Antara Cinta Dan Hobby

Antara Cinta Dan Hobby
Curhat sesi 2..!!


__ADS_3

#**hay kakak terimakasih sudah mampir ke novel ini.


mohon dukungannya ya guys,,


author sadar novel ini masih sangat perlu perbaikan untuk itu mohon kritik dan sarannya agar karya author bisa lebih baik lagi kedepannya...


.


.


oke lanjut** ~


"Baiklah sayang.. aku masuk dulu, hati-hati dijalan" ucap Ana kemudian bergegas masuk kekosnya dan meninggalkan dana yang masih menatap dirinya...


"Akhirnya aku bebas..!!!, semoga setelah itu dia hilang ingatan.." batin Ana dengan bibir yang berkomat-kamit


Tiba-tiba..


Halo halo halo halo


Ponsel Ana bergetar pertanda ada panggilan whatsapp, kemudian dia mengambil ponselnya dari dalam tas dan dia begitu terkejut ketika sudah melihat siapa pelakunya..


"Kenapa dia menelvon ku..!" Guman Ana dan langsung mengangkat panggilan tersebut setibanya di dalam kamar tepat pada panggilan kedua..


"Halo..." jawab Ana sopan


"Kenapa kau tidak langsung mengangkat panggilanku kenapa harus menunggu panggilan kedua kau baru mengangkatnya sayang.." tanya Dana dengan tegas


"Emz itu, ma..maaf.." sesal ana kemudian


"Apa kau lupa dengan panggAlanmu padaku?" Tanya dana


"Maaf sayang, aku hanya belum terbiasa. Mengertilah.." pinta Ana lembut. Entahlah dia lelah jika harus berdebat kembali


"Hemzz" hanya itu jawaban Dana atas permintaan ana


"Sabar na.." ucap Ana didalam hati


"Ada apa kau menelvon sayang.., baru saja kita pisah beberapa detik yang lalu..!! Tunggu..!! Apa kau belum pulang..?" Tanya Ana penasaran


"Tentu saja belum..!" Jawab Dana singkat


"Aku hanya ingin mengetes seberapa besar ucapanmu bisa dipegang..!! Aku kira kau akan langsung mengangkat panggilanku tapi kau bahkan mengabaikan panggilan pertamaku..!!" Ucap Dana tegas, karena merasa diabaikan

__ADS_1


"Maaf aku hanya ingin segera beristirahat, aku sangat lelah..!" Jawab Ana singkat dengan suara seperti orang kehabisan tenaga


"Baiklah..!!" Lain kali jangan abaikan panggilanku lagi. Cepatlah mandi dan istirahatlah aku pulang.." tegas Dana mantap, kemudian mematikan panggilan whatsapp tersebut secara sepihak..


"Huh,, sabar na...! Sepertinya dia sulit untuk dihindari..semoga saja dia bisa berubah nanti" pikir Ana kemudian.


Ana bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya, setelah itu merebahkan badannya diatas ranjang dan kemudian terlelap saking lelahnya...


Hari-hari telah berlalu sikap Dana kepada Ana begitu posesif, ana benar-benar dibuat mati kutu olehnya.


"Bagaimana caranya agar aku bisa menghindari orang aneh itu.." pikirnya


"Aku benar-benar sudah tidak kuat rasanya...!" Ucapnya mantap kemudian menghembuskan nafasnya dengan kasar...


"Apa aku cerita saja dengan clara ya..!! Siapa tau dia ada solusi..!!" Pikirnya lagi


"Ah coba deh aku telvon, semoga saja dia tidak sedang sibuk..?" Ucapnya lagi, kemudian bergegas mengambil ponselnya dan menghubungi clara melalui panggilan whatsapp


"Iya na, ada apa? Apa kau sedang ada masalah dengan orang datar itu" ucap Clara langsung sambil ketawa menggoda sang sahabat..


"Hey kau mentang-mentang sikap kekasihmu itu sekarang sudah berubah seratus delapan puluh derajat, kau bisa seenaknya mengejek diriku..!! Hiiilih, jangan pura-pura lupa..! Dulu kamu juga pernah mengeluhkan sikap mas denismu itu padaku.." balas Ana tak kalah sinis, membalas ucapan clara


Clara pun akhirnya diam seribu bahasa.


Ana tau itu semua, tentu saja karena setiap malam mereka selalu berkomunikasi jika tidak sempat melalui panggilan suara maka sesi curhat dengan chat pun tidak masalah..


"Iya-iya na, sorry aku hilaf he he he. Kuy cerita na, aku tau kau sedang ada masalah.." ucap Clara sambil cekikikan...


"Iya ra, aku sedang dalam fase pusing tujuh keliling ..... bla bla bla.." Ana pun menceritakan semua masalahnya kepadan clara, sang sahabat. Mulai dari tingkah dana yang semakin menjadi-jadi saja, segalanya coba diatur oleh Dana, sampai saat ini Ana benar-benar sudah tidak sanggup rasanya...


