Antara Cinta Dan Hobby

Antara Cinta Dan Hobby
Perubahan sikap Dana..!


__ADS_3

Happy reading all..


Terimakasih yang selalu menyempatkan waktunya untuk hadir ke karya ini..😊


Love you all


.


.


.Lanjut Kuy...


"Jawab Sayang...??" Pinta Dana yang sebenarnya tidak merubah apapun, karena pada akhirnya Ana harus menerima semuanya tanpa penolakan dan alasan..


"Ak-aku....." ucap Ana dengan terputus-putus..


"Apakah aku bisa menolaknya, apapun jawabanku bukankah kau tetap akan melakukannya..!" Jawab Ana dengan jujur..


"Owh jadi kau tidak mau..? Bagaimana jika kita batalkan saja permintaanku, bukankan masih ada alternatif lain!!" Jawab Dana tegas..


"Tidak!! Tidak, aku tidak mau! Baiklah aku akan melakukan semua permintaanmu" jawab Ana menyetujui permintaan Dana pada akhirnya..


"Baiklah,, sepertinya aku belum berubah pikiran" ucap Dana dengan senyum tipis..


"Kedua, kau harus menyiapkan makan siangku setiap hari dan mengantarnya ke kantorku serta menyuapiku sampai selesai makan..!, selain itu setiap weekend ponselmu akan aku sita, sebagai gantinya aku akan memberikanmu ponsel yang hanya aku saja yang bisa menghubungi dirimu..!" Ucap Dana lagi dengan tegas..


"Ta-tapi bagaimana jika aku ada jadwal bimbingan dan urusan yang mendesak sehingga aku tidak bisa mengantarkan makan siang untukmu? Dan jika ada hal penting yang harus aku ketahui bagaimana aku bisa segera megetahui itu, jika kau yang membawa ponselku.." keluh Ana kemudian..


"Apa itu artinya kau menolak? Baiklah aku tidak memaksamu!" Jawab Dana singkat dan padat..


"Tidak bukan begitu, aku setuju..!! " pada akhirnya Ana menyetujui semua permintaan Raka dengan terpaksa tentunya...


"Good girl, baiklah serahkan ponselmu sekarang? Untuk urusan yang lain kita diskusikan kemudian.." titah Dana dengan suara yang mulai melembut..


"Mana mungkin didiskusikan palingan dia akan memaksa lagi nanti" batin Ana, kemudian dia menyerahkan ponselnya pada Dana dengan terpaksa...


"Apa kau terpaksa..?" Tanya Dana melihat ekpresi yang ditunjukan Ana ketika menyerahkan ponselnya..


"Ti-tidak.." jawab Ana pelan, sangat pelan. Padahal hatinya benar-benar mengeluhkan sikap Dana yang kurang ajar ini...

__ADS_1


"Oke aku percaya..! Ayo sini aku ingin memelukmu?" Pinta Dana


Perlahan Ana mendekatkan badannya dan dengan sigap Dana memeluknya dengan erat dan penuh kasih sayang..


"Maafkan aku sudah membuatmu ketakutan, aku juga tidak tau apa yang terjadi padaku, aku hanya ingin kau menurut dan tidak mengabaikan diriku lagi..! " ucap Dana dalam hati, sambil mengelus-elus rambut Ana dengan sayang..


"Sebenarnya apa yang dia mau? Belum ada setengah jam yang lalu dia membuatku takut, lalu kenapa sekarang dia bersikap selembut ini..?" Batin Ana merasakan kelembutan yang Dana salurkan untuknya..


"Jujur aku sangat nyaman dengan sikapnya yang seperti ini" ucapa Ana lagi di dalam hati..


"Hey apa kau masih mau tinggal disini? Atau kita pergi ke suatu tempat?" Tanya Dana dengan lembut membuat Ana merasakan hal yang luar biasa dalam hatinya..


"Ayo kita pergi" jawab Ana segera, takut jika Dana berubah pikiran lagi...


"Kau ini tidak sabaran sekali, aku bahkan belum mendapat ciuman darimu..?" Goda Dana kemudian..


"Apa..?, ciu-ciuman..! " kaget Ana tidak percaya..


"Kenapa manusia aneh ini jadi semakin aneh saja, dan kenapa aku merasa senang! Upss" pikir Ana sambil tersenyum tipis..


"Hey,, kau kenapa, aku bercanda sayang..!! Baiklah ayo kita pergi" ajak Dana yang menudian merangkul pinggang Ana dengan sayang..


