Antara Cinta Dan Hobby

Antara Cinta Dan Hobby
Pulang Kampung...


__ADS_3

#Happy reading all


Terimakasih kasih sudah mampir ke karya author ini๐Ÿ˜๐Ÿ˜Š...


Terimakasih juga untuk yang telah memberikan like, komen, rate dan juga votenya.


Semoga sedikit menghibur dan maafkan author kalau masih suka ada typo๐Ÿ˜‰....


.


.


.Lanjut kuy..


"Sebentar sayang.." pinta Ana kemudian berlalu pergi menjauh dari Dana karena dia telah menerima panggilan dari orang tuanya di kampung..


Hal itu membuat Dana tak sempat menyelesaikan ucapannya dan harus bersabar untuk mengutarakan aturannya...


Beberapa saat berlalu akhirnya Ana kembali menghampiri Dana yang terlihat gelisah menunggu Ana seorang diri.


"Sayang sepertinya aku harus segera kembali, papa ku sakit jadi sepertinya aku akan pulang kampung besok jadi aku harus siap-siap terlebih dahulu.." ucap Ana sedikit gelisah....


"Baiklah ayo..!" Ajak Dana kemudian, Dana merasa ini bukan waktu yang tepat untuk mengatakan hal itu..


"Sayang.., bolehkah jika aku ikut ke kampung kamu sayang..! Sekalian nganter kamu, aku Gak tega kalau kamu harus naik motor sendirian...!" Ucap Dana sedikit memohon..


"Ta-tapi kan aku...!" Ucap Ana langsung di dahului oleh Dana..


"Lagian kan sebentar lagi kita akan menikah, anggap saja ini sebagai perkenalan awal antara aku dengan orang tua kamu.." pinta Dana lagi, seolah mengerti akan kekhawatiran Ana..


"Sayang...! Bolehkan kalau aku ikut kesana" tanya Dana lagi karena Ana tak kunjung menjawab..


" emz tapi, tapi papa sama mama aku kan belum tau soal kamu..? Bagaimana kalau mereka... arhh sudahlah..." ucap Ana pada akhirnya..


"Tapi aku belum pernah bilang soal kamu sama mereka, apa kamu tidak apa-apa jika langsung datang..? Aku takut kamu merasa tidak nyaman..!" Ucap Ana lagi, karena merasa takut jika kehadirannya tidak di sambut baik oleh orang tuannya..


"Sayang.. hey..! Kamu tenang saja aku bisa melewati itu, lagian kan ada kamu.." ucap Dana menggoda kemudian langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang...


Mendengar itu Ana hanya bisa terdiam seribu bahasa, dia tidak tahu kalimat apa yang cocok digunakan untuk menjawab ucapan Dana barusan. Pada akhirnya dia hanya tersenyum saja sambil sesekali memperhatikan wajah Dana yang juga sedang menunjukan raut kebahagiaan...


"Besok berangkat jam berapa..?" Tanya Dana memastikan, agar dia juga bisa mempersiapkan semuannya dengan matang..


"Jam tujuh pagi bagaimana..? Kepagiaan gak menurut kamu..? Atau jam delapan pagi aja deh kasian kamu kalau gak biasa bangun pagi..!" Ucap Ana dengan serius..


"Baiklah sayang jam delapan pagi yah..? " tanya Dana lagi memastikan, dan Ana hanya menganggukan kepalanya saja..


Setelah itu Ana bergegas keluar dari mobil Dana dan berdiri di sebelah mobil untuk sekedar melambaikan tangan kepada Dana. Setelag mobil Dana melaju membelah jalanan Ana pun bergegas masuk ke kamarnya untul segera bersiap-siap dan tidur..

__ADS_1


"Ohh tidak..! Aku harus menelepon Clara jika tidak maka dia akan merasa sangat kesal padaku..?" Gumam Ana sambil menepuk dahinya pelan...


. . . . . .


Setelah selesai membersihkan diri dan menyiapkan pakaiannya, kemudian Ana mengambil ponselnya dan segera menghubungi Clara sambil rebahan...


Tidak menunggu lama, Clara langsung menjawab panggilan tersebut..


"Kenapa..? Udah puas bikin irang khawatir..?" Ucap Clara nyolot..


"Eh eh apa begini cara mu menjawab panggilan telepon seseorang..?" Tanya Ana dengan suara menggoda, membuat seseorang yang berada di seberang sana semakin kesal saja...


"Aku sedang tidak ingin bercanda..! Apa jari-jari tangan mu patah tadi pagi, sehingga kau tidak mengirimkan pesan pada kami jika kau pergi dengan kekasihmu itu..? Cih...!" Ucap Clara melampiaskan segala uneg-unegnya yang sudah menggunung dipikirannya sejak pagi...


Entah kenapa mendengan ocehan Clara Ana justru ingin tertawa...


"Hahaha maafkah aku, aku lupa.. sungguh..! Aku benar-benar lupa soalnya dia ngajaknya dadakan.." ucap Ana beralasan..


"Cihh bukankah kau sendiri yang bilang jika kalian sudah berakhir..? Lalu kenapa kau masih saja takut..?" Ucap Clara tegas, merasa begitu kesal dengan jawaban Ana..


"Iya itu sebelum aku bertemu dengannya tadi..! Sekarang kami sudah baikkan, bahkan sudah tau perasaan masing-masing dari aku.." ucap Ana tak henti-hentinya mengeluarkan suara sambil sesekali tersenyum lalu tertawa khas orang pertama kali jatuh cinta..


Mendengar itu entah dari mana datangnya, tiba-tiba perasaan Clara menghangat..