Hingga hampir satu jam berlalu sesi curhat Ana selesai juga, dan Clara sebagai sahabat yang baik berusaha menjadi penengah diantara mereka. Saran Clara adalah..


"Hmm na coba deh kamu ajak Dana si manusia datar itu bicara baik-baik. Coba kamu tanya apa sebenarnya yang dia inginkan darimu na? Dan cobalah kalian cari solusinya sama-sama..!! Dan pastikan saat kau berbicara nanti waktunya tepat.." itulah nasehat Clara yang paling serius dari sesi curhat mereka..


Saat ini mereka sudah selesai berbicara melalui whatsapp, dan ana sekarang mencoba untuk memikirkan bagaimana caranya menyampaikan niatnya pada Dana...


Belum mendapat jawaban dari pertanyaannya sendiri, ponsel Ana kembali berbunyi dan tentu saja yang menelvon adalah Dana...


Huuhhh


"Iya sayang..?" Jawab Ana berusaha seramah mungkin


"Sayang siap-siap untuk nanti malam aku akan menjemputmu untuk makan malam bersama, sekaligus ada yang ingin aku bicarakan..!" Titah Dana dengan tegas..

__ADS_1


"Apakah tidak bisa ditunda..!! Aku ada kerjaan karena besok aku ada jadwal bimbingan.." pinta Ana kemudian, karena dia benar-benar ada jadwal bimbingan dengan dosen, sehingga dia harus menyelesaikan tugas-tugasnya hari ini..


"Hemzz, ini baru jam 2 jadi segeralah kau kerjakan agar nanti malam semuanya sudah selesai, dan kita tidak akan lama disana. Ingat ana sayang tidak ada bantahan na..!!!" Titah Dana tegas dengan suara beratnya. Jika sudah begini Ana tidak bisa berbuat apa-apa lagi...


"Baiklah sayang, ya sudah aku tutup dulu ya..?" Ucap Ana ingin mengakhiri percakapan mereka secepatnya..


"Hemzz baiklah, karena aku adalah kekasih yang baik jadi kali ini jadi cepat kerjakan tugasmu agar nanti malam kita bisa sedikit leluasa.." ucapan Dana tersebut sekaligus menutup percakapan mereka, karena setelah itu Dana kembali mematikannya secara sepihak..


"Huhh lagi-lagi seenaknya saja dia..!! Dasar manusia aneh ... aneh, datar, dingin, ketus, pemaksa..! Pokoknya semua sifat yang jelek ada di dia.. huuuuuuhhhh.." teriak Ana sedikit keras sambil melempar ponselnya diatas ranjang...


Sementara itu disisi lain, dana yang telah mematikan panggilan tersebut langsung mengacak-acak rambutnya frustasi....


"Huhhh, hati-hati dana jangan sampai kau jatuh cinta lebih dulu dengan gadis bodoh itu..!! Sebelum kau memastikan bisa mengubahnya sesuai keinginanmu dengan suka rela...!" Ucap Dana gusar, dia benar-benar bingung sekarang. Dia takut semuanya akan gagal sehingga yang dia lakukan selama ini akan sia-sia...


Dana yang asik berperang batin dengan pikirannya sendiri, tiba-tiba merasa semakin kesal saat mendengar ada yang sedang mengetuk ruang kerjanya.


Iya..!! Saat ini Dana sedang ada di kantor mengurus semua kerjaannya yang sedikit menguras otaknya, ditambah lagi sang mama yang sudah sibuk menanyakan bagaimana perkembangan hubungan sang anak dengan pujaan hatinya..


"Sabar ma dia belum siap" itulah yang selalu di ucapkan Dana ketika sang mama menanyakan perihal kesiapan Ana untuk dikenalkan dengan keluarganya...


Sebenarnya dana ragu apakah akan tetap meperkenalkan Ana pada keluarganya atau terima saja perjodohan sang mama?


Sungguh dana benar-benar bingung...


Lagi-lagi pintu ruangan itu diketuk...


Dana kembali mengerang kesal, karena dia sebenarnya tidak siap bertemu siapapun saat ini. Emosinya benar-benar tengah menguasainya namun apa boleh buat.....


"Masuk...!" Ucap Dana tegas, kemudian dia mengerutkan keningnya ketika melihat siapa yang masuk keruangannya saat ini..


"Untuk apa dia kesini..!! Sepertinya aku tidak ada kerjaan bersama dengannya saat ini. Awas saja jika dia berniat menggodaku lagi..." pikir Dana saat melihat orang tersebut semakin dekat dan saat ini sudah mendaratnya pantatnya di kursi depan meja Dana...


"Hey sobat..!!!" Ucap orang tersebut sambil tersenyum menggoda kearah Dana...


#sampai disini dulu guys jangan lupa like, komen, dan vote ya😁. jangan lupa di favorite agar kalian tidak ketinggalan jika author up episodenya😊😊😁


terimakasih


see you


.


.

__ADS_1


"


__ADS_2