
#hay guys...
Terimakasih sudah mampir ke kisah cinta Ana dan Dana😊
Yuk dukung author dengan cara apa saja, biar author semangat, hihi😊
satu lagi, maafkan author kalau typo suka bertebaran dimana-mana😂
yuk lah lanjut....
.
.
"Katakan apa yang telah terjadi.." pinta Dana yang terdengar dari suaranya tengah berusaha mati-matian menahan emosinya. Hal itu membuat Ana reflek menelan ludahnya kasar karena merasa takut..
#Flashback on
"Na... apa kabar..?" Tanya seseorang dari belakang ana tepat ketika dia sedang memilih sayuran yang akan dia masak nanti...
Mendengar seperti ada yang memanggil dengan reflek Ana berbalik untuk mencari sumber suara, dan....
Deg deg deg..
"Ar-Arka.." gumam Ana pelan, namun sepertinya sang pemilik nama mendengar apa yang Ana ucapkan...
"Hey..." ucap Arka sambil melambaikan tangannya di depan wajah Ana sambil tersenyum yang membuat jiwa Ana kembali meronta-ronta..
1 detik
2 detik
.
.
Beberapa saat berlalu, mereka hanya saling diam sambil menatap satu sama lain, semua berakhir ketika kewarasan Ana kembali lagi.
"Eh iya aku baik..!" Jawab Ana sambil membalas senyum yang Arka berikan untuknya..
__ADS_1
"Syukurlah...! Aku dengar sebentar lagi kamu lulus ya..? Semoga dilancarkan segala urusan kamu ya na..! Dan cepat move dariku.." ucap Arka dengan penuh keyakinan..
Mendengar kalimat yang Arka lontarkan sungguh membuat Ana meringis..
"Percaya diri sekali dia..! Apa aku begitu terlihat masih sering memikirkannya.." ucap Ana di dalam hati, sungguh dirinya merasa begitu kesal dengan ucapan Arka tersebut namun tak bisa Ana pungkiri itu memang benar...
"Terimakasih atas doanya...! Kau memang luar biasa, semoga hidup mu selalu bahagia tidak seperti hidupku yang selalu biasa saja.." ucap Ana pelan penuh maksud agar Arka berhenti bicara dengannya..
"Baiklah seperti aku sudah selesai jadi aku duluan.." ucap Ana lagi dan langsung meninggalkan Arka yang masih menatap kearahnya dengan tatapan yang heran..
"Maaf dulu aku memang mencintaimu, tapi aku terlalu sayang pada diriku sehingga tidak ingin menyakitinya lagi.." ucap Ana pelan ketika sudah jauh dari orang yang membuat perasaannya memburuk..
#Flasback off
"Lalu bagaimana sekarang..? Setelah kau melihat dia lagi, apakah cinta mu untuknya kembali tumbuh dan membesar..? " tanya Dana dengan nada mengintimidasi, sangat terlihat jika dia sedang menahan emosinya saat ini...
"A-aku.." ucap Ana dengan gemetar melihat kilatan amarah dimata Dana...
"Apa kau lupa dengan yang pernah aku katakan..? Aku tidak menerima penghianatan dalam bentuk apapun..! Jadi sekarang katakan padaku apa kau berniat untuk mencintainya lagi atau bahkan berniat untuk kembali padanya..? Jawab dan lihat aku,, Ana..." ucap Dana dengan suara yang terdengar sedang mengendalikan emosi yang membuncah di dadanya...
"Tidak Sayang tidak..! Aku tidak berniat untuk kembali atau mencintainya lagi..! Ku mohon mengertilah..? Hati ku butuh waktu untuk menyesuaikan diriku dan dirinya..! Ku mohon percaya padaku saat ini aku sangat mencintaimu.." ucap Ana ditengah isak tangisnya, jika sudah begini mana bisa Ana menahan rasa tangisnya...?
Mendengar itu Dana hanya diam mendengar semua penjelasan Ana, semakin Ana mengoceh untuk menceritakan perjalanan cintanya dengan Arka semakin besar pula kilatan emosi yang terlihat di mata Dana tidak hanya itu kedua tangan Dana juga terlihat menggenggam dengan kencang hingga Ana yang melihat itu jadi meringis karena takut...
"Percayalah padaku, aku sudah memilihmu untuk menjadi teman hidupku sampai akhir nafasku nanti.." entah di mana hilangnya rasa malau Ana, tiba-tiba dia mengatakan hal yang seperti itu..
