Antara Cinta Dan Hobby

Antara Cinta Dan Hobby
Kembali..


__ADS_3

#Happy reading all


Terimakasih kasih sudah mampir ke karya author ini guys dan terimakasih untuk segala bentuk dukungannya😁😊...


Pokoknya terimakasih untuk kaliam yang telah memberikan like, komen, rate, bunga dan juga votenya.


Semoga sedikit menghibur dan maafkan author kalau masih suka ada typo yang betebaran dimana-mana😉....


.


.


.Lanjut kuy..


"Apa kamu tidak melupakan sesuatu...?" Tanya Ana dengan tatapan menyelidiknya..


"Melupakan apa..?" Tanya Dana lagi memastikan..


"Aku bawa motor sayang..! Jadi aku harus membawa pulang motorku kan..? Mana mungkin aku meninggalkannya disini..?" Ucap Ana membuat Dana terkejut..


"Lagian kenapa kamu datang sendiri sih kesini..?" Tanya Ana lagi, karena heran dengan kelakukan Dana saat ini. Dana hanya diam mendengar hal itu karena dia merasa dirinya memang salah harusnya dia tidak mengantar pulang adik iparnya lagi kan..?


"Ya sudah sana duluan jangan membuat orang tuaku menunggu.." ucap Ana kemudian berlalu pergi meninggalkan Dana seorang diri..


Setelah kepergian Ana, Dana kemudian bergegas masuk kedalam mobilnya untuk menuju kerumah kekasihnya dan mengantarkan calon mertuanya pulang..


"Loh nak Ana kemana..? Kenapa dia pergi..?" Tanya papa Nia penasaran..


"Nia ngambil motor pa karena kemaren kesini bawa motor, jadi kita pulang sekarang ya om..?" Ucap Dana kepada papa Ana dengan lembut..


"Baiklah.." jawab calon mertuanya..


Mendengar itu Dana segera melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju rumah mereka..


Beberapa saat berlalu akhirnya mereka semua sampai dirumah keluarga Ana, Dana kaget ketika melihat Ana sudah menyambutnya disana..


"Cepat sekali kamu sayang..!" Ucap Dana saat ketika sudah keluar dari mobil dan melihat Ana yang dengan telaten membantu sang ayah untuk masuk ke dalam rumahnya..


"Ayah ayah sudah pulang..? Ayo yah masuk aku sudah masak untuk kalian semua.." ucap adik Ana dengan riang gembira..


"Kau bisa masak..? Sejak kapan..?" Tanya Ana penasaran sambil terus berjalan membantu sang ayah..


"Sejah hari ini kak..! Gara-gara dia.." ucap adiknya sambil menunjuk Raka yang tengah senyum menggoda kearahnya saat ini....


Beberpa saat berlalu mereka semua sudah selesai memakan makanan yang dimasak oleh dua pria tersebut dengan susah payah yang terbukti dengan rasa masakan mereka yang lumayan..

__ADS_1


Setelah itu mereka hanya ngobrol-ngobrol santai saja..


. . . . . .


"Emz om ada yang mau Dana bicarakan dengan om dan juga tante.." ucap Dana dengan dengan sopan..


Sebelum memutuskan untuk berbicara dengan orang tua Ana, terlebih dahulu Dana meminta Raka untuk membawa Clara dan adik Ana berjalan-jalan keluar agar tidak ada yang mengganggu niatnya tersebut..


"Katakan nak.."ucap Ayah lembut..


Mendengar itu tidak hanya Dana yang namun Ana juga merasa gugup, bagaimana jika mereka tidak direstui..?


"Om Dana berencana untuk menikah dengan Putri om, ana setelah di wisuda om..." ucap Dana dengan penuh keyakinan, membuat papa Ana langsung terdiam setelah mengucapkan hal itu..


"Apa kamu yakin...? Tidak kah kamu ingin saling mengenal terlebih dahulu..?" Ucap papa lagi


"Bukankah Ana terlalu muda jika untuk menikah.." sahut mama menimpali


"Tidak om saya sudah sangat yakin dengan Ana dan saya juga yakin dia gadis yang cukup pintar untuk beradaptasi dengan keluarga saya, buktinya baru bertemu sekali dengan keluarga saya mereka sudah sangat menyukai Ana.." ucap Dana lagi dengan yakin..


"Jadi kamu sudah menemui keluarga Dana kak..?" Tanya papa penasaran setelah mendengar ucapan Dana barusan..


"I-iya pa.."jawab Ana gugup, bagaimana jika papa marah dengannya..?


"Hahhhh baiklah jika sudah sejauh itu papa hanya bisa mendoakan kebahagiaan untuk kalian berdua..!" Ucap papa pada akhirnya membuat senyum Dana dan Ana mengembang diwajah mereka masing-masing..


"Tidak apa-apa ma, biarkan dia menjalankan takdir yang sudah digariskan untuknya. Sebagai orang tua akan lebih baik jika kita selalu mendukung setiap keputusannya.." ucap Papa pada mama yang terlihat gelisah mengetahui putri kesayangannya akan segera menikah..


"Tap..."


"Sudahlah ma.. percaya sama papa, okey..." pinta mama kali ini dengan wajah yang sangat serius..


"Baiklah...! Mama juga merestui kalian.." ucap mama sedih, hal itu membuat Ana segera menghampiri sang mama dan langsung saja memeluk erat tubuh mama yang terlihat sedih..


. . . . . . .


Beberapa hari telah berlalu sejak kejadian Dana melamar Ana pada orang tuanya, saat ini mereka sudah kembali ke giatan masing-masing. Ana sedang sibuk-sibuknya mengurus acara sidangnya yang akan berlangsung satu minggu lagi, Dana..? Tentu saja tiada henti-hentinya mendukung sang kekasih hati karena lebih cepat wisuda lebih cepat pula mereka akan menikah..


