
#Happy reading all
Terimakasih kasih sudah mampir ke karya author ini😁😊...
Terimakasih juga untuk yang telah memberikan like, komen, rate dan juga votenya.
Semoga sedikit menghibur dan maafkan author kalau masih suka ada typo😉....
.
.
.Lanjut kuy..
"Kenapa aku seperti pernah melihat orang ini ya..?" Ucap Ana di dalam hati..
"Apakah mungkin, dia.. dia adalah....." gumamnya terhenti karena takut, seseorang yang dia pikirkan saat ini sedang melihat kearahnya....
"Duh.. benar kan..! Dia orang yang pernah aku usir waktu itu...? Bagaimana ini apakah aku juga akan diusir sekarang, jika dia tau aku adalah orang yang turut mengusirnya waktu itu...!? " ucap Clara di dalam hati dengan wajah yang menunduk..
"Hey, Ra.. kamu ini kenapa sih..? Aneh sekali cobalah duduk dengan tenang agar kau bisa menikmati perjalanan ini, kau tau sendiri bukan kalau kampung ku itu sangat jauh.." ucap Ana seolah-olah mereka hanya berdua saja..
"Siapa dia..?" Tanya Ana berbisik...
"Owh dia.." menunjuk Raka, "kalau penasaran kenalan makanya..!, dia sahabatnya Dana dia akan membantu Dana nyetir nanti supaya Dana tidak kelelahan..!" Ucap Ana membuat Raka melotot ke arahnya..
"Apa kau pikir aku selemah itu sayang..! Sehingga kau anggap jika aku tidak sanggup menyetir selama tiga jam saja...? Heyy dia sendiri yang ingin ikut, dengan alasan yang klise.." ucap Dana hampir memberitahukan alasan yang sebenarnya kenapa Raka bisa ikut dengan mereka..
"Hey..! Apa kau lupa kakak ipar sendiri yang mengajak ku, mana mungkin aku sanggup menolak keinginan kakak ipar yang cantik ini.." ucap Raka, namun matanya malah malah fokus ke objek yang hanya diam saja sedari tadi...
"Apa kau tidak ingin berkenalan denganku...! Kita akan bernasib sama nanti, sama-sama ada diantara sepasang kekasih yang sedang kasmaran...!" Ucap Raka tanpa basa-basi membuat Clara yang mendengan ucapannya terbatuk..
Uhuk uhuk uhuk..
"Minum.." ucap Raka sambil menyerahkan sebotol air mineral kepada Clara dan langsung saja Clara minum karena tenggorokannya masih terasa gatal..
"Ehem ehem.." suara yang Dana keluarkan, karena tanpa mereka berdua sadari sedari tadi Dana dana Ana memperhatikan tingkah laku mereka berdua..
"Hey kalian ini kenapa..? Kenapa kalian seolah-olah sedang menyaksikan hal yang luar biasa..! Hey lihatlah aku hanya sedang memberikan air mineral, bukan begitu cantik..?" Ucap Raka keceplosan namun tidak menyadari hal itu, Clara yang mendengar hal itu langsung menatap Ana dengan tajam sementara Ana dan Dana hanya memberikan senyum pada mereka berdua..
"Tidak apa-apa lanjutkan saja..! Owh iya Ra tenang aja dia baik kok kau bisa berteman dengannya dengan aman percaya padaku..!" Ucap Ana penuh keyakinan,,
"Wah..., benarkah..?" Tanya Clara antusian, Clara memang akan langsung percaya jika itu Clara yang mengucapkannya..
"Iya temen hidup..!" Ucap Raka di dalam hati drngan seringai diwajahnya, jika sudah begini Raka menjadi lebih bersemngat lagi untuk menggapai Clara...
"Ya.." ucap Ana membalas pertanyaan Clara sambil tertawa yang juga diikuti oleh Clara..
"Apa yang akan kamu lakukan sayang jika kau tau Raka berniat mengambil sahabatmu itu dari tunangannya..? Semoga saja jika kau tau nanti kau tidak menyalahkanku.." ucap Dana didalam hati melihat kelakuan mereka bertiga..
