaan Dana. Sementara Dana hanya fokus menunggu jawaban dari tersangkanya kali ini..


"Gw kalah cepet dari saudara gw..!" Ucap Raka pelan, hal itu membuat Dana bisa menyimpulkan sendiri apa yang sedang Raka alami...


#Bersambung...


#Halo guys ayo dukung juga author di novel ini ya..!! Jangan lupa, like, komen rate dan vote..


Satu like dan komen kalian benar-benar membuat jiwa menulis author bangkit...


Vote dan rate dari kalian benar-benar membuat author merasa dihargai...


#Sukses untuk kita semua

__ADS_1


Terimakasih


__ADS_2