
**Hello guys jangan lupa like dan komen ya, demi kemajuan novel ini...
terimakasih untuk kalian-kalian yang selalu mendukung author untuk menulis novel ini. semangat untuk kita semua..
oke cukup segitu aja, lanjut ke cerita...
selamat membaca**....
.
.
"Sudah lah aku akan menjawabnya nanti...!! Ingat kau sudah menghabiskan waktu sepuluh menit dengan mengangkat panggilan ini" ucapnya membuat Ana kembali mengerutkan keningnya.
Sungguh Ana sangat bingung dengan situasi ini..
"Waktumu tinggal 25 menit lagi untuk siap-siap, dan segeralah turun aku sudah menunggu dibawah...!!! Jika kau terambat maka aku akan menjemput mu kekamarmu itu...!!!" Ucap Dana dengan lantang kemudian mematikan ponselnya secara sepihak..
"Apppaaaaa....!!!!!" Teriak Ana dengan keras...
"Apa yang harus aku lakukan sekarang..!! Aku bingung oh ya ampun dia benar-benar membuatku gila" gumamnya sambil memakai pakaian yang pntas untuk jalan-jalan dan memakai make up nya dengan tipis..
"Ya begini lebih baik, toh dia hanya orang asing yang memaksa masuk kehidupku" ucap Ana santai ketika selesai dengan kegitannya..
Dan benar saja ponsel ana berbunyi lagi..!! Siapa lagi kalau bukan si manusia aneh yang menelvon. Ana pun bergegas mengambil tas'nya dan kemudian mengunci kamarnya dan berjalan keluar sambil mengangkat panggilan dari Dana
"Halo.." jawab Ana cuek
"Apa kamu menantang ku lagi..!!! Hitungan ketiga jika kamu belum sampai aku akan naik ke atas..!!" Ancam Dana tentu saja membuat Ana bergidik ngeri..
"Iya-iya sabar sih, ini lagi..." belum sempat ana menyelesaikan kalimatnya, Dana sudah memotong ucapan Ana dengan lantang..
"Satu............... Duaaa......" ucap Dana lantang
__ADS_1
"Owh iya ampun orang ini, lama-lama ku gigit biar tau rasa dia" gumam ana pelan, sambil menahan kesal dihatinya, mengingat kelakukan Dana yang semena-mena seperti ini
"Owh ya ampun lama- lama aku bisa gila" ucap ana pelan sambil melanjutkan langkahnya dengan cepat..
"Tii......" ucap Dana cukup keras tapi terhenti karena mengetahui Ana sedang membuka gerbang didepannya itu
"Iya-iya dasar manusia aneh" gumamnya dengan nada kesal, namun tentu saja Dana masih bisa mendengar kalau saat ini Ana sedang mengeluhkan dirinya..
"Aku sangat yakin dia pasti sangat kesal sekarang,," ucap Dana dalam hati, hingga tanpa disadari ia tersenyum sangat tipis, tipis sekali..
Tanpa membuang waktu Dana meminta Ana segera naik kemotornya dengan isyarat matanya. Namun ana tetap diam saja. Hal ini tentu saja memancing amarah Dana yang sebenarnya juga kesal dengan kelakuan gadis bodoh didepannya itu...
"Cepat naik..!!! Atau kau ingin aku menaikimu" ucap Dana datar. Tentu saja perkataan Dana barusan mebuat Ana terkejut setengah mati, dan wajahnya seketika memerah menahan gejolak jiwanya yang sedang menahan kesal sedari tadi.
"Apa maksudmu..?" Tanya Ana kemudian, tanpa memperdulikan tatapan mata Dana yang sudah terlihat menajam sedari tadi,,
"Kau pikir aku sedang bercanda? Kau ingin aku membuktikan ucapan ku saat ini juga?" Ucap Dana lantang, tentu saja mental Ana yang hanya seujung kuku menjadi keteteran.
Perlahan ana pun mendekatkan dirinya ke motor Dana, namun sebelum naik dia menatap Dana sejenak..
