
"Kenapa kak, mama kan hanya ingin segera mempunyai cucu yang lucu-lucu, kamu tenang saja mama bisa pastikan kalian mempunyai hobby yang sama..!! Dia juga suka dengan sepakbola bahkan mama dengar dia sering nonton ke stadion.!" Ucap sang mama pelan namun penuh percaya diri sambil memandangi sang putra yang terlihat syok berat
"Apa.....?" Balas Dana dengan sangat syok, kali ini suaranya jauh lebih keras dari sebelum-sebelumnya.
"Dana enggak mau ma..!! Lagian kenapa mama tiba-tiba kepengen punya cucu sih ma? benar-benar aneh deh mama ini" Ucap Dana penasaran dengan sikap mamanya kali ini yang benar-benar berbeda mungkinkah hanya karena ingin memiliki cucu atau adakah hal yang lain??
"Maksud kamu apa kak..? Jadi kamu tidak ingin membahagiakan mama dengan memberikan mama seorang cucu begitu?" Tanya mama dengan nada frustasi dan mulai menundukan kepalanya seakan-akan dia begitu kecewa dengan respon dana atas permintaaannnya kali ini..!
"Bukan begitu ma..!! kakak hanya merasa belum siap ma. Tolong mama ngertiin kakak kali ini ya ma..??" Pinta Dana dengan suara pelan karena tidak tau harus bersikap seperti apa dengan mamanya kali ini, Dana benar-benar merasa sangat frustasi dibuatnya..
"Kamu sadar tidak kak..!! Mama sama papa udah ngertiin kamu sampai sejauh ini dan kamu masih tidak mengerti juga?" ucap sang mama dengan nada seakan-akan semakin kecewa dengan perlakuan anaknya tak lain tak bukan siapa lagi kalau bukan Dana
"Gawat ini sepertinya dia tidak mudah terpengaruh" batin sang mama berusaha akan mengubah strateginya ke plan dua...!
"Bukan begitu ma..!! Maaa kakak moh..h.." belum sempat Dana menyelesaikan ucapannya, sang mama sudah memotong duluan ucapan yang akan dilontarkan oleh dana, sehingga ia hanya bisa menelan salivanya dengan kasar🤣..
"Kali ini mama mohon kak dengerin omongan mama...!!! Mama sayang sama kamu, mama ingin kamu bahagia, mama takut jika mama lebih dulu tiada sebelum kau memiliki seseorang yang akan mengurusmu, bagaimna kak? Siapa yang akan mengurus kamu dan adik kamu" ucap sang mama dengan ucapan pamungkasnya membuat Dana terdiam seketika sambil memejamkan matanya..
Detik demi detik berlalu...
Hingga,,,
"Kakak mama mohon temui anak temen mama besok sore ya...?? Atau bawa kekasih kamu kesini mama kasih kalian waktu satu bulan untuk memantapkan hubungan kalian itu. Itu pun jika kamu memiliki seseorang yang spesial saat ini." Ucap sang mama dengan nada memerintah namun terkesan seperti sebuah permintaan yang terakhir kali. ( drama sang mama memang luar biasa guys😂"
Untuk beberapa saat mereka sama-sama terdiam kembali,,
"Oke ma Dana akan bawa kekasih dana secepatnya kesini..!! Dana akan usahakan.." ucap Dana pelan meyakinkan sang mama walau dia hatinya diselimuti kebingungan saat ini
"Apa jadi kamu sudah punya kekasih saat ini..? Kenapa mama tidak tau? Apa kamu berniat untuk menyembunyikan semua ini dari mama kak" tanya sang mama sambil menatap wajah sang putra penuh selidik.
"Tidak ma bukan seperti itu hanya saja dia belum siap ma, dia masih butuh waktu untuk itu ma..!!" ucap Dana meyakinkan sang mama. Iya sebenarnya dia sudah membohongi sang mama. Jangankan kekasih bahkan seseorang yang spesial pun dia tidak punya saat ini. Namun dia harus berusaha sekarang demi sang mama tercinta.
