Antara Cinta Dan Hobby

Antara Cinta Dan Hobby
Hutang...??


__ADS_3

Maafkan ya guys kalau ada typo-typo.....


.


Selamat membaca


.


.


"oke mas hati-hati" balas Clara yang kemudian langsung saja di send oleh Clara, begitu juga dengan centang biru di whatsapp tersebut langsung menyala..


"huh benar-benar aneh..!! kira-kira mas Denis mau ngajak aku kemana ya.."gumamnya pelan sambil melanjutkan dirinya untuk menghias wajahnya..


"ya semoga saja ketempat yang romantis sekali-kali...!! hahahahha" katanya sambil tertawa cukup keras


"tapi....?" Tiba-tiba perasaan Clara tidak enak, sesaat setelah dia mengingat ucapan Ana kemaren


"Apa benar mas Denis ingin menjadikan aku sebagai simpanannya"batinya kemudian


Sesaat Clara terdiam memikirkan kejadian-kejadian akhir-akhir ini.


"Tapi itu rasanya tidak mungkin..!!! Sepertinya mas denis belum mempunyai istri..?? Kalau pacar... mungkin sudah punya sih..!!! Ah sudah lah, kenapa aku jadi mikirin masalah ini membuat kepala ku tambah pusing saja..!!" Gumamnya kemudian.


Beberapa saat saat kemudian dia menerima pesan dari mas Denis, kalau ia sudah ditunggu didepan..


"Oke aku turun mas" balas Clara melalui pesan chat


Kemudian Clara bergegas keluar menemui mas denis setelah mengunci kamar dan memastikan keamanan motor kesayangannya.


"Maaf ya mas lama nunggunya" ucap Clara setelah melihat mas Denis duduk dimotor gedenya..


"Eh tungguuu..!! Tumben mas Denis pakek motor,, mobilnya kemana" ucap Clara dalam hati. Makin gelisah saja pikiran Clara..


"Iya gak apa-apa..! Ayuk buruan naik, nanti kita telat lagi" balas mas Denis


"Loh-loh, kita? Telat? Emangnya mau kemana sih? Jadi deg-deg'n gini kan jadinya" pikir Clara mendengar ucapan mas Denis..


Saking penasarannya akhirnya Clara memberanikan diri bertanya ke mas Denis..


"Eh mas emangnya kita mau kemana? Dan tumben-tumbenan mas Denis menggunakan motor..!! Mobilnya kemana?? Heehhe" ucap Clara dengan nada sesantai mungkin diiringi canda diakhir kalimat..

__ADS_1


"Owh kamu liat saja nanti, gak usah banyak nanya!!, dan memangnya kenapa kalau saya menggunakan motor? Kamu gak bisa naik motor?, rasanya gak mungkin, karena saya pernah liat kamu mengendarai motor sendirian!! Buruan naik..!!" Jawab mas Denis tegas dan tak menerima bantahan sama sekali, yang terdengar jelas dari nada bicaranya.


Tanpa menunggu lama Clara bergegas naik ke motor tersebut. Namun ada yang aneh..


"Hey pegangan..!! Kalau kamu jatuh saya gak tanggung jawab ya? Asal kamu tau saya kalau naik motor itu gak bisa pelan-pelan!! Helm nya dipakek jangan lupa..!! Karena perjalanan kita cukup jauh.." ucap mas Denis dengan nada tegasnya.


Semakin penasaran saja Clara, dan sekarang dia bingung harus bersikap seperti apa. Pada akhirnya dia diam saja, begitu juga dengan mas Denis namun Clara sadar kalau Mas denis sesekali melirik dirinya melaui spion motor itu..


Beberapa saat telah berlalu situasi mereka tetap sama seperti sebelumnya..


Sementara itu, saat ini Dana dan Ana sudah tiba ditempat tujuannya,, lebih tepatnya tujuan Dana..


"Huh apa-apaan ini, mau ngajak makan saja harus sejauh ini? Dan lagi tempatnya juga biasa saja tidak ada istimewa-istimewanya sama sekali." Ucap Ana dalam hati..


"Hey ayo turun..!! Ngapain kamu jauh-jauh kesini kalau cuma duduk dimotor" cibir Dana membuat Ana kembali merasa kesal..


"Hey dasar aneh? Ngapain kita jauh-jauh ketempat seperti ini..!!" Ucap Ana penasaran. Apa sebenarnya tujuan Dana mengajaknya kemari


"Sudahlah cepat turun, ada yang ingin aku sampaikan padamu namun sebelum itu kita makan dulu..! Aku tau kau lapar sedari tadi perutmu sudah berbunyi" ucap Dana kemudian meninggalkan Ana yang masih berdiri mematung, mendengar ucapan Dana barusan


"Bagaimana dia bisa tau padahal aku sudah berusaha keras menahannya tadi,, ahhh sial!!" Ucap Ana dalam hati, sambil meringis menahan rasa malu yang sedang menggerogotinya saat ini


Untuk sesaat Ana terdiam, setelah beberapa langkah berjalan menyusuri tangga yang membuatnya sangat takjub..