"Sudahlah..!! Kau cukup diam dan menurut saja padaku maka kau akan baik-baik saja saat kembali ketempat ini lagi..!! Namun jika kau melawan aku bahkan tidak yakin kau akan kem.." belum sempat Dana menyelesaikan ucapnnya Ana sudah memotong kalimat tersebut..
"Oke-oke jika itu yang kau inginkan..!! Maka aku akan menurut padamu, tapi ingat kata-katamu barusan, kau akan mengantar ku dengan selamat sampai ditempat ini nanti." Ucap Ana meminta kepastiaan kepada Dana..
"Oke itu masalah gampang asalkan kau menuruti semua yang aku minta...!! Okey, bagaimna aapa kau setuju..?" Tanya dana kemudiann
"Oke-oke aku setuju, jika itu masih dalam batas wajah" balas Ana dengan suara yang kecil namun masih bisa didengar oleh Dana
"Okey..!! Jadi untuk saat ini kau naik dan diam saja. Aku akan mengajakmu kesuatu tempat sekarang" pinta Dana dan segera dilaksanakan oleh Ana
Setelah Ana naik kemotor Dana, Dana meminta Ana untuk memegang pinggangnya agar perjalanan bisa berjalan dengan lancar, tanpa ada halangan-halangan yang tidak jelas. Tentu saja Ana menurut, karena menurutnya ini masih batas wajar..
"Oke-oke turuti saja na, demi kebaikanmmu juga..!! Toh cuma megang pinggang doang" pikirnya kemudian untuk menenangkan gejolak jiwanny, yang sebenarnya merasa sedikit takut juga..
__ADS_1
"Tolong jangan membawa motor kebut-kebutan, aku sangat takut" ucap Ana yang langsung disetujui oleh Dana dengan anggukan kepalanga..
Hening, menjadi teman perjalanan mereka kali ini. Ana tidak tau apa yang harus dibicarakan dengan Dana, belum lagi takut nanti dia salah bicara. Jadi Ana merasa lebih baik jika dia diam saja.
Sementara dana dia jadi salah tingkah, bagaimana mungkin mereka hanya akaan diam saja sampai tujuan. Hello perjalanan kali ini lumayan jauh, masa iya mereka akan diam-diam saja. Namun ia juga enggan untuk memulai pembicaraan. Akhirnya dia memutuskan untuk menunggu si gadis bodoh mengajaknya bicara terlebih dahulu.
Menit demi menit mereka lewati bersama diatas motor yang sama namun dalam suasana yang dingin, hening, tanpa suara dari mereka hanya suara motor Dana saja yang menjadi penengah diantara mereka...
Sementara itu dibelahan bumi yang lain, Clara sungguh merasa kebingungan yang luar biasa. Bagaimana tidak tiba-tiba mas denis mengajaknya pergi ke suatu tempat yang entah dimana.
Hal ini tentu saja membuat Clara merasa resah. Bagaimana jika nanti mas Denis berbuat yang tidak-tidak..? Apa yang harus dia lakukan sekarang..
"Ah ya ampun aku bingung sekali" gumamnya pelan
"Jika aku menolak, bagaimana jika nanti dia tidak mau membantuku lagi?" Tanya Clara pada dirinya sendiri
"Ya sudah lah semoga saja semuanya akan baik-baik saja. Sekalian nanti aku tanyain tentang data yang aku minta" gumamnya pelan sambil meyakinkan dirinya sendiri.
beberapa saat kemudian ponsel Clara berbunyi dan benar saja mas Denis memberitahunya kalau dia sudah dalam perjalanan untuk menjemput Clara..
"oke mas hati-hati" balas clara yang kemudian langsung saja di send oleh Clara, begitu juga dengan centang biru di whatsapp tersebut langsung menyala..
"huh benar-benar aneh..!! kira-kira mas danis mau ngajak aku kemana ya.."gumamnya pelan sambil melanjutkan dirinya untuk menghias wajahnya..
"ya semoga saja ketempat yang romantis sekali-kali...!! hahahahha" katanya sambil tertawa cukup keras
"tapi....?"
#sampai disini dulu ya guys
Jangan lupa tinggalkan jejak
Terimakasih sudah mampir
__ADS_1
See you😊