
#Happy reading all
Terimakasih kasih sudah mampir ke karya author iniππ...
Semoga sedikit menghibur dan maafkan author kalau masih suka ada typoπ....
.
.
.Lanjut kuy..
Setelah berhasil mengingat pertemuan terakhir mereka, Raka mengerutkan dahinya bingung.
"Sebenarnya siapa yang salah..? Bukankan semua ini terjadi karena kebodohanku sendiri..?" Tanya Raka pada dirinya sendiri, kemudian menatap tangannya yang terluka dan mulai merasakan perih disana...
Akhirnya Raka berusaha untuk mengobati lukanya tersebut menggunakan persediaan obat miliknya, yang memang selalu dia sediakan..
"Sial kenapa ini sakit sekali sih..!!" Gerutu Raka ditengah-tengah kegiatannya untuk mengobati lukanya sendiri..
Setelah berhasil mengobati lukanya tersebut, Raka yang merasa begitu sangat lelah akhirnya terlelap di atas ranjang miliknya..
Raka benar-benar merasa sangat lelah karena sejak dia menyaksikan lamaran dari Denis untuk gadinya beberapa saat lalu, Raka benar-benar tidak dapat mengendalikan emosinya yang ada di dalam dirinya sendiri..
. . . . . . .
"Tuhan..!! Kenapa aku merasa sangat bimbang, apa aku benar-benar sudah menerima Dana sekarang..!! Tapi aku juga sangat takut dengan emosinya yang menakutkan itu.." pikir Ana. Setelah puas bermain di pantai, Dana langsung mengantarkannya pulang. Dana mengatakan bahwa dirinya tidak boleh terlalu lelah..
"Namun sikapnya lah yang membuatku lelah, sebentar-sebentar emosi, kemudian baik lagi dan begitu perhatian..! Huh sepertinya menghadapi dia itu lebih sulit dari pada mengerjakan skripsi ini.." ucap Ana dalam hati dengan perasaan yang bimbang..
Ana yang tengah sibuk dengan pikirannya dikagetkan dengan dering ponsel miliknya. Dana tidak jadi mengambil ponsel Ana karena Ana telah membuatnya begitu senang tadi, namun beberapa kontak yang tidak dia sukai langsung saja Dana blokir dari kontak Ana. Kecuali teman bimbingan dan hal-hal yang berhubungan penting dengan study Ana, maka Dana akan tetap membiarkannya..
Drt drt drt
"Iya ra..! Baru inget kalau punya temen..?" Jawab Ana ketus pura-pura marah..
"Hey drama banget sih na jadi orang, perut aku jadi mules nih mendengar perkataan mu itu.." gerutu Clara, kesal dengan ucapan yang Ana katakan barusan..
__ADS_1
Wk wk wk wk
Suara tawa ana pecah mendengar Clara yang menggerutu seperti itu, bukankan Clara terdengar lucu dengan suara yang seperti itu?
"Lucu banget sih kamu ra kalau lagi kesel kayak gtu!" Ucap Ana senang karena berhasil menggoda sahabatnya itu..
"Owh iya ada apa kau menelepon ku, apa kamu lagi membutuhkan sesuatu..?" Tanya Ana kemudian ketika sudah berhasil mengendalikan suaranya lagi..
"Enggak ada sih, na..!! Emmmm aku cuma mau cerita aja nih...!" Ucap Clara membuat Ana merasa begitu penasaran..
"Owh iya..!!, ada masalah apa? Kayaknya serius banget, apa aku ketempat kamu aja supaya bisa lebih leluasa ceritanya ra" saran Ana karena mendengar suara Clara yang sedikit gugup ketika akan mengucapkan niatnya
"Emzz na, tadi emmz ta-tadi mas Denis ngelamar aku na..!" Ucap Clara dengan pelan namun Ana masih bisa mendengarnya, hal itu membuat Ana merasa sangat kaget dan juga sangat senang, namun akhirnya Ana ingat sesuatu...
"Apa...? Kok bisa..? Bukannya kalian lagi berantem ya kemaren..?" Pertanyaan bertubi-bubi Ana lontarkan kepada Clara saking terkejutnya dengan perkataan Clara tersebut..