Setelah itu diantara mereka berempat hanya ada canda tawa tentu saja ulah Ana dan Clara yang kemudian di ikuti oleh Raka, sementara Dana hanya fokus untuk menyetir..
__ADS_1
Setelah beberapa jam di perjalanan serta ucapan Dana yang menganggap menyetir bukan hal yang sulit ternyata salah besar. Ditengah jalan dia meminta Raka untuk menggantikannya karena dia sudah merasa sangat lelah...
Tepat pukul 13.00 Ana dan kawan-kawan akhirnya sampai di kampunya yang tentu di sambut oleh hamparan Sawah yang begitu menyejukan mata. Melihat suasana yang begitu damai Raka akhirnya melajukan kendaraannya dengan pelan agar mereka semua bisa menikmati pemandangan yang memang jarang mereka lihat tersebut..
"Sudah ku duga pemandangan disini sangat indah dan juga udaranya begitu sejuk..! Kenapa kau baru mengajak aku sekarang na..? Tidak tidak bahkan aku yang memaksa ikut.." ucap Clara memecah keheningan diantara mereka karena terlalu fokus menikmati udara disini...
"Yang penting kau sudah kesini kan sekarang..! Jadi nikmati saja jangan banyak bicara,..!" Ucap Ana ketus hal itu membuat Clara merasa sangat kesal..
"Dan apa kampung ayah kamu juga seindah ini..?" Tanya Raka penasaran..
"Emzz kurasa begitu, karena aku juga tidak pernah kesana lagi beberpa tahun terakhir..!" Jawab Dana singkat..
"Sayang rumah kamu masih jauh..?" Tanya Dana penasaran, karena merasa lelah karena tidak sampai juga..
"Bentar lagi, dipersimpangan depan belok kanan sekitar 1 km lagi dari sana..!" Jawab Ana tersenyum karena melihat wajah lelah di wajah Dana dan juga Raka...
"Apa kalian sangat lelah..? Nanti kalian langsung istirahat saja ya..?" Ucap Ana kemudian..
"Apa tidak apa-apa..?" Tanya Dana dan Raka bersamaan sambil menoleh ke arah Ana berharap agar Ana menganggukan kepalanya atau menjawab iya..
"He he he.. kita lihat nanti ya..!" Jawab Ana lagi singkat...
Beberapa saat berlalu saat ini mobil mereka sudah terparkir di depan rumah ana yang disambut langsung oleh sang adik...
"Dek mama dimana..?" Ucap Ana setelah sang adik mencium tangannya dan juga lainnya..
"Mama di klinik kak nemenin papa..! Kakak mau kesana sekarang..?" Tanya sang adik, tanpa merasa terganggu dengan kehadiran ketiga orang asing yang datang bersama kakaknya...
"Iya kakak kesana sekarang..!" Jawab Ana...
"Loh kak, mereka siapa..?" Tanya sang adik, sepertinya dia baru sadar sekarang. Mendengar itu Ana hanya menepuk dahinya pelan..
"Dia teman-teman kakak..! Sudah ya kamu baik-baik sama mereka, mereka orang baik kok..?" Ucap Ana dan diangguki langsung oleh sang adik..
"Aku jenguk papa dulu, nanti aku bilang sama papa dulu soal kamu setelah itu baru kamu jenguk papa, okey..!" Ucap Ana dan Dan pun langsung setuju..
"Sayang...! Kamu naik apa kesana..?" Ucap Dana reflek dan seketika adik Ana kaget mendengar hal itu..
"Sayang...?" Ucap adik Ana..
"Nanti kakak jelasin ya, atau kamu bisa tanya sama dia. Kakak buru-buru nih..!, aku naik motor itu..!" Ucap Ana sambil menunjuk motor yang terparkir disana, setelah itu mereka semua masuk terlebih dahulu ke dalam rumah. Ana dan Clara bersiap untuk pergi lagi sementara Dana dan Raka langsung istirahat dikamar adiknya..
