Antara Cinta Dan Hobby

Antara Cinta Dan Hobby
Panik...!


__ADS_3

#Happy reading all


Semoga terhibur dan jangan lupa tinggalkan jejak....😊


.


.


.


Lanjut..


Setelah menemukan apa yang dia cari, langsung saja Dana menekan tombol on dan hiduplah televisi tersebut dan menunjukan sebuah acara yang Dana sukai...


Sepakbola..


"Apa-apaan ini..?" Gumamnya lagi melihat wasit yang sudah meniup peluit panjangnya...


"Sialll.." ucapnya lagi sambil mengacak-acak rambutnya. Bertambahlah sudah kekesalan Dana sekarang. Tapi tunggu dia sedikit puas setelah melihat sesuatu..


"Untung saja kamu menang..!" Ucapnya lagi sambil menghembuskan nafasnya sedikit lega..


"Kenapa aku bisa melewatkan pertandingan penting seperti ini sih..! Biasanya aku selalu tau satu minggu sebelunya..? Huh, gadis bodoh itu benar-benar sudah mengacaukan hidupku..?" Ucapnya lagi dan mulai frustasi lagi..


"Dan juga kemana dia sampai melupakan diriku seperti ini..? Tunggu! Jangan-jangan dia sedang menonton sepakbola dengan teman-temannya.." ucap Dana mulai menebak, tetapi dia semakin kesal jika membayangkan Ana menonton tersebut dengan teman-teman lelakinya..


"Bagaimana jika kali dia nonton bareng dirumah salah satu teman cowonya..? Ahhh sial..!! Awas saja aku pasti akan benar-benar mengkukumnya jika itu memang benar.." ucap Dana dalam hati..


Setelah berperang dingin dengan perasaan dan hatinya kini Dana merebahkan badannya diatas ranjang dan langsung saja dia terlelap diatas ranjang tersebut.


. . . . . .


Setelah menyaksikan pertandingan yang begitu mendebarkan dengan suasana yang sangat berbeda akhirnya Ana menatap satu persatu orang yang ada disana. Dia memang mengetahui jika teman kos Clara ingin bergabung dan mereka nonton bareng tadi. Tapi Ana tidak mengenal satu orang pun yang ada disana, sikapnya tadi hanya reflek ketika pertandingan sangat menarik dan begitu mendebarkan...


"Loh-loh...! Sejak kapan mereka semua sudh tertidur seperti ini..? Apa mereka tidak balik ke kamar mereka...?" Ucapnya pelan sambil memperhatikan satu per satu orang yang ada disana, dan pandangannya terhenti ketika melihat Sang sahabat Clara yang juga sudah tidur...


"Sebaiknya aku tidur juga deh..?" Ucapnya kemudian juga merebahkan badannya diatas karpet seperti yang lainnya...


Namun baru saja badannya menyentuh karpet tersebut, tiba-tiba...


"Owh iya ampunn.! Aku lupa menyalakan ponselku, pasti Dana sudah mengirim banyak pesan Chat sekarang" ucapnya lagi pelan, kemudian bergegas bangun untuk mencari keberadaan ponselnya. Tidak butuh lama saat ini ponselnya sudah ada ditangannya dan dengan segera menghidupkannya..


Deg deg deg

__ADS_1


Jantung Ana berdetak kencang, entah kalimat ancaman model bagaimana lagi yang dikirimkan oleh Dana padanya.


"Benar-benar bodoh kamu na..? Sudah tau dia laki-laki seperti itu, masih saja nyari masalah begini.." ucapnya dalam hati, masih menunggu ponselnya untuk hidup..


"Ini juga lama banget sih hidupnya.." gumamnya lagi dengan kesal karena ponselnya tak kunjung menyala..


Beberapa saat kemudian yang ditunggu akhirnya menyala juga, tapi...


"Ah sial aku lupa mengisi daya tadi, tinggal 1 persen lagi..? Isi dulu deh..!" Ucapnya kemudian dengan pelan..


Ana benar-benar khawatir sekarang,,,


"Owh ya ampun lama juga ya..!! Rebahan bentar deh..?" Ucapnya lagi ketika melihat jam menunjukan 23.30 malam dan ponselnya pun seakan tak bergerak dari 1 persen...


Tanpa dia sadari, Ana terlelap diatas karpet tesebut dengan posisi meringkuk karna kedinginan. Seakan-akan dia lupa dengan masalahanya sampai mampu terlelap dengan nyenyak seperti itu...


Beberapa jam berlalu Ana bangun dengan keadaan kacau dia kaget dan mengingat kejadian semalam..


