Antara Cinta Dan Hobby

Antara Cinta Dan Hobby
Jantung....?


__ADS_3

#Happy reading all..


Terimakasih sudah mampir😁


.


.


.


.lanjut.....


Mendengar itu Dana hanya diam saja. Dana benar-benar merasa bersalah atas tuduhannya tadi....


"Lalu kenapa kau tidak membalah chat whatsapp dariku..!! Kenapa kau hanya membacanya saja..?" Bukannya meminta maaf, Dana malah mencecar Ana dengan pertanyaan yang lain....


"Owh ya tuhan.....!! Manusia seperti apa orang ini.." batin Ana sambil menepuk jidaknya dahinya sendiri dengan pelan tentunya...


"Benar-benar membuat kepalaku sakit saja.." batin Ana lagi..


Tidak mendapat respon dari Ana, Dana semakin menjadi-jadi saja. Dia kembali mengeluarkan suara dengan nada tingginya...


"Apa kau tuli..? Hanya menjawab pertanyaan semudah itu saja saja kau tidak bisa..? Atau kau bisu sekarang..?" Cecar Dana terus -menerus, Ana yang mendengar kalimat menyakitkan yang lagi-lagi keluar dari mulut sang kekasih benar-benar dibuat tak berdaya. Tentu saja Ana kembali menangis....


"Huhhh...!! Sudahlah cepat bersiap aku akan menjemputmu setengah jam lagi..!" Ucap Dana mulai menurunkan suaranya karena mendengar Ana kembali menangis. Kemudian langsung saja menutup panggilannya itu....


"Selalu saja seenaknya..!! Sebenarnya apa arti diriku untuknya..? Apa niat dia sebenarnya? Kenapa dia sampai repot-repot melakukan semua ini, jika dia sama sekali tidak percaya padaku..?" Ucap Ana disela sisa-sisa tangisnya, yang mulai terkontrol...


Apapun yang terjadi barusan, tetap saja Ana hanya bisa menurut..


Tebukti saat ini Ana sudah berada di dalam mobil yang dikendarai oleh Dana menuju rumahnya..


Tidak ada percakapan sama sekali diantara mereka, seakan-akan mereka janjian untuk sama-sama mengunci rapat mulutnya, kecuali saat naik mobil tadi Ana di sambut dengan tatapan yang tidak bisa diartikan oleh Dana...


Ya, walaupun sikap dana yang sering kelewatan terhadap dirinya, namun entah kenapa semakin lama Ana malah merasa semakin nyaman saja ketika berada di dekat Dana...


Itulah yang mulai Ana rasakan akhir-akhir ini, walaupun Dana selalu dominan dalam hubungan mereka, tetapi perhatian Dana terhadapnya tidak usah diragukan lagi...


Tidak butuh waktu lama saat ini keduanya sudah tiba dirumah Dana, saat Dana hendak turun sejenak di menatap Ana yang sepertinya merasa sedikit tidak nyaman..


"Bodoh..!! Kau terlalu sibuk kesal dengannya sampai kau melupakan bagaimana perasaan ana sekarang..!!" Ucap dana dalam hati merutuki kebodohannya sendiri..


"Ayo turun..!" Ajak Dana dengan suara sangat lembut, hal itu membuat Ana seketika menatap kearahnya, namun tidak merespon ajakan Dana tersebut..

__ADS_1


"Kenapa..? Apa kau takut..?, tenang saja semuanya akan baik-baik saja..!! Percaya padaku..?" Ucap Dana meyakinkan Ana yang terlihat sedang memikirkan sesuatu...


"Hemzzz.." dehem Ana singkat....


"Kenapa dia bersikap seolah-olah tidak ada sesuatu yang terjadi diantara kita..? Padahal tadi kita habis bertengkar di telvon..? Bahkan dia tidak menyinggung itu sedikitpun..!" Batin Ana ketika melihat dan merasakan perlakuan dana barusan....


"Ayo..." ajak Dana...


. . . . . .


Dan disinilah mereka sekarang, duduk bersama dengan keluarga dana yang dia tau adalah mama, papa, dan adik Dana yang bernama Doni, yang sebelumnya sudah memperkenalkan dirinya tadi ketika Ana dan Dana sampai...


"Ayo nak dimakan..!! Jangan malu-malu..?" Ucap mamanya Dana dengan antusias..


"Iya tante terimakasih..!!" Ucap Ana singkat..