"Wahhhh ini indah sekali" gumamnya saambil memancarkan sinar-sinar kebahagiaan dari wajahnya..


Tentunya saja Dana mendengar itu, karena Ana sangat bersemangat mengucapkan kekagumannya dengan tempat itu..


"Ayo kita duduk disana" ucap Dana sambil menunjuk salah satu tempat duduk yang hanya berisi 2 kursi dan sebuah meja..


"Emzz iya" ucap Ana singkat, sementara mata Ana tidak henti-hentinya memandangi kesekelilingnya..


Ada banyak sekali bunga-bunga yang menyambut kedatangnnya


"Luar biasa" pikir ana


Tidak lama kemudian datang seorang pelayanan yang menawarkan menu andalan tempat ini. Kemudian Ana dan Dana memesan makanan kesukaan masing-masing. Tidak menunggu lama makanan pun datang, dan mereka berdua nampak serius menghabiskan makannya tanpa ada percakapan antara keduanya..


Setelah beberapa lama akhirnya mereka selesai dengan acara makan sunyi mereka.


"Kau suka tempat ini" ucap Dana datar

__ADS_1


"Emzz lumayan" jawab Ana santai


"Padahal keliatannya dari tempat parkir tadi ini seperti tempat biasa yang sering aku liat, tapi ternyata pas kesini baru terlihat kalau tempat ini seluar biasa ini..!! Aku suka,, makasih ya udah ngajak aku kesini... tau sendiri lah ya anak semster akhir lagi pusing-pusingnya sama tugas akhir?" Ucap Ana panjang kali lebar kali tinggi


"Ya karena aku tau kamu pasti lagi pusing, dan lagi hari ini weekend jadi aku paksa saja kamu untuk ikut kesini. Itung-itung memberimu hutang....!! Dan pada saatnya nanti kamu harus membayar hutangmu itu" ucap Dana dengan tegas, tentu saja hal itu membuat Ana terkejut..


"Apa maksudmu..?? Hutang..!!!" Tanya Ana dengan suara tingginya karena merasa semakin bingung dengan manusia aneh yang satu ini


"Owh sungguh dia benar-benar aneh..!! Bisa gila aku lama-lama dengan orang seperti ini" ucap Ana dalam hati sambil memandangi wajah Dana yang terlihat masih saja datar


"Iya hutang..!! Ingat baik-baik di dunia ini tidak ada yang gratis.." ucap Dana datar


"Apa lagi kau ingin mendapat sesuatu yang gratis dariku itu sungguh tidak mungkin" lanjut Dana, yang tentu saja membuat ana geram


"Hey lupanya sikap aslimu masih menggerogoti pikiranmu dan akalmu itu!!! lalu untuk apa kau sok baik denganku kemaren?? Haa!!" Kata Ana sambil menahan emosinya, agar tidak tersulut oleh orang seperti Dana.


"Aku rasa kau tau apa alasanku.... dan.." ucap Dana menggantung


"Dan..?" Tanya Ana penasan..


"Sungguh ingin ku gigit saja manusia aneh ini" pikirnya karena kesal dengan dana..


"Dan untuk mencicil hutang mu ini,,,,,, aku ingin kau mencicilnya dari sekarang..!!!" ucap Dana sambil menatap ana dengan wajah datar


" hey-hey memangnya kau anggap berapa hutangku..!! Sadar woe kamu itu cuma ngajak aku ketempat biasa kayak gini pakek cicilan segala.." ucap Ana membalas perkataan Dana yang makin aneh saja


"Hey apa kau sadar dengan yang kau ucapkan barusan..!! Bukan kah tadi km bilang ini sangat indah... jadi jangan pura-pura lupa saat keadaanmu sekarang seperti ini..!! Kau hanya perlu menurut maka semua akan baik-baik saja...?" Ucap Dana panjang kali lebar kali tinggi, membuat Ana tersiam sejenak..


"Mati aku,,!! Ternyata dia menjebak aku. Bagaimana ini?" Tanya Ana dalam hati tanpa memperdulikan ucapan Dana barusan. Hal itu tentu membuat Dana kesal..


"Oke baiklah diammu ku anggap kau setuju..!! Jadi cicilanmu kali ini sampai pelunasaan nanti adalah..." ucap Dana berhenti sambil menatap wajah Ana melihat reaksi Ana beberapa saat lagi..


"Jadilah kekasihku....!! Dan turuti semua perintahku mulai sekarang.." ucap Dana tegas tanpa ingin dibantah..


"Aaaappppaaaaa............?"


#Hay guys jangan lupa like, komen, dan vote juga boleh....


Dukung terus uthor ya,,,


See you😊😊

__ADS_1


__ADS_2