
#happy reading guys
maaf ya kalau masih suka ada typo😁
.
.
.
"Jadilah kekasihku....!! Dan turuti semua perintahku mulai sekarang.." ucap Dana tegas tanpa ingin dibantah..
"Aaaappppaaaaa............?" Ucap Ana dengan suara yang cukup keras, sehingga beberapa pengunjung melirik ke arah mereka.
Sadar dirinya menjadi pusat perhatian, Ana pun menundukan kepalanya dan mulai mengontrol emosinya.
"Apa maksudmu..??? Tolong kau ulangi lagi...!! Aku benar-benar tidak mengerti" ucap Ana dengan nada menantang. Tentu saja dia ingin memastikan bahkan ucapan Dana barusan hanya sebuah candaaan
"Tunggu..!! Memangnya sejak kapan manusia aneh ini suka bercanda..?" Pikir Ana kemudian. Semakin takut saja Ana dengan situasi yang aneh seperti ini..
"Aku rasa kau bukan anak kecil sehingga aku harus mengulang semua perkataanku..!!" Ucap Dana datar tanpa memperdulikan wajah Ana yang terlihat semakin kesal saja..
"Oke baiklah-baiklah...!! Lalu kenapa kau mau aku menjadi kekasihmu, sedangkan kau tau sendiri kita baru saja kenal sebulanan ini" tanya Ana dengan merperhatikan wajah Dana yang terlihat sama
Datar...
"Tidak ada alasan khusus..! Kalau pun ada aku rasa kau tidak perlu tau, untuk sekarang sampai hutangmu lunas nanti turuti saja semua keinginanku, maka kau akan tetap baik-baik saja. Namun jika..." ucapan Dana langsung dipotong oleh Ana dengan cepat..
"Hey, kau ini kenapa bisanya hanya mengancam....!! Memangnya apa yang bisa kau lakukan..?? Paling kau hanya menggertak ku saja.." ucap Ana dengan sedikit rasa takut dihatinya..
"Jadi kau ingin aku membuktikan semua ucapanku..!! Termasuk ucapanku didepan kosmu tadi..??" Ucap Dana sambil memperhatikan wajah Ana yang semakin memucat. Hal itu tentu saja membuat Dana tersenyum menyeringai..
"A...pppaaa mak..maksudmu.." ucap Ana dengan terbata, hilang sudah semua keberanian Ana yang dia tunjukan beberapa menit yang lalu..
"Baiklah ayo kita tunjukan...." ucap Dana kemudian dengan suara beratnya, kemudian bergegas pergi dari tempat itu sambil menyeret tangan ana..
Ana yang merasakan sakit ditangannya, langsung meminta Dana melepaskan genggamannga..
"Hey apa yang kau lakukan sakit..." ucap Ana dengan rintihannya, hal ini tentu membuat mereka menjadi pusat perhatian sekali lagi..
__ADS_1
Hingga
"Heyy mas apa yang anda lakukan..!! Jangan kasar dengan perempuan kasian mas.." ucap seseorang yang tidak dikenali oleh Ana maupun Dana
Ya tentu saja, karena orang itu hanya orang asing yang tidak tega melihat seorang wanita diperlakukan dengan kasar..
"Pak tolong saya.." ucap Ana memohon agar orang tersebut menolongnya..
"Mas lepaskan dia mas.." ucap seseorang itu, karena dia merasa sangat kasihan apalagi Ana sampai meminta tolong dengan memohon seperti itu..
Seketika orang asing tersebut hendak mengambil tangan Ana dari genggaman Dana, namun belum juga sampai suara Dana membuat orang asing tersebut langsung kaget..
"Apa yang anda lakukan..!! Jika anda tidak tau masalahnya lebih baik anda diam" ucap Dana dengan suara yang cukup keras
"Anda tau apa kesalahan istri saya...!! Dia baru saja ketahuan selingkuuhh.." ucap Dana berapi-api, kalimat Dana barusan tentu saja membuat Ana kaget setengah mati..
"Apa katanya barusan istri..? Selingkuh..? Oh ya tuhan cobaan apa lagi ini.. manusia ini memang benar-benar aneh. Dan apalagi ini, sekarang dia bahkan mengatakan aku istrinya dan ketahuan selingkuh... owwhh ya ampunnn!! Apa yang harus aku lakukan sekarang..??" Kata Ana didalam hati. Saat ini dia benar-benar frustasi dengan semua tindakan dan ucapan bodoh dari seorang Dana..