"Eh panggil mama dong..!! Kan sebentar lagi kamu jadi mantu mama..?" Ucap mama dengan hiasan senyuman manis diwajahnya.


Uhuk uhuk uhuk..


Reflek Ana terbatuk mendengar penuturan mamanya Dana yang terkesan agakfrontal menurut Ana...


Melihat itu Dana bergegas mengambilkan air putih dan segera diminum oleh Ana. Kemudian Ana hanya tersenyum menatap mamanya Dana, dia tidak harus mengatakan apa..!!


"Wah-wah..!! Sudah mulai rupanya..? Maaf sepertinya aku datang terlambat.." ucap Raka menatap semua orang bergantian. Iya..!! Orang tersebut adalah Raka, sudah menjadi kebiasaan dirumah itu jika ada acara makan malam bersama Raka pasti telat, dan sudah biasa pula Raka ditinggal makan duluan....


Melihat ada orang lagi yang datang Ana mengerutkan keningnya penasaran..


"Siapkah orang ini? Apa dia adik atau kakaknya dana? Tapi tadi mamanya bilang hanya mempunyai dua anak kandung laki-laki..? Dan juga tidak ada mirip-miripnya dengan keluarga ini..!!" Batin ana menatap wajah Raka,,


Melihat itu mama Dana membuka suaranya "kenalkan nak dia sahabatnya Dana dan Doni dan juga sudah mama anggap sebagai anak sendiri, jadi kamu jangan sungkan ya..?" Pinta mama cepat..


"Iya ma..!" Ucap Ana cepat


Sementara itu Dana hanya diam saja menyaksikan interaksi antara mama dan kekasihnya itu,,


"Ya..!! Mama benar-benar terlihat bahagia.." batin dana menyaksilan wajah sang mama yang tak henti-hentinya memancarkan aura kebahagiaan..


"Ayo ka, duduk kita baru saja mulai kok..!" Ajak mam Dana kepada Raka yang masih saja berdiri ditempat semula..


"Makasih ma.." jawab Raka sambil tersenyum bahagia..


Kemudian semua orang menikmati acara makan malam dengan damai dan terkadang diiringi canda dan tawa karena Raka paling bisa membuat suasana terasa hidup...

__ADS_1


Kini acara makan malam mereka sudah usai. Ruang keluarga adalah tempat yang mereka tuju untuk sekedar mengakrabkan diri satu sama lain, apalagi ada orang baru ditengah-tengah mereka. Mereka duduk disofa yang tersusun berbentuk setengah lingkaran, kebetulan jumlah mereka pas dengan sofa yang tersedia. Tak lupa juga mama menyalakan televisi untuk sekedar menambah sensasi kehangatan dalam keluarga mereka.


Ana yang saat ini duduk bersebelahan dengan mama Dana merasa benar-benar kikuk, dia tidak tau harus berbuat apa..!!. Ini adalah pengalaman pertama baginya hadir ditengah-tengah keluarga orang lain, yang katanya akan menjadi keluarganya juga suatu saat nanti...


"Gimana kuliah kamu nak..? Owh iya sekarang kamu semester berapa nak?" Ucap mama menatap Ana dengan tatapan sayangnya,,


"Emmzz, baik-baik saja kok ma..!! Ana sekarang semester 7 dan sebentar lagi masuk semester 8.." jawan Ana dengan suara lembutnya..


"Bagus nak, semoga kamu cepat lulus..!! Bukan begitu kak..?" Tanya mama kepada dana, dan hal itu membuat dana terbatuk refleks


Uhuk uhuk uhuk..


Melihat itu entah reflek atau memang sengaja, Ana bergegas mengambilkan Dana air mutih, ya walaupun sudah tersedia diatas meja,..


Tanpa menunggu lama Dana segera meminum air putih tersebut dengan tiga kali tegukan...


"Makasih sayang.." ucap Dana sambil tersenyum manis, sangat manis....


Ana yang mendengar Dana memanggilnya sayang begitu terkejut apalagi posisi mereka saat ini sedang berada ditengah-tengah keluarga Dana..


"Jantung oh jantung..! Tolong kendalikan dirimu.." ucap Ana dalam hati sambil meringis tipis menahan rasa malu yang menggerogoti tubuhnya..


"Bagus......"


.


.


.


Bersambung...


#Jangan lupa dukung Author dengan,


.LIKE


.KOMEN


.VOTE


Terimakasih sudah mampir lagi kenovel ini😁, love you all..


See you

__ADS_1


__ADS_2