Antara Cinta Dan Hobby

Antara Cinta Dan Hobby
Meminta Izin..!


__ADS_3

#Happy reading all


Terimakasih kasih sudah mampir ke karya author ini๐Ÿ˜๐Ÿ˜Š...


Terimakasih juga untuk yang telah memberikan like, komen, rate dan juga votenya.


Semoga sedikit menghibur dan maafkan author kalau masih suka ada typo๐Ÿ˜‰....


.


.


.Lanjut kuy..


"Syukurlah kalau begitu, emm bisakah kita bertemu wahai calon kakak ipar yang baik hati..? Ada hal yang ingin aku bicarakan!" Balas Dana kemudian, semakin bingung saja Ana dibuatnya...


"Aneh banget sih, jika begini pasti tidak ada hubungannya dengan Dana..!" Pikir Ana lagi..


"Mau tidak ya..?" Pikir Ana lagi, tentu saja Ana merasa bingung jika dia bertemu dengan Raka dan Dana tidak mengetahuinya bisa habis dia di hukum lagi sama Dana. Memikirkannya saja membuat bulu kuduk Ana langsung merinding....


"Emzzz, bagaimana ya ka, bukannya aku tidak mau tapi kau tahu sendiri bukan bagaimana sikap Dana jadi maaf..." ucapan Ana tersebut langsung saja dipotong oleh Raka, karena dia tidak ingin Ana menolaknya..!! Dia butuh informasi tentang Clara dari Ana..


"Soal Dana kakak ipar tenang saja, aku yang akan meminta izin padanya dan aku akan memaksanya agar mengizinkan kakak ipar bertemu dengan diriku..!! Jadi calon kakak iparku yang baik hati ini tidak perlu khawatir..!" Ucap Raka meyakinkan Ana agar mempercayainya..


"Baiklah aku akan pergi hanya jika Dana yang memintaku..!, mengingat bagaimana sikap Dana tentu aku tidak ingin mengambil resiko Raka..!" Ucap Ana dengan sedikit menggoda, hal itu membuat Raka sedikit kesal..


"Wah wah kakak ipar ternyata kau pandai menggoda ya, aku akan ceritakan ini dengan kepala batu itu supaya dia menghukum dirimu wahai calon kakak ipar.." balas Raka berbalik menggoda Ana, tentu saja hal itu membuat Ana takut "bagaimana jika Raka mengatakan jika aku menggodanya tadi, pasti Dana akan sangat marah padaku, jika dia emosi mana mau dia mendengar penjelasan apapun dariku" pikir Ana..


"Baiklah-baiklah, katakan dimana kita akan bertemu..? Dan pastikan Dana telah mengizinkannya! " jawab Ana ketus, karena merasa sedikit kesal dengan ucapan Raka tersebut...

__ADS_1


"Kau tenang saja kakak ipar, aku akan menjemputmu dan kau akan tau saat itu juga...!" Ucap Raka dengan tenang..


"Dan.. tidak usah khawatir soal Dana aku yang akan memberitahunya kau hanya perlu ikut dengan ku besok sore..! Okey..?" Lanjut Raka dengan nada yang memohon kali ini..


"Baiklah-baiklah, aku ikut denganmu.." jawan Ana pada akhirnya, setelah itu panggilan tersebut akhirnya berakhir dengan rasa sedikit takut di hati Ana dan perasaan yang cukup puas di hati Raka..


"Baiklah sekarang aku harus menghubungi si kepala batu itu.! Awas saja kalau dia tidak mengizinkan..?" Gerutu Raka dengan cukup keras.....


. . . . . .


"Apa...?" Ucap Dana dengan suara yang cukup keras, sehingga Raka kaget dibuatnya..


"Mulai kembali lagi sikap aslinya..!" Ucap Raka di dalam hati, jika sudah begini dia harus menyiapkan mentalnya dengan sangat baik agar bisa mendapat izin untuk membawa gadisnya itu...


"Sabar Raka..." batin Raka lagi..


"Hey kau ini kenapa emosi sekali kawan..!! Aku hanya meminta izin untuk membawa kekasihmu itu makan sore, bukan makan malam.." ucap Raka konyol bagaimana tidak? Bukankah sama saja baik itu makan sore atau makan malam sama-sama makan berdua bukan..?


