Antara Cinta Dan Hobby

Antara Cinta Dan Hobby
Kembali Bersama...


__ADS_3

#Happy reading all


Terimakasih kasih sudah mampir ke karya author ini๐Ÿ˜๐Ÿ˜Š...


Terimakasih juga untuk yang telah memberikan like, komen, rate dan juga votenya.


Semoga sedikit menghibur dan maafkan author kalau masih suka ada typo๐Ÿ˜‰....


.


.


.Lanjut kuy..


Mereka terus saja bercerita satu sama lain hingga pada akhirnya mereka semua tertidur diatas karpet di depan televisi yang sebelumnya sudah dimatikan oleh Rere....


. . . . . .


"Na maafkan aku..." ucap Dana dengan sangat lembut, Ana yang mendengar dan melihat langsung merasa begitu terkejut,,


"Apakah dia benar-benar Dana..?" Ucap Ana di dalam hati, karena merasa bingung dengan perlakukan Dana kali ini,,,


"Apa maksudmu...,?" Tanya Ana penasaran, sejujurnya dia merasa bingung harus mengatakan apa..


"Maaf karena sudah marah padamu malam itu..! Dan maaf karena sudah mengatakan hal yang tak seharusnya aku katakan..!" Ucap Dana lirih, mendengar itu Ana benar-benar terkejut bagaimana mungkin Dana bisa jadi seperti ini..?


"Maaf...?" Ucap Nia spontan, namun terdengar tak terima. Dana yang mendengar itu merasa semakin bersalah saja..


"Kenapa Dana bisa menjadi lembut seperti ini? Ya tuhan jantung ku mulai terasa tidak nyaman.." gumam Ana pelan..


"Aku sadar kesalahan ku sudah sangat besar padamu, mungkin aku memang sudah tidak pantas mendapat maaf darimu....!, tapi bisakah kamu mencobanya lagi..?" Pinta Dana dengan memohon, dia benar-benar sudah sangat terbiasa dengan kehadiran Ana disisinya..


"Ja-jadi kamu meminta bertemu dengan ku untuk membicarakan ini...?" Tanya Ana penasaran dan tanpa ragu sedikit pun Dana langsung menganggukan kepalanya...


#Flasback on


Ana bangun pagi-pagi sekali karena mendengar suara ponselnya yang berdering dengan cukup keras, untung saja suara itu tidak membangunkan sahabatnya yang telihat masih tertidur dengan nyenyak..


"Halo.." ucap Ana dengan suara lembutnya, masih belum menyadari sedang bicara dengan siapa..

__ADS_1


"Ana...! Kamu sudah bangun..?" Ucap seseorang dari seberang sana dengan suara yang terdengar penuh perhatian..


Mendengar suara seseorang yang sangat dikenalnya Ana langsung melihat ke arah layar ponselnya untuk mencari tahu siapa tersangkanya, dan benar saja orang tersebut adalah Dana. Kontak yang tertulis atas nama sayang dengan icon love yang tak lain adalah Dana tentu saja Dana yang membuatnya dan lihat saja Ana bahkan belum merubah namanya...


"Na..., Sayang...?" Panggil Dana lagi, karena tak mendapat respon dari Ana..


"Apa katanya tadi, sayang...?" Pikir Ana bingung..


"Eh.., maaf aku baru saja bangun..!" Ucap Ana dengan pelan dan sesekali menguap karena rasa kantuk yang masih dia rasakan...


"Owh iya, cuci muka dulu sana..?" Pinta Dana dan tanpa pikir panjang Ana segera melakukannya malas jika pagi-pagi sudah harus berdebat..


"Sudah..!" Ucap Ana singkat sesaat setelah kembali dari kamar mandi..


"Good girl.., Na bisakah kita bertemu..? Aku akan menjemputmu..! Sebentar lagi aku berangkat ke kosan kamu ya..?" Ucap Dana terdengar seperti orang memohon..


"Tapi....."


"Aku mohon..." ucap Dana lagi..


"Baiklah.., aku tidak sedang dikosanku, aku sedang menginap jika kau mau kau bisa menjemput ku kesini..!" Ucap Ana dengan hati-hati, takut jika Dana merasa tersinggung..


"Eh tapi ini masih terlalu pagi dan juga aku belu..." belum juga selesai Dana malah mematikan sambungan telepon tersebut, hal ini tentu membuat Ana merasa begitu kesal..


"Masih saja seenaknya..!,.." gumam Ana, kemudian langsung mengirim alamatnya saat ini dan bergegas mandi untuk bersiap-siap, padahal sepertinya tidur masih ingin dia lakukan...