"Benarkan..! Aku turut senang mengetahui hubungan kalian sudah kembali membaik. Karena kalian benar-benar tidak pantas untuk bertengkar.." ucap Clara dengan suara yang sudah kembali biasa tidak seperti sebelumnya yang terdengar jelas sedang kesal...


"Owh iya ra, aku besok mau pulang kampung papa ku sakit..!" Ucap Ana lirih, hal itu mengingatkan dirinya tentang kondisi ayahnya yang sampai dirawat sehingga membuat suasana hati Ana kembalu buruk...


"Emzz tapi aku pulang bersama Dana..!" Ucap Ana lirih, hal itu membuat Clara tersedak..


Uhuk uhuk uhuk...


"Apa...! Apa aku tidak salah dengar..?" Tanya Clara memastikan..


"Iya.., dia bilang ingin berkenalan dengan keluargaku...! Jadi kemungkinan aku dirumah satu atau dua hari tergantung pekerjaan dia. Apa kamu jadi ikut, jika iya aku akan memberitahunya sekarang..." ucap Ana tersenyum senang..


"Tidak deh, bisa-bisa aku jadi obat nyamuk antara antara dia dan dirimu...!" Ucap Clara pada akhirnya..


"Emzz, bagaimana ya..?" Ucap Ana bingung, karena sebenarnya dia juga tidak keberatan jika Clara ikut apalagi keluarganya sangat penasaran dengan sosok Clara yang selalu ada untuknya..


"Apa aku minta Dana untuk mengajak Raka saa ya. Sekalian mempertemukan mereka sesuai janjiku pada Raka waktu itu.? Siapa tau mereka bisa menjadi sahabat baik" Pikir Ana kemudian..


. . . . . .


"Iya sayang sebentar aku turun.." ucap Ana melalui sebuah panggilan telepon, kemudian mematikan panggilan tersebut dan bergegas turun dan menuju mobil Dana yang sudah menunggu sejak tadi...


"Maaf sudah membuat kalian menunggu lama..!" Pinta Ana kepada dua lelaki yang terlihat kesal..

__ADS_1


"Kaka ipar kau benar-benar sudah membuatnya kesal, apa kau tau dia selalu saja memelototkan matanya kepadaku. Kau tau, dia terlihat begitu menyeramkan.." adu Raka kepada Ana.


Semalam setelah memikirkan tentang Raka, Ana bergegas menghubungi Dana dan ternyata Dana juga setuju alhasil dia juga ikut kekampungku, sekalian bantuin Dana nyetir kan perjalanannya lumayan jauh..


"Maaf sayang.." ucap Ana pada akhirnya dan Dana hanya menampakan senyum tipisnya saja..


"Cepat hubungi temanmu itu agar kita tidak terlalu lama menunggunya nanti.." pinta Dana tak ingin jika hal yang sama terulang lagi..


Mendengar itu Ana bergegas masuk ke mobil dan segera menghubungi Clara, tidak lupa Ana melirik ke arah Raka yang tengah tersenyum manis kearahnya. Entah apa yang sedang Raka pikirkan saat ini, hal itu justru membuat Ana merinding...


"Ehemm, sayang jangan melurik laki-laki lain dong..?" Pinta Dana, hal itu membuat Ana merasa bingung...


"Siapa yang melirik siapa..?" Batin Ana..


"Haaaa, maksudnya gimana sayang...?" Tanya Ana bingung..


"Itu..!" Menunjuk Raka. "Sepertinya dia sedang membayangkan seseorang melalui dirimu..!, jadi kau jangan melihat kearahnya..?" Ucap Dana yang kemudian menatap tajam Raka..


"Oke-oke gw salah..! Sekarang ayo jalan, memangnya kalian tidak kasihan jika dia sudah menunggu di pinggir jalan nanti..?" Ucap Raka memilih mengalah, tak ingin membuat suasana hati sahabatnya kembali memburuk seperti beberapa saat lalu..


Mendengar itu akhirnya Dana melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, dan sesekali melihat kearah belakang dimana sang kekasih hati berada saat ini...


. . . . .


"Ayo ra masuk..." ajak Ana dengan senyuman yang terus mengembang diwajahnya...


Dengan hati-hati Clara membuka pintu mobil dan perlahan masuk dan duduk bersebrlahan dengan Ana..


"Hey kenapa diem aja.." ucap Ana heran karena melihat tingkah Ana yang berbeda dari biasanya..


"Siapa dia...?" Tanya Clara berbisik tepat di telinga Ana sambil menunjuk seseorang yang duduk di depannya dengan pandangan lurus ke depan dan sesekali bicara dengan seseorang yang sedang menyetir yang Ana yakini adalah sesoso Dana...


"Tanya saja sendiri..!" Jawab Ana biasa saja, dengan tingkah yang juga mulai aneh...


"Kita lihat apa yang akan si Raka lakukan..?" Batin Ana sambil menatap Raka dari belakang...


"Kenapa aku seperti pernah melihat orang ini ya..?" Ucap Clara di dalam hati..


"Apakah mungkin, dia.. dia adalah....." gumamnya terhenti karena takut, seseorang yang dia pikirkan melihat kearahnya....


#Bersambung....


#Halo guys ayo dukung juga author di novel ini ya..!! Jangan lupa, like, komen rate dan vote..


Satu like dan komen kalian benar-benar membuat jiwa menulis author bangkit...


Vote dan rate dari kalian benar-benar membuat author merasa dihargai...

__ADS_1


#Sukses untuk kita semua


Terimakasih


__ADS_2