
#Happy reading all
Terimakasih kasih sudah mampir ke karya author ini๐๐...
Terimakasih juga untuk yang telah memberikan like, komen, rate dan juga votenya.
Semoga sedikit menghibur dan maafkan author kalau masih suka ada typo๐....
.
.
.Lanjut kuy..
"Apa kau berniat kabur dariku..?" Tanya Dana pada akhirnya, hanya itulah yang ada di dalam otaknya saat ini. Kalimat ini bagai belati yang mampu menusuk tepat jantung Ana hingga membuatnya semakin diam mematung, dan merasa bersalah.....
"Jawab...!" Titah Dana dengan suara emosinya...
"I-iya..." ucap dengan dengan sangat lirih bahkan Dana hampir tidak mendengarnya. Namun karena fokus Dana kali ini Hanya Ana maka dia bisa mendengar itu dengan cukup jelas...
"Jadi kau sudah sejauh itu merencanakan pergi dari ku...?" Tanya Dana dengan suara yang sedikit bergetar, Dana sungguh tidak menyangka dengan sikap nurut yang Ana tunjukan justru menyiapkan rencana besar untuk meninggalkan dirinya....
"Baiklah kau boleh keluar sekarang..!, kau bebas sekarang... ternyata keputusanku untuk menjeratmu memang salah besar seharusnya aku memikirkan ini lebih dulu...!, tapi dengan egois aku malah memintamu untuk menikah denganku..? Terimakasih karena sudah mengecewakanku...!" Ucap Dana dengan suara yang terdengar sedikit bergetar, jujur saja Dana sangat berat untuk mengatakan hal itu namun hatinya terlalu sakit untuk menerima kenyataan jika Ana berniat meninggalkannya dengan cara seperti itu...
Sementara itu Ana hanya diam mematung, apalagi setelah mendengar Dana mengatakan jika dia bebas sekarang...
"Apa maksud ucapannya.?" Ucap Ana di dalam hati karena tidak berani mengeluarkan suaranya. Sebenarnya hatinya sakit mendengar Dana mengucapkan hal itu, mungkinkan jika Ana sudah mulai mencintai Dana....?
"Apa maksud ucapan mu itu..?" Tanya Ana pada akhirnya karena dia tidak lagi bisa menahan rasa penasaran di dalam dirinya...
"Lebih baik kita pikirkan lagi hubungan ini...!, soal pernikahan kau lupakan saja karena aku tidak ingin menikah dengan orang yang diam-diam memikirkan seribu cara untuk mewujudkan tujuannya, termasuk untuk meninggalkan ku....!, jadi keluar sekarang...?" Titah Dana dengan keras sekedar untuk melampiaskan kekecewaan di dalam dirinya....
Mendengar itu Ana hanya bisa memejamkan matanya sejenak kemudian tanpa permisi air matanya jatuh tanpa bisa dia kendalikan. Kemudian dengan segera Ana keluar dari mobil tersebut dengan perasaan yang kacau, kini tidak ada lagi hukuman "manis" dari Dana, teriakan sayang dan hal-hal lain yang terkadang membuatnya merasa sangat nyaman...
__ADS_1
"Kenapa sakit sekali rasanya....!" Gumam Ana dengan air mata yang terus mengalir, bahkan hingga saat ini dirinya sudah berad di dalam kamar mandi untuk mengguyur badannya dan melupakan sedikit rasa sakit dihatinya...
"Apakah aku benar-benar sudah mencintainya..? Dan sekarang dia tidak akan ada lagi untuk ku..?" Mengingat hal itu membuat air matanya semakin menjadi-jadi...
Akhirnya Ana terduduk disana dengan air yang terus mengenai kepalanya, kemudian ana menarik pelas rambutnya dengan kedua tanganya untuk sekedar melampiaskan rasa sakit yang dia rasakan....
"Ku mohon jangan seperti itu..." gumamnya....
. . . . . . .
Sementara di tempat lain Dana yang masih mengendarai mobilnya...
"Sial...! Kenapa jadi begini? Apa di dunia ini tidak ada gadis yang penurut dan selalu patuh..." ucapnya keras sambil sesekali mengacak-acak rambutnya dengan kasar..
"Padahal aku sudah sangat menyayanginya, lalu kenapa dia membuat ku kecewa seperti ini..? Arhhhhhhhhh, sial...!! "Ucap Dana lagi kemudian memukul setir mobilnya dengan cukup keras...
Dana terus saja meneriaki Ana yang drngan sengaja membuat rencana untuk meninggakan dirinya, dia tidak tau apa yang harus dia lakukan sekarang....
