
#Happy reading all
maaf ya kalau masih suka ada typo, maklum jari-jari author masih belum terbiasa digunakan untuk membuat novel (mungkin?🤣😂😊
.
.
.lanjut..
"Untuk apa ma? Nanti kalau mama kangen sama dia, kakak ajak kesini deh. Kakak rasa gak perlu deh ma..?" Ucap Dana menolak permintaan sang mama...
"Tinggal kasih aja ribet banget sih ka..?" Sanggah Doni...
Mendengar itu kemudian Dana menatap adiknya dengan tajam..
"Sudah lah ma, kakak berangkat dulu ya ma.." pinta Dana kemudian langsung saja ke luar rumah untuk menuju ke kantornya..
"Benar-benar tidak bisa diajak kompromi.." gerutu mama Dana, sambil memperhatikan kepergian Dana tanpa menoleh ke arah sang mama sedikit pun..
"Sudah lah ma, sudah tau sikap kakak memang seperti itu, masih saja mama mencoba membujuknya untuk hal yang mustahil seperti itu.." ucap Doni dengan polosnya, ketika melihat wajah sang sama yang sedang cemberut..
"Sudah lah mama mau pergi arisan saja sama teman-teman mama" ucap mama kemudian pergi meninggalkan Doni sendirian. Sementara itu Doni menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah sang mama..
"Ternyata kelakuan kakak selama ini turun dari emaknya.." ucap Doni sambil cekikikan..
. . . . . . .
Disisi lain, Ana sedang duduk bersama teman-temannya dikantin kampus. Mereka begitu bersemangat menghabiskan pesanan sarapannya di salah satu tenan kantin dikampusnya tersebut..
"Kamu seneng banget sih Na kayaknya sama soto..!! Perasaan dimana-mana makannya itu mulu..?" Tanya Rere dengan tatapan menyelidik..
"Ya mau gimana lagi..!! Kayaknya dari orok deh aku memang sudah suka sama soto.." jawab Ana senang sambil cekikikan..
Obrolan mereka terus berlanjut sampai pesanan mereka ludes tak bersisa...
Drt drt drt
Ana dan Clara kompak memeriksa ponselnya. Ternyata ponsel Clara lah yang berbunyi..
"Huuhhh.! Untung saja bukan si manusia aneh itu yang menghubungi aku.." batin Ana, mengingat kelakuan Dana Semalam benar-benar membuatnya kesal saja..
"Tapi kok kayaknya sekarang badan aku peka banget ya, kalau ada apa-apa yang berhubungan dengan dia badan ini reflek melakukan semua hal yang dia mau..?" Batin Ana lagii penasaran dengan dirinya sendiri...
"Sebenarnya aku ini kenapaa sih.." gumamnya pada dirinya sendiri dengan sangat pelan, sehingga tidak ada yang mendengarnya..
__ADS_1
"Iya mas..?" Jawab Clara mengangkat telepon dari denis..
"Kamu dimana..?" Tanya Cenis dengan penasaran..
"Dikantin kampus mas sama temen-temen, baru selesai bimbingan dengan dosen juga..!" Jawab Clara cepat agar Denis tidak salah paham padanya..
"Beneran kamu gak bohong kan..!! Kamu enggak lagi selingkuh kan..?" Tanya Denis dengan suara yang berbeda dari biasanya...
"Kamu kenapa sih mas..? Aneh banget..! Udah dulu ya mas mau lanjut makan laper.." jawab Clara cepat dengan suara yang bercampur dengan cekikikan. tentu saja itu hanya alasan Clara, yang sebenarnya makanannya sudah ludes tak bersisa...
Tanpa menunggu persetujuan Denis, Clara langsung mematikan panggilan tersebut..
"Maaf ya sayang, nanti aku akan telepon balik kok..!! Sabar ya..!" Gumamnya pelan kemudian kembali menuju tempat duduknya bersama semua sahabatnya tadi..
Sementara itu denis merasa sangat frustasi..
"Ini kenapa dimatiin sih..?" Gumam Denis..
"Gak seperti biasanya dia mematikan panggilanku tanpa menunggu jawabanku terlebih dahulu..!" Pikir Denis kemudian dengan penasaran...
"Sebenarnya dia kenapa sih..? Aku harus menemuinya nanti..!" Ucap Denis singkat..
