
Hay guys maaf nih akhir-akhir ini author banyak pikiran karena sesuatu hal yang sedang dikerjakan, sehingga author jaarang updet dan mendukung kalian...
Sebenarnya author masih banyak urusan nih, tapi akan author usahakan supaya bisa updet dan bisa kembali mendukung kalian..
Doain urusan author cepat selesai ya..😊☺️
.
.
Lanjut aja deh yuk..
Owh iya dukung karya author selalu ya guys..
.
"sayang.....loh kok kamu ada disini..?" Tanya Ana penasaran karena melihat sang kekasih yang sedang duduk di dalam mobilnya dengan tenang tepat di depan kosannya..
"Akhirnya kamu pulang juga sayang....! Kau tau, aku sangat merindukan dirimu hingga aku memutuskan untuk menemuimu walaupun aku tau kau pasti masih sibuk dengan sahabat mu. Pada akhirnya aku memutuskan untuk menunggu saja disini.." ucap Dana panjang lebar sambil tersenyum memandang wajah Ana dari dalam mobil melalui kaca jendela yang terbuka...
"Ayo masuk cepat...! Aku akan mengajak mu ke suatu tempat.." pinta Dana dengan wajah bahagia nya..
"Gawat... Bagaimana ini kan aku harus pergi jam tiga nanti, duh gimana ya..?" Ucap Ana di dalam hati...
"Sayang...aku capek nih besok aja ya.. aku mau istirahat dulu ya. .ya..ya..!" Pinta Ana kemudian..
"Bentar aja sayang gak nyampek satu jam kok, cuma ke taman depan aja. Soalnya ada yang ingin aku bicarakan padamu, dan ini penting sangat penting. Bukankah sebentar lagi kita akan menikah jadi sudah sepatutnya kamu belajar untuk menurut padaku.." titah Dana kembali ke sifat memaksanya, tentu saja Ana langsung menurut....
__ADS_1
Beberapa saat kemudian kini mereka berdua sudah duduk berdampingan diatas tempat duduk yang disediakan ditengah-tengah taman...
"Hal penting apa yang ingin kamu bicarakan sayang...?" Tanya Ana terlebih dahulu memecahkan keheningan diantara mereka beberapa saat lalu...
Mendengar pertanyaan yang Ana ucapkan seketika Dana langsung menatap kearah Ana dengan tatapan yang berbeda dari biasannya. Tatapan yang Dana berikan untuknya, membuat jantung Ana berdetak dengan cepat, buka karena tatapan penuh cinta yang dia dapatkan tetapi sebuah tatapan penuh peringatan....
"Apa kau merencanakan sesuatu setelah ini...?" Tanya Dana menyelidik, tidak ingin melewatkan sepatah kata pun yang akan Ana ucapkan setelah mendengar pertanyaan dari dirinya..
"A-apa maksud mu sayang...?" Tanya Ana dengan terbata tidak langsung menjawab pertanyaan yang Dana lontarkan untuknya..
"Kenapa kau terlihat takut sayang...? Apa ada yang coba kamu sembunyikan dari ku..!" Ucap Dana dengan penuh penekanan membuat nyali Ana menciut seketika...
"Dengar sayang...! Bukankah kau tau sendiri jika aku tidak suka dengan kebohongan, entah itu kebohongan kecil atau besar bagiku semuanya sama saja aku tidak akan memaafkannya.." ucap Dana dengan panjang lebar seolah tau apa yang Ana pikirkan saat ini..
"Bagaimana ini apa yang harus aku katakan..! Aku takut membuatnya kecewa tapi aku juga tidak bisa melewatkan pertandingan ini...? Apa yang harus aku lakukan, apa yang akan terjadi jika aku berbohong padanya dan dia mengetahuinya...?"ucap Ana di dalam hati dengan perasaan yang bimbang...
"Sayang....hey.... Kenapa kau diam saja..?" Tanya Dana lagi karena sebenarnya dia sudah merasa sedikit kesal karena Ana yang hanya diam saja mendengar pertanyaan darinya...
"Emmz itu bukan apa-apa kak.." ucap Apa pada akhirnya karena takut jika Dana sudah mengetahui semuanya maka sudah dipastikan keberangkatannya beberapa saat lagi akan gagal...
