
#Happy reading all
Terimakasih kasih sudah mampir ke karya author iniππ...
Terimakasih juga author ucapkan untuk yang telah memberikan like, komen, rate dan juga votenya.
Tidak lupa terimakasih kepada para pembaca yang tak berjejak ...πππ
Semoga bisa sedikit menghibur kalean semua dan maafkan author kalau masih suka ada typo yang bertebaran maklum baru belajar ngetikπ....
.
.
.Lanjut kuy..
"Cepat duduk dan segera suapi aku..? Sudah kubilang kan jika aku sangat lapar? Segera suapi aku lalu kita putuskan hukuman apa yang pantas untukmu, sayang..!?" Ucap Dana lagi membuat detak jantung Ana kian mengencang. Melihat itu Dana hanya tersenyum senang yang tentu hanya dirinya yang tau...
"I-iya sayang.." jawab Ana dan segera melakukan apa yang diperintahkan Dana untunya.
"Apa-apaan ini, aku kira dia hanya bercanda waktu itu! Ternyata dia serius begini.., huh seperti anak kecil saja! Lagian kenapa aku bisa berfikir jika dia bercanda? Mana mungkin dia bercanda? Bodoh kamu Ana bodoh..!" Ucap Ana dalam hati sambil terus memasukan makanan yang dia beli tersebut ke mulut Dana..
"Aku tidak yakin jika kau yang memasak makanan ini..!" Tanya Dana dengan wajah datarnya dan terlihat sangat kesal..
"Bukankah aku memintanya untuk membuatkan aku makanan dengan tangannya sendiri! Lalu apa ini, mana mungkin dia bisa memasak seenak ini..?" Ucap Dana dalam hati sambil memperhatikan wajah Ana dengan tatapan yang tajam.
Ana yang merasa dirinya ditatap seperti itu langsung menelan ludahnya kasar..!!
"Mati aku aku ketahuan..!! Kenapa dia bisa tahu sih..?" Gerutu Ana dengan sangat pelan..
"Kau jawab sekarang atau aku akan memasukan makanan ini kemulutmu dengan mulutku..!" Bentak Dana, sungguh Dana merasa sangat kesal dengan gadis didepannya ini.
"Tidak sayang..! Ma-maaf.." jawan Ana dengan suara pelan dan gemetar menahan rasa takut...
"Apa kau bilang, maaf! Kau benar-benar senang bermain-main dengan aku rupanya.." ucap Dana lagi. Kemudian dia berjalan dengan perlahan untuk mendekati Ana hingga kini jarak mereka sangat dekat. Ana yang menyadari posisi mereka sungguh sangat tidak menguntungkan mulai memundurkan kakinya, namum..
__ADS_1
"Tidak sayang..!! Kau harus dihukum saat ini juga..!" Ucap Dana keras. Kemudian dengan segera Dana memegang tengkuk Ana dan langsung menempelkan bibirnya dibibir terduga dengan sangat kasar, permainan Dana terus belanjut hingga dia merasa Ana sudah cukup untuk dihukum.....
. . . . . . .
"Na kenapa wajahmu ditekuk seperti itu? Apa kamu tahu kamu itu terlihat semakin jelek dengan wajah seperti itu..!" Ucap Clara dengan kesal, karena semenjak Ana datang ke kosannya dia hanya murung...
"Ra, sepertinya aku mulai nyaman dengan sikap Dana yang aneh itu.." ucap Ana pelan, sehingga Clara nyaris tidak mendengarnya...
"Lalu masalahnya? Bukankah kalian sepasang kekasih? Dan bukankah kau bilang dia meminta dirimu untuk menikah dengannya setelah lulus kuliah nanti?" Ucap Clara penasaran, kenapa sahabatnya semakin hari, terasa semakin aneh saja..
"Justru itu ra..! Aku memang nyaman dengan sikapnya tapi aku juga sangat takut dengan kelakuannya yang suka memaksa itu..! Kau bayangkan saya baru berbuat salah seperti tadi saja dia sudah membuat bibirku bengkak sampai seperti ini?" Ucap Ana bimbang, dia sangat takut akan 'dihabisi' Dana sebelum waktunya tiba..