"Apa-apaan orang ini, membuatku malu saja" ucao Ana dalam hati..


. . . . .


Saat ini Ana dan Dana sudah berada di salah satu pantai terkenal di daerah tempat tinggal mereka..


"Apa kau suka sayang.." tanya Dana dengan suara yang sangat lembut..


"Suka, makasih sayang..!" Jawab Ana singkat..


Melihat air laut yang menggulung ke tepi pantai seirama dengan hembusan angis yang menyapa tubuhnya, membuat jiwa kurang piknik Ana meronta-ronta..


"Sayang aku mau kesana..!! Lepas dulu ya tangannya" pinta Ana dengan nada memelas, ketika melihat ombak air laut yang begitu menyejukan matanya dia sungguh-sungguh ingin menyusurinya sambil berlari-lari kecil disana..


"Biarkan seperti ini, aku juga akan ikut kesana untuk menemani dirimu sayang..!" Jawab Dana tegas tak ingin dibantah..


Terpaksa Ana menurut saja tidak ingin Mendapat perlakuan kasar lagi dari Dana,..

__ADS_1


"Dana bener-benar menjadi laki-laki yang menggoda, jika lembut dan sikap penyayangnya dia tunjukan seperti ini..!! Owh tuhan semoga dia tidak kembali lagi ke sifat aslinya, karena itu sungguh memuakkan..!" Ucap Ana di dalam hati, sambil berjalan beriringan dengan Dana untuk menyusuri tepi pantai, sehingga sesekali kaki mereka di terobos oleh ombak...


"Tunggu..!! Apakah akan ada hutang lagi..? Seperti waktu itu..? Tidak-tidak, bagaimana mungkin itu tidak akan terjadi lagi bukan..?" Ucap ana lagi di dalam hatinya, Tiba-tiba peristiwa di tempat makan waktu itu terlintah di ingatan Ana, membuat dirinya menjadi takut saja..


"Kau tenang saja sayang..! Aku tidak akan menambah hutangmu..!! Tapi hutangmu waktu itu harus kau lunasi segera setelah kau lulus nanti, dengan menikah denganku..!" Titah Dana tegas dengan serius, namun sedikit wajahnya menunjukan sedikit senyuman tipis dan Ana kali ini mampu melihatnya..


"Apa..! Kenapa secepat itu?, bukankan itu terlalu cepat? Tak bisakah kau membiarkan aku kerja terlebih dahulu setidaknya selama setahun, aku masih terlalu muda untuk menikah Sayang" ucap Ana dengan perasaan takut, bagaimana jika Dana marah lagi?


"Tidak bisa sayang.. itu terlalu lama! Jika kau menolak maka aku bisa menikahimu sebulan lagi.." ucap Dana tanpa beban..


"Tidak..! Baiklah setelah aku lulus..?" Ucap Ana pada akhirnya...


"Apakah aku benar-benar akan menikah dengan manusia aneh ini..? Apakah aku sanggup menghadapi segala kemarahannya suatu saat nanti.." pikir Ana kemudian setelah menyetujui permintaan Dana..


"Mulai saat ini sampai kita menikah nanti kau harus belajar untuk memahami dan mengetahui semua hal tentang diriku, karena aku tidak menerima kesalahan jika kau menjadi istriku nanti..!" Titah Dana lagi..


"Kenapa aku merasa ini bukan seperti pernikahan..? Kenapa semuannya harus dilakukan dengan ancaman..? Bolehkan jika aku ragu..?" Ucao Ana sekali lagi di dalam hati...


"Sayang..., hey..!! Kau kenapa sering melamun ..?" Tanya Dana pada akhirnya, melihat kelakuan Ana yang sering diam seolah sedang melamun...


"Tidak..! Ayo kita duduk disana.." ajak Ana kemudian, agar perhatian Dana teralihkan.


Dana hanya mengganggukan kepalanya, setuju.


Dengan perlahan mereka melangkah bersama menuju tempat yang di sebutkan Ana barusan...


"Semoga rencanaku untuk menikahimu tepat..!! Dan kau tidak pernah melawan atau berniat selingkuh dariku Ana.." ucap Dana dalam hati dengan tersenyum lega


.


Bersambung....


#Halo guys ayo dukung juga author di novel ini ya..!! Jangan lupa, like, komen rate dan vote..


Satu like dan komen kalian benar-benar membuat jiwa menulis author bangkit...


Vote dan rate dari kalian benar-benar membuat author merasa dihargai...


#Sukses untuk kita semua

__ADS_1


Terimakasih


__ADS_2