#Flasback off


"Bagaimana ini apa yang harus aku lakukan..? Aku memang sudah mencintainya dan sudah terbiasa dengan sikapnya, tapi apakah harus secepat ini lagi untuk memulainya..?" Ucap Ana di dalam hati..


"Na... sayang.. aku mohon..! Apa kau tahu aku sudah terbiasa dengan kehadiranmu, dan aku tidak bisa lagi jika kita berjauhan seperti beberapa hari terakhir..!" Ucap Dana lagi untuk meyakinkan Ana yang masih terdiam..


Jujur saja mendengar itu membuat jiwa Ana meronta-ronta karena cukup senang mendengar ucapan Dana, tapi bolehkan Ana bermain-main sedikit..?


"Kenapa..? Kenapa aku harus selalu ada untukmu..? Apa arti diriku ini untuk kamu Dana..!" Ucap Ana yang memang penasaran dengan arti dirinya di mata Dana, ya walaupun sebenarnya penjelasan Dana sebelumnya sudah cukup untuk memintanya kembali...


Mendengar ucapan Ana sejenak Dana terdiam tak bergeming sama sekali, kemudian dia menghembuskan nafasnya dengan kasar. Mungkinkan Dana sedang merasa gerogi..?


"Aku...aku membutuhkan kamu na..! Aku benar-benar ingin hidup bersamamu, bisakah kau menerima ku kali ini dengan sepenuh hatimu...!, karena..karena aku rasa, aku sudah mencintaimu na...!" Ucap Dana tegas namun terdengar sedikit gugup karena suaranya yang sedikit bergetar saat mengucapkan cinta....

__ADS_1


Mendengar itu Ana merasa dirinya bagaikan terbang melayang-layang diatas awan. Benarkan yang baru saja Dana katakan..? Rasanya Ana tidak ingin terbangun jika ini hanya sebuah mimpi....


"Apa, apa yang tadi kamu kataka....? Bisakah kau meperjelasnya lagi..?" Pinta Ana dengan raut wajah yang serius kali ini...


"Aku mencintaimu Ana..., tidak bahkan aku sangat mencintaimu...!" Tegas Dana mantap dengan suara yang keras, hal itu membuat Ana berlari kearahnya dan tanpa aba-aba langsung saja memeluk Dana dengan sangat erat...


"Aku...aku bahagia, sungguh aku mau kembali lagi denganmu..!" Ucap Ana dengan sedikit malu-malu..


"Aku tau....! Tapi bisakah kau..." Dana diam sejenak..


"Bisakah kau membalas cintaku..? Jika belum itu bukan masalah, karena aku akan membuatmu bisa mencintaiku nanti..!" Ucap Dana dengan penuh keyakinan, dengan senyuman yang kali ini daoat Ana lihat dengan jelas. Hal itu membuat jantung Ana kembali bertetak kencang...


"Aku akan menunggu mu untuk membuat aku mencintaimu..!, tapi sebelum itu aku ingin mengatakan jika aku..., jika aku juga sudah sangat mencintaimu Dana...! Dana ku sayang..." ucap Ana dengan suara malu-malunya tentu dengan pipi yang sudah terlihat seperti kepiting rebus..


Mendengar hal iti tentu saja Dana sangat, sangat terkejut. Bagaimana mungkin....?


"Tunggu...! Apakah aku bisa mempercayai perkataanmu..?" Tanya Dana penuh harap, semoga dia tidak salah dengar dan salah paham..


"Iya Sayang, aku mencintaimu...! Terimakasih juga telah mencintaiku juga..!" Ucap Ana lagi kali ini dengan suara yang keras, hal itu membuat Dana langsung mengangkat Ana dan memutarnya menikmati kebahagiaan yang mereka berdua rasakan saat ini...


"Tunggu dulu...? Sejak kapan kamu mencintaiku sayang...?" Tanya Dana dengan sangat penasaran, tentu saja hal itu membuat Ana menjadi semakin salah tingkah....


. . . . . .


Sementara itu berbeda dengan kebahagiaan yang sedang Ana dan rasakan saat ini, sebuah rumah terlihat orang-orang yang sedang mencari temannya yang hilang tanpa kabar dan tanpa jejak...


"Kemana dia..?" Tanya Clara yang sudah merasa frustasi mencari keberadaan sang sahabat...


#Bersambung...


#Halo guys ayo dukung juga author di novel ini ya..!! Jangan lupa, like, komen rate dan vote..


Satu like dan komen kalian benar-benar membuat jiwa menulis author bangkit...


Vote dan rate dari kalian benar-benar membuat author merasa dihargai...


#Sukses untuk kita semua


Terimakasih

__ADS_1


__ADS_2