Mendengar hal itu seketika emosi yang semula tertahan di dada Dana, seketika menghilang entah kemana. Tiba-tiba rasa bahagia menghampiri dirinya, bukankah ini pertama kalinya Ana mengatakan kalimat romantis seperti ini..? Apakah dia boleh merasa bahagia tidak tapi sangat bahagia..
"Lihatlah wajahnya merah seperti kepiting rebus sekarang.." ucap Dana di dalam hati sambil menunjukan sedikit senyum dihatinya...
"Apa maksud ucapan kamu tadi sayang..? Tolong ucapkan sekali lagi..!" Pinta Dana kali ini dengan suara yang begitu lembut, mendengar itu Ana jadi bingung dibuatnya...
"Kau...kau ti-tidak marah..?" Ucap Ana terbata dengan sedikit sedikit rasa takut yang masih tersisa dihatinya..
"Tentu saja aku marah..? Mana ada laki-laki yang tidak marah jika kekasihnya masih menyimpan rasa untuk lelaki lain..! Ya walaupun itu bukan rasa cinta lagi, tapi tetap saja kalau lelaki itu sering kamu pikirkan..? Jadi bisakah kamu berjanji padaku untuk berdamai dengan masa lalu mu itu, dan mulai hidup bahagia bersama ku sebentar lagi..?" Ucap Dana panjang lebar, hal ini membuat Ana melongo dengan ucapan Dana barusan...
"Luar biasa..! Apakah ini Dana yang aku kenal dulu..? Kenapa rasanya berbeda sekarang..!" Ucap Ana di dalam hati, entahlah tiba-tiba hatinya menghangat mendengar ucapan Dana tersebut..
"Sayang...." panggil Dana dengan lembut..
__ADS_1
Mendengar namanya dipanggil reflek Ana langsung bersuara..
"Eh-iya... maaf.." hanya itu yang mampu Ana ucapkan karena saat ini otaknya serasa tidak lagi mampu berfikir..
"Sayang.... ada apa denganmu, kenapa kau tidak fokus dan sering melamun sayang...? Kenapa hmmmm" ucap Dana lagi dengan nada yang lebih lembut lagi membuat Ana semakin sayang saja rasanya jika sikap Dana seperti ini...
"Ti-tidak sayang...! Aku hanya merasa terlalu bahagia. Terimakasih sudah mau sedikit mengerti dengan keadaan ku, aku janji aku akan berusaha damai dengan hatiku jadi aku mohon bantu aku melewati ini semua..?" Pinta Ana dengan nada yang begitu lembut, tidak kalah lembut dari ucapan Dana sebelumnya...
"Iya sayang.. aku akan selalu ada untukmu, jadi ingat seburuk apapun sebuah kejujuran, berjanjilah kau akan menceritakan semuanya kepadaku tanpa peduli bagaimana reaksiku, okey..?" Pinta Dana lagi dengan senyum yang begitu manis menatap Ana..
"Siap sayang..." jawab Ana dengan penuh keyakinan sambil memberi sikap hormat kepada Dana dengan mengangkat tangannya yang membuat Dana langsung tertawa terbahak melihat tingkah Ana tersebut....
"Nah ini baru calon istriku yang penurut..." ucap Dana sembari senyum menggoda membuat Ana tersipu malu..
"Owh iya sayang bagaimana kalau kita buat janji pernikahan kita dan itu berlangsung selama satu tahun..?" Tawar Dana karena tiba-tiba saja sebuah ide muncul dikepalanya..
"Perjanjian apa..? Apa ini seperti perjanjian di novel-novel yang sering aku baca, kalau kamu akan menceraikan ku setelah satu tahun pernikahan..?" Tanya Ana dengan raut wajah yang sedih, melihat itu Dana jadi tergoda untuk menggoda sang kekasih hati..
"Memangnya kau mau perjanjian seperti itu..? " tanya Dana membuat jiwa Ana kembali merasa sakit...
"Jawab sayang..?" Pinta Dana karena Ana tak kunjung menjawab pertanyaannya dan cenderung diam, melihat itu Dana jadi merasa sedikit menyesal sudah berencana untuk menggida kekasihnya tersebut..
"Menurutmu..?" Tanya Ana balik, karena merasa tak tau harus menjawab apa..
"Aku....! Tentu saja aku tidak mau..? " jawab Dana lantang dengan penuh keyakinan...
"Lalu....?" Ucap Ana semakin penasaran..
.
.
#Bersambung...
Ada yang tau perjanjian apa yang Dana maksud..?🤣
.
ikuti terus kisahnya ya..👇
__ADS_1
Terimakasih guys...
Semoga harimu menyenangkan☺