"Arhhhh, sial..!! Kenapa tadi aku mengatakan hal ini,..? Pasti sekarang dia senang karena mendengar ucapanku tadi...!" Ucapnya lagi, ketika teringat dengan ucapannya jika dia sudah membebaskan Ana...
"Loh kak, kenapa mukaknya di tekuk gtu..? Ada masalah ya sama mantu mama..?" Tanya mama penasaran melihat sang anak yang terlihat sangat frustasi...
"Calon ma, itupun sudah tidak lagi...!" Ucap Dana lirih, mama yang mendengar itu hanya mengerutkan dahinya bingung...
"Apa katanya barusan, sudah tidak lagi..? Apa yang sebenarnya terjadi pada mereka..? Bukankah tadi mereka baik-baik saja..?" Ucap mama di dalam hati...
"Apa yang kau katakan kak..?" Tanya mama kemudian, karena sudah sangat penasaran...
Dana tak kuasa untuk menjawabnya, yang Dana lakukan justru menghampiri sang mama dan kemudian memeluknya...
"Mama...." ucap Dana pelan, sambil mengusap air matanya yang mencoba menghianatinya dengan menampakan diri di hadapan sang mama. Entah apa yang akan dia lakukan untuk menutupi rasa malunya jika itu sampai terjadi...
"Hey kak, kau kenapa? Ayo kita kekamar kamu kak.." ajak mama, yang paham betul bagaimana sikap Anaknya. Dana tidak akan berbicara dengan jujur jika tidak dikamarnya sendiri...
__ADS_1
Setibanya dikamar Dana langsung saja memeluk mamanya dengan erat,,,
"Ma.. apa yang harus Dana lakukan sekarang? Dana sudah memintanya untuk pergi ma..!" Ucap Dana sedih..
"Apa...!, kenapa kau bisa melakukan itu..? Bukankah kau sangat menyukainya kak?" Tanya mama dengan penasaran..
"Iya ma.., Dana sayang sangat sayang padanya. Tetapi Dana tidak pernah mengatakan itu kepadanya..!, mungkin karena hal itu dia berencana meninggalkan Dana ma..?" Jawab Dana dengan suara beratny akibat menahan rasa sakit dihatinya..
"Apa..? Bagaimana mungkin dia berencana meninggalkan mu kak..! Mama yakin dia juga sayang padamu.." ucap mama berusaha menenangkan Dana yang sedang frustasi tersebut..
"Tapi dia mengatakannya sendiri ma.., dia merahasiakan rencana wisudanya dari Dana supaya bisa pergi tanpa Dana ketahui.." ucap Dana lagi sambil mengacak rambutnya kembali, entah seperti apa bentuk Dana sekarang...
"Inilah yang mama takutkan kak..!, makanya mama meminta padamu untuk lebih menjaga perasaannya nanti, jika memang tuhan memberikan kalian kesempatan untuk bersama lagi... " mama berhenti sejenak untuk sekedar mengambil oksigen karena mama juga merasakan sesak di dadanya mendengar apa yang Dana katakan tersebut...
"Jadi lebih baik, kalian tenangkah perasaan kalian terlebih dahulu, dan tanya pada hatimu apakah kau benar-benar sudah mencintainya atau sekedar suka karena dia menurut padamu selama ini...! Jika kau sudah menemukan jawabannya maka segera temui dia, okey? Jangan terlalu banyak menghabiskan waktu dengan sia-sia..! Mama takut dia cepat menemukan penggantimu nanti.." ucap mama dengan tegas, agar sang anak tidak mudah putus asa apalagi sang anak yang telihat kacau begini membuatnya sedikit kesal...
"Baiklah ma, Dana akan memikirkan ini semua dengan kepala dingin ma.." balas Dana kemudian..
"Baiklah sekarang lebih baik kamu tenangkan dirimu terlebih dahulu, okey..." pinta mama dengan lembut..
"Mama tinggal dulu.." lanjut mama lagi, kemudian segera meninggalkan Dana seorang diri dikamarnya....
"Dasar Anak ini benar-benar keras kepala..!, duh kalau Ana beneran pergi kapan punya cucu ya..." gumam mama sedikit kesal, ketika sudah keluar dari kamar sang anak...
#Bersambung....
#Halo guys ayo dukung juga author di novel ini ya..!! Jangan lupa, like, komen rate dan vote..
Satu like dan komen kalian benar-benar membuat jiwa menulis author bangkit...
Vote dan rate dari kalian benar-benar membuat author merasa dihargai...
#Sukses untuk kita semua
__ADS_1
Terimakasih