"Hey kawan.., turunkan volume suaramu..! Bagaimana jika mama mendengarnya? Pasti dia akan berfikir yang tidak-tidak nanti"ucap Raka mengingatkan Dana bahwa saat ini mereka sedang berada dikamar milik Dana, tentu saja mereka perlu menjaga suara masing-masing bukan..? Atau mereka akan dikira berantem sama orang-orwng yang ada di rumah itu...


"Hemzz.." hanya itu saja yang keluar dari mulut Dana, tentu saja Raka jadi semakin kesal dibuatnya...


"Kau tenang saja, aku tidak akan mengambil kakak ipar dari tangan mu..!, aku tidak tertarik padanya, jika aku tertarik pun aku pasti akan memikirkan ribuan kali untuk merebutnya..! Lagi pula aku sudah memilih gadisku sendiri, untuk itu kau hanya perlu mendukung ku saja jadi aku mohon izinkan aku membawanya pergi..?" Pinta Raka memohon dengan mencakupkan kedua tangannya berusaha untuk merayu seorang Dana yang memiliki sifat keras kepala itu...


"Apa tidak ada cara lain....?" Tanya Dana lagi, tentu saja dia sedikit tidak rela apapun itu alasannya akan tetapi dia juga ingin membantu sahabatnya itu..


"Tidak ada..! Tolonglah kali ini saja, bukankah aku juga turun berperan dalam hubunganmu dengan Ana jadi tidak apa lah sekarang kau sedikit memberikan waktunya untukku..?" Pinta Raka dengan sedikit memelas...


"Benar juga kalau bukan karna dia mana mungkin ini semua akan terjadi, mungkin hidupku masih akan terasa hambar..!" Ucap Dana di dalam hati setelah mendengar penuturan Raka...

__ADS_1


"Baiklah-baiklah aku mengizinkannya..!.." balas Dana cepat...


"Benarkah dia pasti akan langsung setuju jika meminta balas budi padanya.." ucap Raka dalam hati sambil berteriak senang tetapi hanya di dalam hati saja, bisa mati ditempat dia jika berani berbuat seperti itu..


"Tetapi aku akan ikut...!"lanjut Dana membuat Raka menepuk dahinya frustasi....


"Apa....? Tidak bisa dong, memangnya apa yang akan kamu lakukan jika ikut bersama kami..? Kau tidak ada hubungan dalam hal ini Dan" Bantah Raka sesaat setelah ucapan Dana yang membuatnya merasa sangat kesal..


"Aku ikut atau kalian tidak pergi..!" Ucap Dana telak, jika sudah seperti ini apa yang bisa Raka lakukan selain mengiyakan..


"Baiklah kau memang selalu benar..!" Batin Raka...


"Kau tenang saja aku tidak akan pergi bersamamu ..! Aku akan berangkat sendiri, aku tetap memberikan kalian waktu untuk berbicara namun masih dalam pengawasan dariku...!" Ucap Dana lagi, kali ini Raka sedikit merasa lega mendengarnya..


"Terimakasih banyak kalau begitu, aku pulang ya bye..." ucap Raka setelah mendapatkan apa yang dia cari, namun belum sempat membuka pintu kamar tersebut dia kembali dikejutkan oleh sebuah kalimat yang membuatnya kesal kembali...


"Ingatlah baik-baik..! Aku memang mengizinkan kau berbicara berdua saja dengannya namun aku tetap mengawasi kalian, dan ingatlah satu hal lagi aku hanya memberikan dirimu waktu berbicara dengannya maksimal satu jam sudah dengan waktu makan..! Jadi kau persiapkan semuanya agar waktu mu itu cukup..." ucap Dana yang langsung membuat Raka keluar dari kamar Dana dengan perasaaan yang kesal tidak tetapi sangat kesal...


"Dasar kepala batu..! Kalau sudah batu diapakan saja tetap saja akan menjadi batu...?" Gerutu Raka kemudian langsung saja dia keluar dari rumah itu dan pulang....


#Bersambung....


#Halo guys ayo dukung juga author di novel ini ya..!! Jangan lupa, like, komen rate dan vote..


Satu like dan komen kalian benar-benar membuat jiwa menulis author bangkit...


Vote dan rate dari kalian benar-benar membuat author merasa dihargai...


#Sukses untuk kita semua

__ADS_1


Terimakasih


__ADS_2