"Oke baiklah mam tunggu paling lama sebulan ini, jika kau tidak berhasil meyakinkan kekasihmu itu. Maka putuskan hubungan kalian dan menikah dengan anak teman mama itu mama yakin kamu pasti suka" ucap mama. Kali ini dengan telak, dan tak ingin dibantah.
Setelah mengucapkan kalimat keramat itu sang mama pergi meninggalkan Dana seorang diri yang masih terdiam membisu
__ADS_1
"Rasakan mama tunggu hasilnya kak" ucap mama dalam hati sambil tersenyum penuh kemenangan sambil melangkah semakin jauh dari jangkauan sang putra.
Sementara itu dana sangat syok berkali-kali lipat, mendengar kalimat terakhir sang mama. Kemudian dia segera menuju kamarnya untuk merenungi nasibnya yang aneh ini..
"Siapa yang harus aku temui untuk hal aneh seperti ini,,?" gumamnya sambil merebahkan dirinya di ranjang..
"Aku bahkan tidak mempunyai teman wanita.. arrrggghhhhhh" ucapnya dengan sangat frustasi. Kemudian dia memejamkan matanya sesaat
"Kenapa mama bisa punya pemikiran aneh seperti itu, apa yang harus aku lakukan. Hidupku jadi sial semenjak bertemu gadis bodoh itu" ucapnya pelan dengan nada beratnya. Kemudian dia terdiam kembali sambil memejamkan matanya..
.
.
.
Satu detik
.
.
.
Hingga menit demi menit berlaku hingga...
"Iya ini semua gara-gara gadis bodoh itu..!! Jadi dia juga yang harus bertanggung jawab untuk itu" ucapnya penuh keyakinan dengan keputusannya kali ini..
"Iya benar sepertinya aku tidak punya pilihan lain, setidaknya untuk saat ini" gumamnya dan berniat akan mencari gadis bodoh itu besok pagi
.
.
##Flasback off
__ADS_1
Beberapa saat kemudian Dana membuka kedua matanya dengan perlahan yang kemudian menatap dinding kamarnya dan beralih ke lemari, plafon, pintu, dan lainnya.....
"Apakah yang aku lakukan ini sudah benar..?" Tanya Dana dalam hati. Saat ini hatinya benar-benar bimbing dia bingung apakah ini semua benar atau salah..
"Tuhan berikan petunjukmu, setidaknya aku tidak ingin menyakiti siapa pun suatu saat nanti" ucapnya dalam hati kembali sambil sesekali memejamkan kembali matanya.
Namun dering suara ponselnya membuyarkan lamunannya
"Siapa yang ngechat ya..? Coba cek dulu deh siapa tau penting" gumamnya dalam hati, lalu bangun dari ranjang dan mengambil ponselnya diatas meja.
"Sore kak Ana sudah sampai rumah, terimaksih" itu adalah pesan whatsapp yang dikirimnya Ana untuk Dana.
"Aku bahkan lupa telah memintanya untuk mengabariku ketika sudah sampai" gumamnya kemudian sambil tersenyum dan hendak membalas chat tersebut.
"Okey, syukurlah kalau sudah sampai. Jangan lupa makan biar tidak sakit" ketiknya kemudian dan langsung saja di send..
"Kenapa aku jadi perhatian gini sama dia,, huuuhh" ucapnya pelan merasa aneh dengan dirinya sambil menghembuskan nafasnya kasar.
"Oke aku akan lanjutnya rencana ini, semoga saja gadis bodoh itu menurut padaku" ucapnya pelan sambil memandangi dirinya di cermin..
Iya. Setelah berbicara dengan sang mama semalam dan memutuskan untuk membawa sang gadis bodoh sebagai kekasihnya suatu saat nanti, akhirnya Dana menurunkan egonya sedikit demi misinya kali ini
"Gak apa-apa Dana, nanti kamu tinggal ubah dia sesuai keinginan kamu..!! Yang terpenting sekarang bawa dulu dia menemui ibumu" itulah kalimat yang selalu Dana ucapkan ketika kekesalannya sudah melewati batas....
.
.
.
#jangan lupa like dan komen ya kakak-kakak terkece😊😊😊,
like dan komen kalian sangat berarti buat author demi keberlangsungan cerita ini😁
See you
__ADS_1