Antara Cinta Dan Hobby

Antara Cinta Dan Hobby
Nasihat Clara..!


__ADS_3

#Terimakasih sudah mampir..


Happy Reading all


.


.


.


Lanjut..


.


"Apa aku cerita sekarang aja ya..!!, kalau kelamaan nanti dia mengira aku tidak menganggapnya lagi..?" Ana bingung mau cerita atau tidak...


"Emmzz ra..!" Panggil Ana pelan..


"Kenapa Na, ada yang ingin kamu ceritakan..?" Tanya Clara penasaran..


"Emmm ra, sebenarnya Dana, Dana, dia sudah mengajak aku untuk menemui keluarganya.." ucap Ana pelan, namun Clara masih bisa mendengarnya..


"Kapan..? Kamu udah setuju.." tanya Clara penasaran..


"Aku..!! Aku bukan hanya sudah setuju Na, tapi aku sudah menemuinya kemaren..!" Ucap Ana membuat Clara reflek menatap kearahnya..


"Apa ini ..na..! Kamu merahasiakan hal sebesar itu dariku..? Bukannya kita sudah berjanji akan menceritakan masalah apa saja satu sama lain.." tanya Clara dengan tatapan intimidasinya membuat Ana menundukan kepalanya..


"Sudah ku duga Clara pasti akan marah mendengar semua ini..!" Ucap Ana dalam hati..


"Maaf ra..! Aku tidak menceritakannya kemaren karena aku juga bingung mau datang atau tidak..! Namun akhirnya aku datang sih, karena Dana menjemput ku paksa..huh.." ucap Ana menjelaskan sedikit peristiwa yang dialaminya..


"Mau bagaimana lagi, toh kamu juga sudah kesana.." ucap Clara cuek, membuat Ana benar-benar merasa bersalah kali ini...


"Maaf ya ra.." pinta Ana sambil menyatukan kedua telapak tangannya didepan dada..


"Sudah lah ra, gak usah dibahas..!! Lalu bagaimana keluarga Dana apakah mereka bermuka datar semua..?" Tanya Clara penasaran..


"Huh itu dia..ternyata hanya Dana yang mukanya datar..! keluarganya yang lain ramah semua ra, apalagi adiknya..!" Jawab Ana bermaksud menjelaskan..


"Lalu orang tuannya..? Apakah mereka menyukaimu, aku sering mendengar ditelevisi banyak hubungan yang gagal karena orang tua merka..!" Ucap Clara membuat Ana mengerutkan dahinya heran..


"Kamu sih kebanyakan nonton televisi, otaknya jadi geser.." tegas Ana..


"Lalu..?" Tanya Clara dengan wajah yang lebih penasaran lagi..


"Anu...."


"Hmm, mamannya...mamanya Dana kepingin, aku..."


"Apa..?" Ucap Clara yang sangat penasaran


"Mamanya mau kami segera meni.. menikah.." jawab Ana pelan..

__ADS_1


"Apa....!!!!, menikah..?" Tanya Clara begitu syok setelah mendengar jawaban Ana


"Kenapa..?" Tanya Clara kemudian ketika dia sudah mampu mencerna maksud dari semuan ucapan sahabatnya,,


"Hmmm, katanya mamanya


pingin punya cucu..!" Jawab Ana dengan wajah memerah menahan malu


"What...!! Cucu..?" Tanya Clara memastikan jika pendengarannya sedang baik-baik saja..


"I..iya.." jawan Ana lagi dengan penuh rasa malu yang muncul begitu saya..


"Tunggu..!! Kenapa dia harus malu..? Bukannya selama ini dia tidak pernah merasa malu membahas apapun, bahkan hal pribadi sedikit pun.." pikir Ana kemudian..


"Hey... kenapa itu muka kok merah..? Apa sekarang urat malu mu sudah tersambung lagi..?" Tanya Clara kemudian, mengetahui jika Ana sekarang sedang menahan malu..


"Ternyata benar kata mas Denis, hal yang menyangkut masalah percintaan memang sangat memalukan..! Huh jadi kangen, kemana kamu mas..?" Ucap Clara dalam hati..


"Hey tentu saja aku malu..!! Lagi pula aku bingung deh, memangnya mamanya itu tidak takut salah memilih menantu ya..? Apa dia tidak takut kalau aku hanya ingin harta Dana saja..?" tanya Ana begitu penasaran..


"Apa kau buta? Atau tuli...?" Tanya Clara melihat kekonyolan sang sahabat..


"Apa maksudmu? Apa kau sedang mendoakan aku..?" Bukannya menjawab Ana malah balik bertanya..


Tentu saja Ana merasa kesal jika ada yang bertanya demikian, kalau dia buta dan tuli mana mungkin dia ada disini..?


"Dengarkan aku baik-baik.!" Ucap Clara kemudian menghembuskan nafasnya kasar..