"Aku belum memhubunginya..!" Ucapnya kemudian bergegas bangun dan untuk mengambil ponselnya agar bisa menghubungumi dana...


"Sial kenapa tidak berubah-berabah dari 1 persen?" Tanyanya pada dirinya sendiri. Kemudian dia memperhatikan terminal yang dia gunakan dan langsung saja dia menghembuskan nafasnya kasar..


"Jika megini sampai mau nunggu lima puluh tahun pun tak akan berubah..?" Ucapnya prustasi menyadari kebodohannya, karena terminal tersebut tidak terhubung dengan aliran listrik..


Tak berapa lama akhirnya Ana pun terlelap kembali..


. . . . . .


Saat ini Ana sedang merebahkan dirinya diatas ranjang kesayangan keduanya, dimana lagi jika bukan dikamar kosnya. Dia merebahkan badannya dengan pikiran yang kalut. Entah dia harus senang atau sedih mengingat bahwa beberapa saat lalu ketika dia terbangun kembali dari tidurnya dan berniat melihat pesan yang akan diterima dari Dana...


Namun,


"Tidak ada satu pesan pun yang masuk..! Apakah kuota aku habis.." pikirnya, namun setelah di cek tidak! Masih banyak kuotanya..


"Tidak ada chat, tidak ada panggilan..!! Tumben.." ucapnya pelan, dan entah kenapa tiba-tiba dia tidak menjadi bersemangat..


Kemudian setelah melihat Clara dan yang lain Bangun dan pergi menuju kamar mereka masing-masing Ana pun pamit pulang ke kosnya. Sebenarnya Clara melarang dengan alasan masih terlalu pagi!. Tetapi perasaan Ana benar-benar berbeda jadi dia tetap ingin pulang dengan berbagai alasan dan pada akhirnya Clara mengizinkannya..


Dan disinilah dia sekarang, dikamarnya seorang diri dengan pikiran yang kalut mengingat tidak ada satu pesan pun dari Dana...


Karena sudah lelah ditempat tidur akhirnya Ana pergi kekamar mandi untuk membersihkan badannya dan mendinginkan pikirannya, sebenarnya dia kenapa dia pun tidak tau. Ya sudah lah...


Beberapa menit kemudian dia keluar dari kamar mandi dengan keadaaan yang lebih segar dari sebelumnya. Namun pikirannya tetap saja memikirkan Dana

__ADS_1


"Kenapa dia belum menghubungi aku juga..?"


"Apakah dia sudah bosan atau sudah menemukan yang lebih cocok dengannya"


"Atau mungkinkah mamanya berubah pikiran"


"Benar-benar membuatku gila..!"


Setelah mengucapkan kata-kata tersebut, sejenak Ana terdiam..


"Sepertinya aku benar-benar sudah terbiasa dengan sikapnya yang aneh itu..!!" Ucapnya kemudian dia merebahkan badannya lagi diatas tempat tidur..


Dan pada akhirnya Ana tertidur lagi...


. . . . . .


Sementara itu Dana yang terbangun dari tidurnya langsung melihat isi ponselnya. Dan benar saja dugaannya tidak ada satu pesan pun dari Ana.


"Dia benar-benar sudah melupakan ku..! Aku harus meneleponnya sekarang.." ucapnya kemudian hendak menghubungi Ana, namun...


"Bukankan akan lebih baik jika aku langsung menemuinya saja..?" Gumamnya dengan seringai diwajahnya...


"Tunggu aku sayang......!!" Ucapnya lagi dengan suara beratnya


Dan disinilah dia sekarang, didepan sebuah rumah kos-kosan yang akhir-akhir ini sering dilihatnya. Ya..!! Dimana lagi, tentu saja di kosan ana. Kemudian dia mengeluarkan ponselnya dan hendak menghubungi ana..


Perlahan dia membuka ponsel tersebut, whatsapp adalah tujuan utama. Dengan hati-hati dia membuka aplikasi tersebut dan mencari kontak bernama "gadis bodoh", dan langsung sana Dana melakukan panggilan tersebut...


1 kali, 2 kali , 3 kali ia melakukan panggilan tidak juga diangkat oleh pemiliknya, padahal ia tau dengan jelas kalau Ana sedang online.


"Oke sekali lagi jika tetap tidak dijawab terpaksa aku akan meminta izin darurat kepada pemilik kos agar diizinkan untuk masuk ke kedalam.."


Bersambung......


#Mohon dukungannya untuk author😁


👍like


👉komen


👉Dan vote'nya


Terimakasih, love you guys😊

__ADS_1


__ADS_2