"Sayang..." ucap Dana menghampiri sang kekasih yang ternyata lebih dulu tiba ditempat janjian mereka, tempat dimana Ana selalu memenuhi perutnya restoran A


"Hmmm,.. ayo duduk tadi aku udah pesen makanannya dan sebentar lagi akan datang sepertinya.." ucap Ana dengan lembut..


"Sayang.. kamu marah..? Maaf ya tadi kerjaan ku banyak jadi aku datang terlambat..? Maaf membuat kamu menunggu..!" Ucap Dana penuh perhatian..


"Aku gak marah kok, aku juga belum ada sepuluh menit disini..! Aku cuma kecapean aja banyak yang harus aku pikirkan.." ucap Ana lagi tak ingin jika Dana salah paham terhadapnya..

__ADS_1


Tak lama kemudian makanan mereka datang, akhirnya mereka fokus menghabiskan makanan mereka masing-masing.


"Sayang kamu kenapa kok aku ngerasa semenjak kita kembali kesini kamu sedikit berubah..?" Tanya Dana lagi memastikan..


"Gak apa-apa sayang..!" Jawab Ana datar, sejujurnya Ana malas membahas hal yang membuat suasana hatinya memburuk..


"Sayang..! Aku tanya sekali lagi, kamu kenapa..? Ingatlah sayang aku masih Dana yang dulu, Dana yang tidak suka dengan kebohongan walau sekecil apapun itu..!" Ucap Dana dengan mengintimidasi karena mendengar dan melihat bagaimana perubahan sikap sang kekasih. Jika seperti ini mana mungkin tidak terjadi apa-apa..?


"Sa-sayang..." ucap Ana terbata, dia takut jika dia jujur maka Dana akan mrmarahinya lagi..


"Jujurlah, apa kau tidak yakin aku bisa menahan emosiku sekarang..? Jika kau tidak percaya kau bisa membuktikannya sendiri sayang..!" Ucap Dana datar, tidak mau menunggu lagi pokoknya malam ini dia harus tau penyebab sang kekasih hati sedikit berubah..


Sebenarnya tidak ada yang banyk berubah dari sikap dan ucapan Ana, hanya saja terkadang dia merasa sedikit kurang nyaman dengan suasana hatinya sehingga terkadang dia melamun yang tentu saja Dana sadari. Tidak ada hal yang mampu mengecoh Dana soal memahami hati dan sikap sang kekasih, ya walauoun terkadang emosinya sering kali susah dikendalikan...


"Sayang..! Sampai kapan kau akan diam saja..? Kau tahu sikap mu yang seperti ini yang membuat ku semakin yakin telah terjadi sesuatu dengan dirimu..? Jadi ayo katakan sayang..!" Pinta Dana lagi karena tak kunjung mendengar Ana mengucapkan sesuatu.


Dana kemudian mengambil pergelangan tangan tangan Ana dan menciumnya dengan sangat lembut berniat memberikan kekuatan kepada Ana jika dia memang butuh dikuatkan.


"Baiklah aku akan ceritakan semuanya..!" Ucap Ana pada akhirnya, sejenak dia berhenti sekedar untuk mengambil napas..


"Aku memiliki mantan kekasih yang dulu sangat aku cintai.." ucap Ana akhirnya, hal itu membuat wajah Dana memerah karena merasa kesal mendengar hal itu, namun Ana tak membiarkan dirinya berbicara karena terlebih Dahulu Ana kembali melanjutkan ucapannya


"Tidak aku rasa hanya aku yang begitu dalam mencintainya..! Karena setelah beberapa tahun kami menjalani hubungan dia mengakhiri begitu saja hubungan kita yang sebelumnya ku anggap baik-baik saja. Dia mengakhiri hubungan kami dengan alasan tak pernah benar-benar mencintaiku, ya dia sendiri yang bilang dia hanya kasihan padaku.." ucap Ana lirih sambil berusaha mengendalikan rasa sesak di dalam dadanya yang semakin lama semakin sulit ia kendalikan....


"Sejak saat itu aku membencinya..! Rasa cinta yang pernah begitu dalam aku rasakan untuknya berubah menjadi rasa benci yang amat dalam sampai sekarang. Kau tau itu karena cintaku sudah ku alihkan semuanya untukmu, jadi mulai saat ini tolong jangan pernah meragukan cintaku lagi...? Namun jika kau memintaku untuk berdamai dengan masa laluku, maaf aku belum bisa..!" Lanjut Ana dengan suara yang semakin pelan sehingga hanya Dana lah yang mendengar ucapannya


"Namun hal yang tak bisa aku kendalikan adalah adalah ketika aku melihatnya kembali..?" Ucap Ana lagi kemudian dia bisa melihat wajah Dana yang saat ini benar-benar sudah memerah, sepertinya Ana sudah berhasil untuk uji emosinya seperti yang Dana ucapkan beberapa waktu lalu...


"Katakan apa yang telah terjadi.." pinta Dana yang terdengar dari suaranya tengah berusaha mati-matian menahan emosinya. Hal itu membuat Ana reflek menelan ludahnya kasar karena merasa takut..


.


.


.


#Bersambung...


#Halo guys ayo dukung juga author di novel ini ya..!! Jangan lupa, like, komen rate dan vote beserta bunganya dong😊


Satu like dan komen kalian benar-benar membuat jiwa menulis author bangkit...


Vote dan rate dari kalian benar-benar membuat author merasa senang guys...


#Sukses untuk kita semua

__ADS_1


Terimakasih


__ADS_2