"Mamanya Dana tidak akan semudah itu menerimamu kawan..! Mungkin saja telah terjadi sesuatu antara ibu dan anak itu sebelumnya, sehingga dia dengan mudah bisa menerima kamu..?" Ucap Clara meyakinkan..


Mendengar itu Ana hanya diam dan menganggukan kepalanya sesekali,


"Benar juga" batin Ana


"Ralat sedikit..!! Aku pun sudah mulai tidak tahan dengan sifat possesivenya itu? Kau tau bahkan sepulang dari rumahnya kami berdebat lagi, hanya karena sahabatnya yang bernama Raka meminta kontak Whatsapp aku didepan keluarganya? Kan aku juga tidak tau kenapa si raka itu bersikap begitu..? Harusnya Dana marah sama Raka kan, bukan malah denganku..?" Jawab Ana pada akhirnya..


Saat Clara ingin melanjutkan sesi ceramahnya, tiba-tiba....


Drt drt drt..


"Eh kenapa dia menelepon ku?" Ucap Ana dalam hati, ketika melihat nama di ponselnya yang sedang menyala tersebut..


"Siapa?" Tanya Clara penasaran..


"Ini sahabatnya Dana menelevon? Angkat gak ya!" Ucap Ana bingung...


"What menelevon dirimu? Apa dia berniat merebutmu dari sahabatnya sendiri..?" Ucap Clara menyelidik..


"Mana ku tau, angkat gak ya..?" Tanya Ana kepada Clara..


"Angkat deh, siapa tau penting.." jawan Clara akhirnya..


Mendengar itu kemudian Clara bergegas menggeser layar ponselnya yang berwarna hijau...

__ADS_1


"Halo calon kakak ipar?" Jawab seseorang diseberang sana..


"Ada apa..? Kenapa kau menelevonku..?" Tanya Ana tak ingin berbasa-basi lagi.


"Hey calon kakar ipar ini kenapa terburu-buru sekali..!! Benar-benar cocok dengan si kepala batu.." ucap Raka membuat Ana mengerutkan keningnya..


"Kenapa batu..?" Tanya Ana pada akhirnya..


"Ha ha ha, apa kakak ipar tidak tau jika semua orang terdekatnya memanggil dia si manusia kepala batu..?" Tanya Raka penasaran..


"Hey kalau ngomong yang jelas.!! Siapa si kepala batu, aku tidak mengerti..?" Tanya Ana lagi dengan penasaran..


Tidak langsung menjawab, yang ana dengar justru tawa Raka yang pecah mendengar pertanyaan Ana tersebut. Namun Ana juga ikut terdiam, menunggu tawa Raka menghilang...


"Kenapa dia..? Aku seperti mendengar suara orang tertawa..?" Kali ini Clara juga penasaran, apa yang dia lakukan..?


"Entahlah ra, aku juga tidak mengerti..!" Jawab Ana cepat, tanpa dia sadari ternyata Raka mendengar ucapan Ana tersebut...


"Hey calon kakak ipar kau ini bicara dengan siapa..?" Tanya Raka pada akhirnya, ketika tawanya sudah menghilang..


"Apa urusanmu, terus saja kau tertawa disana..?" Jawab Ana cepat, malas berdebat.


"Hey ternyata calon kakak iparku ini sangat agresif dan banyak omong ya..? Lalu kenapa kemaren diam saja..? Apa kau takut dengan calon suamimu itu..?" Tanya Raka berusaha untuk menggoda calon kakak iparnya..


"Cukup..!! Hentikan..!!, cepat katakan apa tujuanmu nenelevonku..? Apa kau tau kau mengganggu acaraku dengan sahabatku..?" Tanya Ana dengan kesal..


"Tunggu dulu..! Memangnya calon kakak ipar sekarang ada dimana dan dengan siapa..?" Tanya Raka pada akhirnya..


"Bukan urusanmu..?" Jawab Ana ketus


"Hey kak tentu saja itu urusanku..!! Jika nanti calon suamimu bertanya, kan aku bisa menjawabnya..!" Jawab Raka tak kalah ketusnya..


"Huhh.. aku sedang di kosan sahabatku Clara bersama dengannya, apa kau puas..?" Lagi-lagi Ana menjawab dengan ketus..


"Owhh oke makasih infonya calon kakak ipar yang baik hati, tapi boong.." ucap raka kembali menggoda Ana. Ana yang kesal dengan candaan Raka tanpa aba-aba langsung mematikan panggilan tersebut..


Disisi lain,,


"Pantes saja Dana makin aneh saja..!"gumam Raka sambil tersenyum senang, karena berhasil menggoda calon kakak iparnya itu..


"Tunggu..!! Apa katanya tadi..?" Ucap Raka kemudian, ketika menyadari sesuatu dari ucapan Ana..


"Clara...."


.


Bersambung....


#Jangan lupa tinggalkan jejak dengan


.like


.komen

__ADS_1


.dan vote nya jika berkenan..


Terimakasih...


__ADS_2