"Owh iya aku lupa kalau belum meminta penjelasannya tentang hal kemaren itu na.." ucap Clara kemudian, dan terdengar suara Clara meneput dahinya dengan cukup keras..
"Sudah-sudah jangan menyiksa dirimu lagi dengan cara seperti itu..! Lebih baik sekarang kamu ceritakan padaku semuanya kenapa mas mu itu bisa melamarmu dengan mendadak seperti ini.." pinta Ana kemudian..
"Ha ha ha, sudahlah cepat ceritakan..!" Potong Ana cepat dengan di iringi suara gelak tawanya...
Clara pun menceritakan semua hal yang dialaminya hari ini mulai dari Denis yang menjemputnya sampai mengantarnya pulang. Ana yang mendengar cerita Clara pun sampai menitihkan sedikit air matanya karena merasa sangat terharuu..
"Ya ampun ra, kamu beruntung banget ra memiliki dia disisimu dan sepertinya dia sangat sabar dan juga penyayang tentunya.." ucap Ana dengan sangat antusian..
"Iya na aku bahagia, sangat bahagia..! Terlebih mas denis mau mengerti semua keadaanku...! Tapi entahlah, masih ada sedikit keraguan dihatiku dan mulai sekarang aku akan pelan-pelan menghapus keraguan itu na..!" Ucap Clara menceritakan kegelisaan dihatinya..
"Iya ra..! Sebaiknya kau cepat yakinkan hatimu agar kau siap 100 persen, dan kalau bisa sebaiknya kau ceritakan pada Denis tentang sedikit keraguanmu itu, agar tidak ada salah paham suatu saat nanti..!" Ucap Ana memberikan saran kepada Clara..
"Apa itu tidak akan melukai hatinya na? Aku benar-benar takut mengecewakan dirinya na? Apalagi setelah semuanya menjadi lebih serius sekarang..!" Ucap Clara mengutarakan ketakutannya..
"Apapun keputusanmu aku akan selalu ada untukmu ra..!! Yakinlah semuanya akan baik-baik saja pada akhirnya nanti.." Ucap Ana menyemangati Clara agar bisa lebih bersabar..
"Iya deh na,..!! Ya udah kalau begitu aku tutup ya, aku mau merenung lagi, hehehe" pinta Clara kemudian, sepertinya dia ingin sendiri sekarang..
"Baiklah..!" Setelah mengucapkan itu Ana langsung menutup panggilannya, dan ternyata ada pesan dari Dana. Langsung saja dia membukanya..
__ADS_1
"Selamat tidur sayang..! Jangan begadang, dan jadi gadis baik juga penurut.."
Itulah isi pesan yang dikirimkan oleh Dana, mungkin bisa dibilang sebagai ucapan selamat malam..
"Tumben ngirim kalimat ini aja, mungkin dia lelah.." batin Ana, kemudian dia mengetikan sesuatu disana..
"Iya sayang..π" balas Ana.
Setelah membalas pesan tersebut Ana kemudian tertidur dengan sangat lelap..
. . . . . .
Sementara itu disebuah rumah yang cukup mewah, tampak seseorang mengetuk pintu dengan tidak sabaran dan sesekali memencet bel rumah tersebut...
"Iya den, pasti cari den Raka ya..?" Tanya bibi setelah membuka pintu dan ternyata yang datang adalah Dana..
"Iya bi.." jawab Dana cepat dengan sebuah senyuman..
"Den Raka ada dikamar den, langsung masuk aja..!" Pinta bibi, karena biasanya juga seperti itu. Semua orang sudah tau bagaimana hubungan Raka dengan keluarga Dana..
Mendengar itu Dana bergegas menuju kamar Raka, setelah sampai di depan pintu Dana langsung membuka pintu tersebut karena kebetulan sekali Raka tidak menguncinya..
"Tumben sudah tidur..? " gumam Dana yang melihat Raka tertidur dengan posisi miring..
"Tunggu..!! Ada apa dikamar ini...?" Ucap Dana syok..
#Bersambung.....
#Halo guys ayo dukung juga author di novel ini ya..!! Jangan lupa, like, komen rate dan vote..
Satu like dan komen kalian benar-benar membuat jiwa menulis author bangkit...
Vote dan rate dari kalian benar-benar membuat author merasa dihargai...
#Sukses untuk kita semua
Terimakasih
__ADS_1