"Jadi, kenapa anda masih disini..!! Cepat pergi karena saya harus segera menghukum istri saya yang nakal ini, supaya dia kapok.." ucap Dana dengan suara beratnya membuat orang asing tersebut langsung pergi meninggalkan mereka..
"Kau lihat itu..? Tidak akan ada yang bisa membantumu sekarang!!" Ucap Dana tegas dengan seringai diwajahnya, membuat Ana semakin takut saja..
"Tentu saja kehotel kemana lagi...?" Ucap Dana singkat yang kemudian berhenti menarik tangan Ana dan saat ini kembali menatap Ana, hal itu tentu membuat Ana terdiam sejenak karena dia masih belum mengerti kemana arah pembicaraan Dana
"Kehotel..?? Ngapain dia ngajak aku kehotel.." pikir Ana kebingungan...
Raut kebingungan diwajah Ana dapat dilihat dengan jelas oleh Dana, sehingga dia semakin bersemangat menggoda Ana..
Ya tentu saja Dana hanya menggertak, dia masih punya harga diri untuk melakukan hal serendah itu..
"Kenapa..!! Apa kau senang aku akan mengajakmu kehotel..?? Kau tenang saja aku akan memberimu permainan yang luar biasa, sehingga kau akan selalu ketagihan..!! Kau tenang saja saat kau mau lagi aku akan selalu ada untukmu.." ucap Dana cepat, sambil menatap mata Ana yang saat ini begitu terkejut...
"Sepertinya dia baru mengerti apa maksudku" batin Dana dengan senyum yang sangat tipis diwajahnya..
"Apa....!!" Ucapa Ana keras ketika dia sudah cukup mengerti dengan maksud Dana..
"Jadi kau... kau ..kau ingin meniduriku begitu..???" Pertanyaan Ana membuat Dana tersenyum sinis
"Tentu saja...!! Jadi kau bersiaplah mulai sekarang agar setibanya dihotel nanti kau sudah benar-benar siap" ucap Dana ketus kemudian kembali menarik Tangan Ana untuk terus mengikutinya..
__ADS_1
Ana semakin panaik saja..
"Tuhan..tuhan... apa yang harus aku lakukan sekarang..." ucap Ana dalam hati, berharap di detik-detik terakhir dia menemukan jalan keluarnya..
"Tunggu... tunggu.." pinta ada ketika mereka sudah sampai di parkiran dan Dana bergegas mengambil motornya namun terhenti saat Ana memanggilnya
"Ada apa? Apa kau sudah tidak sabar..?" Tanya Dana membuat Ana begitu panik..
"Tidak, tidak.. bukan begitu.." ucap Ana pelan saking takutnya
"Cepat naik, atau kau akan melakukannya..." ucap Dana terputus karena Ana memotong kembali ucapan Dana..
"Baiklah-baiklah aku akan menuruti semua keinginanmu sampai hutangku lunas..." ucap Ana kemudian karena untuk saat ini dia tidak punya pilihan lain..
"Apa itu artinya kau mau dengan iklas menjadi kekasihku.." tanya Dana ingin memastikan ucapan Ana barusan..
"I..iiiyaaa.." ucap Ana terbata
"Tapi tolong jangan lakukan itu padaku...aku mohon...setidaknya untuk hari ini.." ucap Ana memohon
Dana yang mendengar perkataan Ana pun tersenyum puas....
"Bagus jika itu sudah menjadi keinginanmu... maka aku akan bersabar, aku tidak akan melakukan itu sekarang...!! Tapi saat kau membangkang nanti kau lihat saja apa yang akan aku lakukan.." ucap Dana punuh penekanan
"Ah sial aku benar-benar terjebak sekarang.. " kata ana dalam hati. Dia benar-benar seperti orang yang harus siap ketika akan menerima hukuman apa saja dan kapan saja tergantung situasi hati seorang Dana..
"Ba..ba..ik..lah" ucap Ana sangat pelan..
"Bagus.." ucap Dana santai
"Bagus memang inilah yang aku inginkan,, mulai sekarang siap-siaplah gadis bodoh" ucap Dana kemudian didalam hati.....
#jangan lupa tinggalkan jejak ya guys,,
Ayo like, komen dan voteny dong, hehe😊
Terimakasih
See you
__ADS_1