"Aku tau kamu sedang berbohong na..! Baiklah kali ini aku tidak akan memaksa mu untuk jujur padaku, tapi aku punya satu syarat yang perlu aku beritahu sebelum kita benar-benar menikah. Aku harap kamu tidak akan pernah melangkah tidak.. bahkan hanya berniat sekalipun karena aku sangat tidak menyukainya..." Ucap Dana dengan panjang lebar seolah sebuah peringatan untuk Ana kedepannya...
Mendengar itu Ana merasa sangat gelisah, entahlah tiba-tiba dia merasakan hal aneh. Tak ingin pikiran negatif menari-menari di dipikirannya akhirnya dia menatap Dana seolah meminta Dana memberitahu apa syarat yang Dana inginkan...
"Ka-katakan sayang... Akan aku pertimbangkan.." ucap Ana pelan, entahlah tiba-tiba Ana merasa dirinya sedang dalam masalah hingga bersuara pun dia seakan tak sanggup...
"Tidak sayang..! Bukan hanya mempertimbangkan tetapi juga kamu harus menerimanya jika memang kamu bersedia menjadi istriku.." ucap Dana dengan penuh keyakinan..
__ADS_1
"Kau tau apapun yang aku inginkan darimu itu semua demi kebaikan mu juga, demi kebaikan kita bersama.. jadi aku minta cobalah untuk melihat dari sudut pandang ku juga jika kamu merasa keberatan dengan syarat dari ku.." ucap Dana lagi ketika melihat raut wajah Ana yang seakan tak menerima semua yang dia ucapkan..
"Jadi apakah kau akan menerima apapun permintaan ku sayang...?" Tanya Dana pada akhirnya..
"Ya Tuhan kenapa aku jadi takut begini..!" Pikir Ana di dalam hati..
"Sayang... Kenapa kau hanya diam saja..? Apa kau sudah melakukan kesalahan sehingga kamu hanya diam begini.." ucap Dana lagi..
"Tidak sayang...., Baiklah aku akan mencoba menerim semua yang kamu inginkan.." jawab Ana pada akhirnya karena tak ingin memperpanjang masalah ini..
"Bagus aku memang hanya ingin mendengar jawaban yang seperti ini sayang...!" Ucap Dana dengan penuh semngat..
"Sekarang dengarkan aku baik-baik..! Aku tidak ingin melihat mu datang ke stadion apalagi untuk menonton sepakbola..! Aku tau kamu senang menonton sepakbola apalagi aku sering melihat dirimu sedang menonton ditelevisi dengan teman-teman mu, aku tidak keberatan untuk itu..! Tapi jangan coba-coba datang ke stadion, karena aku tidak suka dan tidak akan pernah menyukainya..! Apa kau mengerti ..?" Ucap Dana dengan panjang lebar, sementara Ana yang mendengar hal itu merasa dirinya bagai di tusuk senjata tajam tepat dijantungnya...
"Bagaimana ini apa yang harus aku lakukan..?" Ucap Ana di dalam hati...
"Sayang apa kau bisa berjanji padaku, kau tidak akan melanggar syarat dari ku ini, aku hanya ingin memastikan ini sebelum kita menikah..?" Tanya Dana lagi karena Ana tak kunjung menjawab pertanyaannya..
Reflek Ana menganggukan kepalanya mendengar pertanyaan Dana tanpa berfikir panjang. Entahlah apa yang akan Ana lakukan setelah ini..
. . . . .
Mengetahui Ana yang dengan mudahnya mau menurut dengan syarat yang dia ajukan, akhirnya Dana mengantar Ana pulang dengan segera..
"Sayang terimakasih sudah mau mengerti dengan semua yang aku katakan..? Tadinya aku pikir akan susah membujukmu .." ucap Dana sambil sesekali melihat Ana yang duduk dengan wajah yang cemberut..
"Kenapa dia terlihat tidak bahagia..? Apakah aku sudah keterlaluan..? Tapi dia menyetujuinya dengan mudah" ucap Dana di dalam hati..
__ADS_1
#Bersambung..
Bantu dukung author selalu ya guys, semoga hari kita menyenangkan....