"Iya juga sih..! Kenapa dia bisa berbuat seperti ini, bukankah lebih nikmat jika dilakukan dengan lembut.." ucap Clara mencoba mengalihkan pembicaraan agar Ana tidak semakin tertekan..
Bug bug bug.
Suara bantal yang Ana lempar karena jengah mendengar ucapan dari Clara barusan..
"Iya tau yang sering dilembutin sama mamas Denis yang romantisnya kebangetan itu..!! Tapi hati-hati aja na biasanya yang biasa lemput nanti pas malam pertama di embat mati-matian.." ucap Ana balik menggoda sahabatnya, entahlah mendengar perkataan Clara barusan membuat rasa bimbangnya sedikit teralihkan..
"Gila sih na, otak mu kayanya perlu dicuci deh biar gak ngeres.." jawab Clara tak mau kalah. Clara yang awalnya berniat menghibur Ana justru dibuat kesal oleh Ana...
"Apa aku kabur aja ya ra dari dia, jujur aku sangat takut..!" Lanjut Ana..
"Apa kabur..? Tidak, tidak, bagaimana dengan kuliahmu? Itu akan sangat merugikan dirimu an!" Saran Clara agar Ana tidak bertindak gegabah..
"Emzz itu, sebenarnya aku sidang sekitar empat mingguan lagi, aku berniat kabur pulang kampung setelah itu,.." ucap Ana menunduk mengingat dia salah tidak memberitahukan rencana sidangnya yang sudah cukup dekat itu..
Mendengar itu Clara membuka mulutnya lebar dan melayangkan bantal kesangannya,
Bug bug bug bug bug bug..
"Ampun Ra..! Maafkan aku.." pinta Ana dengan wajah memelasnya..
"Kamu ini ya, kebiasaan apa-apa dirahasiain..!! Pantas saja Dana bertindah seperti itu padamu, aku jadi berfikir kamu memang harus diperlakukan seperti itu..!" Ucap Clara ketus saat merasa sudah lelah memukul-mukul Ana dengan bantal kesayangannya itu...
__ADS_1
"Kenapa sekarang jadi membela dia ra? Sebenarnya teman kamu itu aku atau dia..?" Tanya Ana sedih, yang tentu saja hanya berpura-pura..
"Jika aku melihat dia, aku akan memintanya untuk mengikatmu saja! Supaya kamu tidak bisa kabur! Biar tahu rasa kamu, aku temanmu bukan sih na? Kenapa aku selalu menjadi yang terakhir tahu ini?" Tanya Clara sedih..
"Hey-hey apa maksudmu? , justru kau yang pertama tahu masalah ini..!! Aku baru saja mendapat informasi kemaren ra! Jadi tolong rahasiakan ini dari siapapun, okey?" Pinta Ana memohon..
"Benarkah? Baiklah kalau begitu aku bisa mengerti sekarang..!" Jawab Clara dengan kelakuan yang sudah kembali ke asal..
"Huh dasar...!" Gerutu Ana, sedikit kesal dengan kelakuan sahabatnya itu...
. . . . . .
"Hey kakak ipar masa depan, apa kabar..?" Isi Sebuah pesan yang masuk melalui aplikasi whatsapp. Membaca pesan tersebut Ana mengerutkan dahinya bingung...
"Tumben banget ngechat lagi? Apa Dana yang memintanya lagi!" Pikir Ana bingung..
"Baik Raka, ada apa ya..?" Tanya Ana penasaran..
"Syukurlah kalau begitu, emm bisakah kita bertemu wahai calon kakak ipar yang baik hati..? Ada hal yang ingin aku bicarakan!" Balas Dana kemudian, semakin bingung saja Ana dibuatnya...
"Aneh banget sih, jika begini pasti tidak ada hubungannya dengan Dana..!" Pikir Ana lagi..
"Mau tidak ya..?"
#Bersambung.....
Apa ya yang akan Raka bicarakan? Tunggu terus kelanjutannya ya guys!
Terimakasih untuk yang selalu setia dukung author receh ini, wkwkwkw...
#Pokoknya Jangan lupa, like, komen rate dan vote ya guys....π
Satu like dan komen kalian benar-benar membuat jiwa menulis author bangkit...
Vote dan rate dari kalian benar-benar membuat author merasa dihargai...
__ADS_1
#Sukses untuk kita semua
Terimakasih