Dan kesalah pahaman mereka pun terus berlanjut, Denis yang awalnya ingin menemui Clara terpaksa batal karena dia ada urusan mendadak. Sementara itu Clara merasa Denis mulai cuek dengan dirinya apalagi Denis belum menghubunginya lagi setelah tadi siang..
. . . . .
Saat ini mereka berdua sedang berada di kosan Clara, ya begitulah kalau sahabat pengennya bareng-bareng trus pokoknya..
"Kamu sih, gak bisa nahan sabar sedikit aja apa..!! Jangan sampai deh dia salah paham dan ngira kamu selingkuh ra..?" Jawab Ana menakut-nakuti Clara ditambah ekpresi Ana yang dibuat semeyakinkan mungkin..
"Gimana dong na, aku takut banget ini..! Aku udah nyoba nelvonin dia berkali-kali tapi tetap tidak ada jawaban..!" Ucap Clara lagi sambil merengek, mengeluhkan sikap Denis yang menurutnya cuek pada dirinya..
"Sibuk kali ra..? Kamu sih gak ada perhatian-perhatiannya sama kekasihmu itu..!!.." jawab Ana setelah mendengar rengekan Clara yang membuatnya merasa begitu geli..
Ya..! Clara memang sudah menerima denis dengan senang hati, namun kebiasaan cueknya masih menempel saja di pikirannya, sehingga sering kali dia mengabaikan denis begitu saja.
"Oke deh na, nanti kalau sudah ada kabar dari dia aku akan langsung minta maaf.." ucap Clara kemudian dengan suara pelan, mungkin saat ini dia sedang menyesal dengan perlakuannya selama ini..
Tiba-tiba..
Ting..
Suara chat whatsapp masuk di ponsel Ana membuatnya bergegas membuka pesan tersebut. Takut jika yang menghubunginya Dana pasti dia akan marah lagi..
"Eh.. nomor baru..?" Gumamnya pelan sambil mengerutkan dahinya..
__ADS_1
"Hay na, apa kabar.." isi chat tersebut..
"Siapa sih, sok kenal banget kayaknya..?" Pikirnya
"Perasaan aku tidak ada ngasih nomor whatsapp ke orang asing deh akhir-akhir ini" gumam Ana lagi dengan penasaran..
"Eh tunggu dulu, jangan-jangan ini nomor Raka lagi? sahabat merangkat saudara angkat Dana.!" Ucapnya pelan sambil menepuk dahinya pelan..
"Siapa..?" tanya Ana kemudian..
"Aku? tentu saja raka..! calon kakak ipar..!" Isi pesan dari Raka tersebut membuat pipi Ana seketika memerah..
"Heh kamu kenapa na.?" Tanya Clara ketika melihat pipi sahabatnya memerah, dan tentu saja dia tidak tau penyebabnya..
"Hehe tidak apa-apa kok ra.!" Ucap Ana singkat, kemudian mengetik balasan chat untuk Raka..
"Hemmz baru calon..!!, wkwk. Ada apa ka..?" Tanya Ana kemudian..
"Kamu sekarang lagi dimana..?" Tanya Raka membuat Ana mengerutkan keningnya..
"Kenapa dia nanya seperti itu, bisa bahaya kalau dana sampai tau..!" Ucapnya dalam hati sambil berniat mengetik sesuatu, namun..
"Kamu kenapa sih na aneh banget..! Chat dari Dana ya..?" Tanya Clara mulai penasaran..
"Bukan ini dari Raka, sahabatnya Dana merangkap dianggap sodara.." balas Ana singkat, kemudian menutup ponselnya dan meletakan ponsel tersebut diatas ranjang..
"Owhhh.." balas Clara pada akhirnya...
Beberapa saat kemudian mereka sama-sama saling terdiam sambil merebahkan badannya masing-masing dengan mata terpejam di ranjang Clara..
"Enak banget sih rebahan gini.." ucap Clara dengan suara menenangngkan. Namun Ana tak menjawab ucapan Clara tersebut..
"Apa aku cerita sekarang aja ya..!!, kalau kelamaan nanti dia mengira aku tidak menganggapnya lagi..?" Ana bingung mau cerita atau tidak...
"Emmzz ra..!"
Bersambung....
#Jangan lupa tinggalkan jejak ya guys
.Like
.Komen
.Jika berkenan dengan vote'y silahkan..
__ADS_1
Terimaaksih...