
"Bagus, akhirnya kamu sadar kalau kamu itu memang bodoh" balas laki-laki itu dengan nada mengejek kemudian berlalu pergi meninggalkan ana sendirian. Karena dia harus mengambil barangnya yang tertinggal di ruangan IT.
"Eh, suara itu kayak pernah denger" pikir ana sambil berusaha mengingatnya dan mengangkat kepalanya dan benar saja.
"Di...di..dia kan...? What??" Ucap ana sedikit keras ketika ia sudah mengingat dan melihat dengan mata kepalanya sendiri siapa lelaki itu
"Si manusia es batu? What? Kok dia bisa ada di disini?" Tanya ana pada dirinya sendiri, karena merasakan hal yang aneh
"Jangan-jangan dia mengikuti ku dari semalam..!! Sampai-sampai aku kekampus pun dia tau dan parahnya lagi dia mengikuti ku dan membuat drama seakan aku menabraknya?" Tanya ana dalam hati yang entah mengapa bisa berfikir hal yang mustahil seperti itu..
"Apa yang harus aku lakukan sekarang...? Oh astaga tentu saja aku harus menyelesaikan tugas bimbingan tadi..!! Kenapa aku malah bekerja keras menggunakan otakku untuk memikirkan hal yang sangat tidak penting" ucapnya dengan menepuk jidatnya pelan, merutuki dirinya karena sudah berfikir hal yang sangat tidak penting.
Kemudian ana melangkahkan kakinya perlahan menuju parkiran dan bergegas menyelesaikan segala urusannya.
Sementara itu dana yang sedang terburu-buru untuk mengambil barang yang tertinggal di ruangan IT berjalan dengan langkah cepat. Ya walaupun ada sedikit insiden kecil yang membuatnya sedikit emosi,
"Lagi-lagi gadis bodoh itu lagi, kenapa harus bertemu dia lagi..!! Jangan-jangan aku akan kena sial lagi hari ini" pikir dana ketika sudah mengambil barangnya yang tertinggal dan keluar lagi dari ruangan itu
Kemudian dia bergegas menuju tempat parkir motornya karena dia masih punya banyak urusan dikantornya, namun..
"Aahhhh sial sial sial,, kenapa ban motor ini harus bocor di saat seperti ini" kesal dana sambil menendang ban motornya untuk melampiaskan kekesalannya. Sebenarnya dana mempunyai mobil dirumahnya akan tetapi dia ingin mengendarai motor jadilah dia menggunakan motor kesayangannya tadi yaitu motor vixion movistar (anggap saja begitu ya, soalnya di tempat author lagi terkenal motor ini. Wk wk wk)
__ADS_1
Jadilah dana menuntun motornya ke depan kampus, untungnya ada banyak bengkel disana jadi dia tidak perlu bersusah payah terlalu lama.
"Sial bener-bener gadis bodoh itu ternyata juga pembawa sial" gumamnya ketika motornya sedang diperbaiki oleh montir, namun sepertinya gumamnya didengar oleh montir tersebut.
"Apa kata mas baru san, siapa yang pembawa sial" tanya si montir penasaran
"Eh itu bukan apa-apa kok mas, mungkin saya lagi apes aja hari ini" jawab galang sambil tersenyum ramah
"Oooo alah ya mas, jangan bilang seseorang sebagai pembawa sial gak baik mas" saran si montir sambil melakukan tugasnya
"Iya mas" jawab dana kemudian dengan cuek
Beberapa saat kemudian kemudian motornya sudah selesai diperbaiki, dana bergegas membayar ke kasir dan di lanjutkan pergi dari bengkel menuju kantor
Setibanya di kantor dana bergegas menuju ruangannya untuk segera menyelesaikan tugas-tugasnya yang tersisa. Namun tiba - tiba.....
"Kemana aja lo baru nyampek..? Abis pacaran?" Tebak raka dengan senyum menggoda sahabatnya itu..
"What? Pacaran..! Siapa yang pacaran..? Tadi itu.." jawab dana belum selesai namun sudah di potong oleh ucapan raka berikutnya..
"Halah sok ngeles lo itu, lo pikir gw gak tau tadi lo ketemuan sama sama cewe yang kemaren di tempat makan itu kan? Cewe yang selalu lo liatin..! Bahkan dia ke kamar mandi pun lo buntutin kan" ucap raka dengan nada yang mengejek..
__ADS_1
"What ketemuan? Siapa yang ketemuan tadi dia nabrak gw bukan ketemuan entah sesial apa hidup gw setelahnya..!! Dan lagi dari mana kau tau aku mengikutinya ke toilet kemaren malam" tanya dana dengan memincingkan matanya sambil menatap raka intens membuat raka tidak nyaman
"Owh itu, gw dikasih tau doni..." ucap raka seenaknya
"Eh tunggu secara tidak langsung lo mengakui kalau lo ngikutin ana ke toilet? What, ngapain lo ngikutin dia?" tanya raka kemudian dengan sangat penasaran
"Apaan sih lo, gak jelas banget" jawab dana acuh kemudian pergi meninggalkan raka yang masih diam di tempat sambil memanggil- manggil namanya namun dana tetap acuh hingga dia masuk ke dalam ruangannya sehingga hilang dari jangkauan raka.
"Sepertinya aku tau apa yang harus aku lakukan untuk membalas perlakuannya sekaligus mengetahui hubungan dana dan cwe itu" pikir raka dalam hati sambil menyeringai
"Tidak sia-sia meminta atasan untuk mengirim gw sama dana ke kampus B, ternyata salah satu dari mereka memang kuliah disana itu artinya temannya yang lain juga kuliah disana" pikir raka lagi sambil membayangkan rencananya yang nampaknya akan berhasil
Sebenarnya raka lah yang meminta atasannya untuk dikirim ke kampus B dengan alasan yang seharusnya berangkat sedang ada urusan. Padahal mereka sudah kerja sama, tak apa lah yang penting semua aman terkendali.
"Tunggu saja apa yang akan aku lakukan padamu sweety" seringai raka mengingat akan keberhasilan rencananya
"Bersiaplah...."..
#sampai disini dulu ya guys ku
Jangan lupa tinggalkan jejak ya guys dengan cara like dan komen dan vote juga😁
__ADS_1
Terimakasih
see you