"Sudah..? Ayo.." ajak Ana
"Ayo.." jawab Clara bersemangat...
Kemudian mereka berdua bergegas melaju dengan sepeda motor ke klinik di kampung ana..
"Jauh gak tempatnya..?" Tanya Clara penasaran..
"Jangan ngebut ya na, pelan-pelan aja sekalian menikmati perjalanan.." ucap Clara lagi..
__ADS_1
"Bentar lagi nyampek kok, dipersimpangan tadi luruh sekitar 300 meter.." ucap Ana kemudian Clara menganggukan kepalanya mengerti.
Kemudian tidak ada lagi percakapan diantara mereka, Clara fokus menikmati pemandangan dan Ana fokus untuk mengendari sepeda motornya..
"Ayo masuk.." ajak Ana ketika mereka berdua sudah sampai dan sudah memarkirkan motornya dengan aman, Clara kemudian bergegas mengikuti langkah Ana untuk masuk kedalam dan mencari ruang rawat sang ayah..
"Ma...?" Panggil Ana ketika melihat sang mama yang kebetulan keluar dari ruang rawat papanya..
"Papa gimna..?" Tanya Ana lagi dengan wajah memerah tanda jika dirinya sangat sedih, namun berusaha dia tahan sepanjang perjalanan tadi..
"Tenang kak, papa udah mendingan kok..!, loh siapa dia cantik sekali..?" Tanya mama penasaran ketika melihat Clara berdiri tepat disebelah Ana
"Clara tante, sahabatnya Ana.." ucap Clara langsung mengulurkan tangannya dan langsung disambut oleh mama Ana..
"Owh jadi ini yang sering kamu ceritakan itu kak..?, benar-benar cantik..!" Ucap mama Ana sangat antusias, dan segera diangguki oleh Ana..
"Ya udah ayuk masuk..?" Ajak mama kemudian..
"Pa.....!" Panggil Ana dengan manja, kemudian langsung berlari kearah sang papa dan memeluknya erat..
"Papa kok bisa sakit sih pa..?" Tanya Ana kemudian, mendengar pertanyaan aneh dari anaknya papa hanya tersenyum dan menggeleng-gelengkan kepalanya..
"Kamu ini bicara apa kak..! Namanya manusia ya pasti bisa sakit..! Papa sudah baik kok dan nanti sore sepertinya papa akan meminta rawat jalan saja.." ucap papa tenang, berbeda dengan Ana yang terlihat tidak suka..
"Pa...! Udah disini aja sampai sembuh..?" Ucap Ana ketus kali ini yang justru membuat mama dan Clara tersenyum mendengarnya..
"Owh iya pa, ini sahabat kakak yang sering kakak ceritakan namanya Clara.." ucap Ana memperkenalkan Clara, kemudian Clara bergegas mencium tangan Papa Ana sekaligus bergenalan..
"Cantik sekali kamu nak.." ucap papa sambil tersenyum....
Setelah itu hanya ada obrolon-obrolan ringan mengenai kuliah Ana dan Clara, hingga mama meminta Clara untuk menemaninya keluar sebentar dan meminta agar Ana yang menjaga papa yang langsung disetujui oleh keduanya...
"Pa...?" Panggil Ana gugup,
"Kamu kenapa kak, kenapa terlihat gugup begitu..?" Tanya papa penasaran..
"Bagaimana ini, aku takut papa marah..! Takut tuhan...?" Ucap Ana di dalam hati..
"Anu...."
#Bersambung......
#hello guys part ini bahas yang ringan-ringan aja ya, bagaimana menurut kalian sampai disini...?
Tulis di kolom komentar😊😊
#ayo dukung juga author di novel ini ya..!! Jangan lupa, like, komen rate dan vote..
Satu like dan komen kalian benar-benar membuat jiwa menulis author bangkit...
Vote dan rate dari kalian benar-benar membuat author merasa dihargai...
__ADS_1
#Sukses untuk kita semua
Terimakasih